EMPAT PERAYAAN IMAN WARNAI MISA SYUKUR DI PAROKI K3 DAMABAGATA
KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Minggu, 3 Agustus 2025, Suasana penuh sukacita, dukacita dan syukur pada Misa Hari Minggu Biasa ke XVIII di Gereja Katolik Paroki Kristus Kebangkitan Kita (K3) Damabagata, Dekenat Tigi, Keuskupan Timika. Misa Kudus yang dipimpin oleh Pastor Yoseph Ikikitaro, didampingi oleh Pastor Guntur, Pastor Frans Utii, dan Frater Aris Yeimo, menjadi momen istimewa karena dirangkaikan dengan empat perayaan iman sekaligus.
Keempat perayaan tersebut meliputi:
- Syukur 25 tahun hidup membiara Suster Rafaela Manalu, KSFL.
- Perpisahan dengan Pastor Yoseph Ikikitaro yang akan menjalani perutusan baru.
- Peringatan enam tahun wafatnya Mgr. John Philip Saklil, Uskup pertama Keuskupan Timika.
- Syukur atas kedatangan Frater Aris Yeimo yang akan membantu pelayanan pastoral di Paroki K3 Damabagata.
Perayaan ini juga dihadiri oleh para suster KSFL, para pewarta, Dewan Paroki, serta umat Paroki K3 Damabagata yang memenuhi gereja dalam suasana penuh kekeluargaan, kesakralan, dan kehangatan iman.
Dalam sesi pesan dan kesan, Diakon Frans Doo, selaku Pastor Paroki K3 Damabagata, menyampaikan terima kasih mendalam kepada Pastor Yoseph Ikikitaro atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di paroki K3 Damabagata. Ia juga mengucapkan selamat datang kepada Frater Aris Yeimo dan selamat atas kesetiaan panggilan yang dijalani Suster Rafaela selama 25 tahun hidup membiara.
Pastor Yoseph dalam sambutannya, menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih kepada Keuskupan Timika, rekan-rekan imam, Dewan Paroki, komunitas susteran KSFL, Tim Pastoral, dan seluruh umat atas dukungan dan kerja sama dalam pelayanan. Ia secara khusus juga menyampaikan terima kasih kepada Martinus Doo, Ketua STK Touye Paapaa, dan para dosen. Pastor Yoseph mohon diri karena akan memulai tugas baru sebagai dosen di STFT “Fajar Timur” Jayapura, dan memohon doa serta dukungan dari umat.
Sementara itu, dalam kesaksiannya, Suster Rafaela, KSFL mengungkapkan syukur dan kegembiraan atas 25 tahun panggilan hidup religiusnya.
“Bukan hal yang mudah, namun berkat bimbingan Tuhan dan dukungan banyak orang, saya boleh tetap setia dalam panggilan ini,” tuturnya. Ia juga mengajak Orang Muda Katolik yang merasa terpanggil untuk berani menanggapi panggilan hidup religius sebagai imam atau suster.
Setelah misa, seluruh umat melanjutkan santap kasih bersama. Empat peristiwa yang dirayakan menjadi simbol kasih, kesetiaan, dan semangat pelayanan dalam kehidupan Gereja Katolik Keuskupan Timika.
Umat Paroki K3 Damabagata diajak untuk terus melangkah bersama dalam iman yang hidup, pengharapan yang teguh, dan kasih yang nyata, sebagaimana semangat para pelayan dan pribadi-pribadi yang dirayakan hari ini. *** P. FRANS UTII, PR







