KMBL KEUSKUPAN TIMIKA TINGKATKAN KETERAMPILAN MAMA-MAMA PESISIR MELALUI PELATIHAN ANYAMAN BERBAHAN LOKAL
KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) Keuskupan Timika menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Anyaman Berbahan Lokal bagi masyarakat dari delapan kampung di Kabupaten Mimika. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pelatihan KMBL Keuskupan Timika pada Sabtu (1/8/2026) ini menjadi puncak rangkaian pelatihan yang telah dilaksanakan selama enam hari, sejak 27 Juli hingga 1 Agustus 2026.
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Ekonomi Masyarakat Delapan Kampung, yang melibatkan peserta dari Kampung Koperapoka, Nawaripi, Tipuka, Ayuka, Nayaro, Fanamo, Omawita, dan Otakwa. Sebanyak 40 peserta, yang sebagian besar merupakan mama-mama asli Papua, mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.
Program ini diselenggarakan oleh Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) Keuskupan Timika bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Mimika sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Pelatihan menghadirkan dua pengrajin berpengalaman dari Sanggar Yudha Craft Yogyakarta, yaitu Sutaryoni dan Suyanti, yang membimbing peserta dalam mengembangkan keterampilan menganyam menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi.

Direktur KMBL Keuskupan Timika, Benny Meo, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas para mama-mama Papua yang selama ini telah memiliki keterampilan dasar menganyam.
“Mama-mama sebenarnya sudah bisa menganyam, tetapi masih sebatas membuat tikar atau anyaman sederhana. Melalui pelatihan ini mereka diajarkan membuat tas, dompet, tempat tisu, dan kotak kemasan produk sehingga hasil anyaman memiliki nilai jual yang lebih tinggi”. Jelas Benny Meo.
Selama pelatihan, peserta mempraktikkan pembuatan berbagai produk kreatif, antara lain tas, dompet, tempat tisu, serta kotak atau kemasan produk yang seluruhnya menggunakan bahan-bahan lokal.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan pengrajin-pengrajin lokal yang dapat mengembangkan usaha secara mandiri.
“Ke depan kami akan kembali mengadakan pelatihan lanjutan. Dari peserta yang ada akan dipilih beberapa orang yang memiliki kemampuan terbaik agar dapat dibina lebih lanjut sehingga mampu memproduksi kerajinan secara mandiri dan berkelanjutan,” tambah Benny Meo.
Pelatihan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka mengaku memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang sangat bermanfaat bagi pengembangan ekonomi keluarga.
Remalda Nimaipo, peserta dari Kampung Ayuka, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan mengikuti pelatihan tersebut.
“Kami mendapat banyak ilmu baru melalui pelatihan ini. Harapan kami, pelatihan berikutnya dapat dilaksanakan langsung di kampung agar semakin banyak mama-mama yang bisa ikut belajar,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kristina Harepa dari Kampung Ohotya. Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan menjadi usaha di kampungnya sendiri.
“Semoga ke depan produk-produk anyaman ini dapat diproduksi di kampung kami sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Hermina Apoka, peserta dari Kampung Nayaro, menilai pelatihan tersebut sangat bermanfaat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan keterampilan dan membuka peluang usaha,” ungkapnya.

Di akhir kegiatan, para peserta menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Keuskupan Timika, PT Freeport Indonesia, serta Pemerintah Kabupaten Mimika atas dukungan dan kerjasama yang telah memungkinkan terselenggaranya pelatihan tersebut.
Melalui program pemberdayaan ini, KMBL Keuskupan Timika berharap keterampilan menganyam berbahan lokal tidak hanya menjadi warisan budaya yang tetap lestari, tetapi juga berkembang menjadi produk ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di delapan kampung pesisir Kabupaten Mimika. *** ANW (KOMSOS TIMIKA)









