MISA PONTIFIKAL MGR. BERNARDUS BOFITWOS BARU DAN PEMBAHARUAN JANJI IMAMAT IMAM KEUSKUPAN TIMIKA
KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, Uskup Keuskupan Timika, memimpin Misa Pontifikal di Gereja Katedral Tiga Raja Timika pada Kamis, 15 Mei 2025. Misa tersebut bukan hanya menjadi momen penuh berkat bagi umat, namun juga diwarnai dengan peristiwa penting pembaharuan janji imamat bagi para imam Diosesan Timika serta imam-imam dari tarekat dan kongregasi yang berkarya di wilayah tersebut.
Misa yang berlangsung khidmat ini dimulai pada pukul 10.00 WIT dan dihadiri oleh beberapa uskup, para imam, perwakilan dari berbagai tarekat dan kongregasi, tamu undangan serta ribuan umat.
Sebagai bagian dari rangkaian perayaan, Mgr. Bofitwos memimpin pembaharuan janji imamat bagi para imam Diosesan Keuskupan Timika serta para imam dari tarekat dan kongregasi. Dalam momen sakral ini, para imam mengungkapkan kembali komitmen mereka untuk setia dalam menjalankan panggilan mereka sebagai pelayan umat, mempersembahkan hidup mereka untuk pelayanan gereja, dan menjadi saksi Kristus di tengah dunia.
Dalam homilinya, Mgr. Bernardus Bofitwos mengajak umat dan para imam untuk merenungkan Kisah Transfigurasi Yesus yang dibacakan dalam Injil Matius (17:1-9). Uskup mengungkapkan bahwa peristiwa Transfigurasi adalah momen penting dalam kehidupan Yesus, di mana Ia menunjukkan kemuliaan-Nya yang sejati kepada para rasul yang mendampingi-Nya di atas Gunung Tabor.

Mgr. Bernardus juga mengingatkan para imam bahwa panggilan mereka sebagai pelayan umat adalah bagian dari misteri Transfigurasi itu sendiri. Sebagaimana Yesus mengungkapkan kemuliaan-Nya di atas Gunung Tabor, para imam juga diundang untuk memancarkan kemuliaan Tuhan melalui pelayanan mereka, memberikan penghiburan dan harapan kepada umat yang membutuhkan dan jangan menggunakan waktu untuk hal-hal yang lain, tetapi menggunakan waktu untuk membaca Kitab Suci, buku-buku rohani, merenungkannya dan berbuat kasih.
Mgr. Bernardus juga mengajak semua pihak untuk membuka pintu hati seperti Yesus membuka hari agar kita bisa masuk menemukan padang rumput yang indah, rumput yang hijau. Membuka hati, membuka gereja dan membuka pastoran seluas-luasnya bagi siapa saja agar dapat berjumpa dengan Tuhan. Buka hati untuk mendengarkan mereka yang menjerit dan menangis, yang tertindas dan hak-haknya dirampas agar mereka diajak masuk mendapat sukacita yang Tuhan berikan.
Mgr. Bernardus juga menyebut para pengungsi akibat konflik di Papua dan masyarakat di Merauke yang tanahnya diambil sebagai teriakan-teriakan yang harus didengar untuk berdialog.
Suasana Misa Pontifikal tersebut penuh dengan rasa syukur. Paduan suara gereja serta pelaksanaan liturgi yang indah menambah keistimewaan acara tersebut. Umat yang hadir merasakan kedamaian dan kekuatan spiritual melalui perayaan iman yang penuh dengan makna ini.
Selain itu, acara tersebut juga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antar umat di Keuskupan Timika, yang terus berkembang dalam kerukunan dan persatuan, meskipun dihadapkan pada tantangan besar dalam pelayanan di daerah yang luas dan penuh dinamika.
Dengan Misa Pontifikal ini, Keuskupan Timika semakin memperteguh komitmen pastoralnya untuk terus mendampingi umat dalam perjalanan iman mereka. Pembaharuan janji imamat juga menjadi pengingat bagi para imam dan umat untuk terus melangkah bersama dalam kasih dan pelayanan, menjadikan hidup mereka sebagai saksi Kristus yang nyata di tengah masyarakat.(JIMMY/ALO)







