IYD IV 2027 DI MANOKWARI-SORONG: KEUSKUPAN TIMIKA SIAPKAN DELEGASI ORANG MUDA KATOLIK
KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Komisi Kepemudaan Keuskupan Timika mulai mempersiapkan partisipasi Orang Muda Katolik (OMK) dalam Indonesian Youth Day (IYD) IV Tahun 2027 yang akan diselenggarakan di Keuskupan Manokwari-Sorong (KMS) pada 24–30 Juni 2027. Kegiatan nasional ini mengusung tema “Orang Muda Katolik Tangguh Merajut Damai.”
Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Timika, Rico Fangohoi, menjelaskan bahwa IYD merupakan momentum penting bagi kaum muda Katolik Indonesia untuk memperdalam iman, membangun persaudaraan, serta memperkuat komitmen mereka sebagai agen perdamaian di tengah masyarakat.
Menurut Rico, rangkaian kegiatan IYD IV akan diawali dengan program live in yang berlangsung pada 24–26 Juni 2027 di seluruh Tim Pastoral Wilayah (TPW) yang ada di Keuskupan Manokwari-Sorong. Melalui kegiatan ini, para peserta akan tinggal bersama umat setempat untuk mengalami secara langsung kehidupan menggereja dan budaya masyarakat di wilayah tuan rumah.
“Pada tanggal 27 Juni seluruh peserta akan berkumpul di Sorong. Sore harinya akan dilaksanakan Misa Pembukaan yang dilanjutkan dengan Opening Ceremony IYD IV,” jelas Rico.
Selanjutnya, pada 28–29 Juni 2027, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan pembinaan iman dan kepemimpinan, antara lain katekese, Focus Group Discussion (FGD), serta Sakramen Rekonsiliasi. Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Misa Penutupan dan Closing Ceremony pada 30 Juni 2027, sementara para peserta dijadwalkan kembali ke keuskupan masing-masing pada 1 Juli 2027.
Untuk wilayah Regio Papua, setiap keuskupan mendapat kuota 100 peserta, di luar pengurus komisi kepemudaan. Peserta yang dapat mengikuti kegiatan ini berusia 13 hingga 35 tahun, berasal dari paroki masing-masing, serta harus memperoleh rekomendasi dari pastor paroki.
Selain itu, peserta juga diharuskan dalam kondisi sehat jasmani dan rohani, serta tidak memiliki riwayat penyakit yang dapat menghambat keterlibatan mereka selama kegiatan berlangsung.
Khusus bagi Keuskupan Timika, kuota peserta akan dibagi berdasarkan dekenat. Setiap dekenat mendapat alokasi 13 peserta dan 2 orang pendamping. Rico berharap proses seleksi peserta dapat memperhatikan keseimbangan keterwakilan antara laki-laki dan perempuan.
“Kami mengharapkan agar setiap dekenat dapat mengirimkan peserta secara proporsional dengan memperhatikan keseimbangan jumlah peserta laki-laki dan perempuan,” ujarnya.
Terkait pembiayaan keberangkatan dan keikutsertaan peserta, Komisi Kepemudaan Keuskupan Timika akan menyampaikan informasi lebih lanjut setelah mendapatkan petunjuk dan ketentuan resmi dari panitia nasional maupun panitia tuan rumah.
Sebagai bagian dari persiapan menuju IYD IV, Keuskupan Timika juga akan menggelar Pra-IYD yang direncanakan mulai berlangsung pada Oktober 2026. Salah satu agenda penting dalam masa persiapan tersebut adalah pemberkatan Salib IYD, yang kemudian akan diarak mengelilingi seluruh dekenat di Keuskupan Timika sebagai simbol persatuan dan semangat pewartaan kaum muda.
Arak-arakan Salib IYD dijadwalkan dimulai dari Dekenat Teluk Cenderawasih, kemudian dilanjutkan ke Dekenat Kamu-Mapia, Dekenat Tigi, Dekenat Paniai, Dekenat Moni-Puncak, dan berakhir di Dekenat Mimika-Agimuga.
Melalui berbagai tahapan persiapan tersebut, Komisi Kepemudaan Keuskupan Timika berharap semakin banyak Orang Muda Katolik yang terlibat aktif dalam kehidupan Gereja serta siap menjadi generasi yang tangguh dalam merajut damai di tengah masyarakat, sesuai semangat yang diusung dalam IYD IV Tahun 2027.(JIMMY RAHADAT)




