PAROKI SANTO ANTONIUS PADUA BUMI WONOREJO PERKUAT PEMBINAAN IMAN ANAK LEWAT PEMBEKALAN GURU PENDAMPING
KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Sebanyak 40an guru pendamping Sekolah Minggu mengikuti kegiatan Pembekalan Guru Pendamping Anak Sekolah Minggu se-Paroki Santo Antonius Padua Bumi Wonorejo, Selasa (16/6/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIT hingga 17.00 WIT ini diikuti oleh para utusan dari 25 Komunitas Basis (Kombas) serta tiga stasi, yakni Stasi Topo, Stasi Isugiapa, dan pusat Paroki Santo Antonius Padua Bumi Wonorejo.
Mengusung tema “Menjadi Sahabat Seperjalanan Anak dan Remaja Misioner”, pembekalan ini bertujuan membekali para pendamping agar semakin memahami peran dan tanggung jawab mereka dalam mendampingi pertumbuhan iman anak-anak dan remaja di lingkungan Gereja.
Selama kegiatan, para peserta memperoleh berbagai materi mengenai pentingnya peran animator dan animatris atau pendamping SEKAMI dalam membangun iman anak sejak usia dini. Selain itu, peserta juga dibekali metode kreatif dalam mendampingi anak dan remaja agar proses bina iman berlangsung menyenangkan, komunikatif, dan bermakna.
Dalam sesi metode pendampingan, dijelaskan bahwa suasana pertemuan bina iman harus dibangun dalam nuansa yang akrab, penuh sukacita, dan menggembirakan. Untuk mewujudkan hal tersebut, para pendamping didorong menggunakan berbagai metode kreatif, seperti lagu yang sesuai dengan tema, gerak dan tepuk, permainan edukatif, drama, cerita dengan alat peraga, serta berbagai aktivitas yang mampu melibatkan anak secara aktif.


Materi pembekalan juga menekankan prinsip dasar dalam mendampingi anak dan remaja. Para peserta diajak memahami bahwa memahami anak bukan berarti selalu mengikuti keinginannya, demikian pula menyayangi anak tidak sama dengan memanjakannya.
Seorang pendamping bina iman dipanggil untuk mendoakan anak-anak, menciptakan suasana yang penuh sukacita, menerima mereka apa adanya, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membimbing mereka agar berani bersosialisasi dan berkembang secara positif. Karena itu, seorang pendamping harus mampu belajar melihat, mendengar, merangkul, memberi perhatian, sekaligus menjadi teladan hidup yang baik bagi anak-anak.
Dalam pembekalan juga ditegaskan bahwa anak-anak merupakan masa depan keluarga, Gereja, dan masyarakat. Oleh sebab itu, pendampingan yang dilakukan secara konsisten, baik oleh keluarga maupun Gereja, menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi anak yang beriman, mandiri, dan siap menjadi saksi Kristus.
Melalui pelayanan ini, para guru pendamping Sekolah Minggu diharapkan mampu menjadi sahabat seperjalanan bagi anak-anak dan remaja, serta menghadirkan kasih Allah melalui pelayanan yang penuh perhatian, sukacita, dan keteladanan.
Kegiatan ditutup dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Paroki Santo Antonius Padua Bumi Wonorejo, Pastor Oktovianus Taena, Pr. Dalam perayaan tersebut sekaligus dilaksanakan pelantikan para guru pendamping Sekolah Minggu sebagai tanda perutusan mereka dalam pelayanan Gereja.
Dalam homilinya, Pastor Okto mengingatkan bahwa tugas mewartakan Injil bukan hanya menjadi tanggung jawab para imam, suster, atau bruder, melainkan panggilan seluruh umat beriman.
“Bermisi bukan hanya tugas imam, suster, atau bruder. Kita semua dipanggil untuk membawa misi Allah di mana pun kita berada. Para pendamping Sekolah Minggu dipanggil menjadi sahabat seperjalanan anak-anak dan remaja, agar mereka semakin mengenal, mengasihi, dan mengikuti Yesus Kristus,” pesannya.
Melalui pembekalan ini, diharapkan para guru pendamping semakin siap menjalankan pelayanan dengan semangat misioner, sehingga mampu membimbing anak-anak bertumbuh dalam iman, karakter, dan kasih kepada Tuhan maupun sesama. *** P. OKTO TAENA, PR






