STFT “FAJAR TIMUR” MELAKSANAKAN PERAYAAN SYUKUR PEMBUKAAN TAHUN AKADEMIK 2025/2026 DAN KULIAH UMUM
KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Sabtu, 9 Agustus 2025, Civitas Akademika STFT Fajar Timur melangsungkan perayaan syukur Pembukaan Tahun Akademik 2025/2026 melalui Perayaan Ekaristi dan kuliah umum. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh RP. Gregorius Arkian Wuwur, SVD (selebran utama), didampingi oleh RP. Konstantinus Bahang, OFM, RP. David Dafi, OFM, dan RD. Agustinus Tebay. Paduan suara disponsori oleh mahasiswa tingkat II (semester 3). Misa kudus ini dihadiri oleh seluruh civitas akademika.
Dalam homilinya, RP. Gregorius, SVD mengajak umat untuk menghayati iman baik dalam situasi suka maupun duka, sehingga melalui iman kita dapat menolong keselamatan jiwa mereka yang menderita. “Janganlah terlambat untuk menolong mereka yang membutuhkan pertolongan, demi kebaikan bersama sebagai satu Umat Allah di bumi,” pesannya.
Seusai misa, Ketua STFT Fajar Timur, Bruder Dr. Ino Ngari, OFM, menyampaikan ucapan selamat datang kepada RP. Gregorius, SVD, yang hadir sebagai utusan Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong untuk memimpin misa dan memberikan kuliah umum.
Dalam sambutannya, Bruder Ino menegaskan bahwa perkembangan zaman menuntut semangat akademik yang terus bertumbuh. Ia mengajak seluruh civitas untuk mengolah iman dan ilmu dalam doa, dengan duduk, tenang, berdiam diri, serta merenungkan Sabda Allah dalam keheningan dan penghayatan yang mendalam.

Setelah rehat sejenak, acara dilanjutkan dengan kuliah umum bertema “Peran Kitab Suci Dalam Tahun Pengharapan 2025” yang dimoderatori oleh RP. David, OFM, dan dibawakan oleh RP. Gregorius, SVD.
Dalam kuliah umum ini, RP. Gregorius menekankan pentingnya Kitab Suci sebagai sumber pertobatan, kekuatan, dan pengharapan. Ia mengulas sejarah studi Kitab Suci dalam Gereja, mulai dari pendekatan ilmiah, pengaruh Renaisans dan humanisme, hingga semangat Konsili Vatikan II.
Ia menegaskan bahwa dalam konteks Tahun Yubileum Pengharapan, Kitab Suci menjadi pedoman hidup dan sumber inspirasi, membuka pintu rahmat, memperkuat iman, dan menuntun umat pada pengharapan sejati dalam Kristus.
“Jadikanlah Kitab Suci sebagai pedoman hidup di tengah krisis nilai kemanusiaan. Biarlah kita menjadi Kitab Suci yang hidup, supaya umat mengalami belas kasih Allah dan keselamatan,” pesannya.
Acara ditutup dengan doa penutup dan makan siang bersama.*** SEBEDEUS MOTE (Mahasiswa Pascasarjana STFT “Fajar Timur”)







