Majalah Gaiya

MEMBANGUN JIWA PERJUANGAN YANG BERMARTABAT: BELAJAR DARI MAHATMA GANDHI

Kamis, 04 Desember 2025 bertempat di Pastoran Paroki Idakebo-Dogiyai, Frater Martinus Degeuwobpu Tenouye menerima paket naskah bukunya yang sudah diterbitkan dan dicetak. Setelah membumikan jejak penanya pada buku “Sejenak Menjadi Bijak ala Diri Sendiri” (2024) saudara Frater Martinus Degewoubo Tenouye (Kopi Tua)  kini kembali menghadirkan sebuah bacaan menarik dengan judul “Membangun Jiwa Perjuangan yang Bermartabat. Belajar dari Mahatmah Gandhi” (2025).

Buku ini adalah buah intelektual Frater Tenouye yang kedua. Buku ini hendak menawarkan cara berjuang yang damai bagi bangsa Papua bertolak dari gerakan perjuanhan nir-kekerasan Gandhi. Mohandas Karamchand Mahatma Gandhi, lahir Prbandar, Gujarat,  India, 2 Oktober 1869 dan meninggal di New Delhi, India, 30 Januari 1948 pada umur 78 tahun.

Gandhi adalah seorang tokoh besar dunia yang sangat terpopuler karena semangat perjuangan tanpa kekerasan (ahimsa/nonviolence) di India. Gandhi acapkali dijuluki dengan nama Mahatma Gandhi yang jika ditilik secara etimologis berasal dari Bahasa Sangsekerta dengan arti “Jiwa Agung”.

Jiwa agungnya itu tampak selama 50 tahun ia memimpin gerakan perlawanan bangsa dan tanah airnya, India untuk merobohkan tembok penjajahan Inggris dengan cara dan jalan perdamaian, tanpa kekerasan sejak 1897 sampai 1947.

Tekad semacam ini yang hemat kami perlu menjadi teladan bagi semua jiwa manusia yang mendambakan damai dan cinta mekar sebagai hawa yang melingkupi bumi, terutama bagi Papua yang masih berziarah menuju gerbang tanah damai Papua baru. Barangkali inilah pergumulan frater Martinus Degeuwobou melalui bukunya ini.

Fr Martinus berpose bersama karya barunya.

Frater Tenouye, melalui karyanya ini mengimajinasikan jiwa-jiwa bangsa Papua yang agung, luhur, dan berkeutamaan sebagai jalan menujur perjuangan yang lebih bermartabat, demikian tesis frater Tenouye.

Buku kedua dari saudara Frater Martinus Degeuwobou Tenouye, S.S ini mengulas tentang sosok Mahatma Gandhi, tentu bukan tokoh yang asing lagi bagi kita, paling tidak pandangan umum mengenalnya sebagai tokoh kemerdekaan bangsa India, namun rupanya tidak sebatas itu.

Gandhi meninggalkan warisan nilai hidup yang teramat kaya dan sarat nilai bagi peradaban bangsa-bangsa, selain bangsanya, India.

Semua orang dari ragam bangsa sudah, sedang dan selalu berguru pada sang bijak yang memiliki “jiwa yang agung” itu. Dalam ulasan bukunya ini Frater Tenoue hendak menggumuli beberapa nilai falsafah yang ditinggalkan Gandhi, seperti Satyagraha (sikap nonkooperatif terhadap pihak asing), Ahimsa (perjuangan nir-kekerasan), Hartal (mogok kerja) dan Swadeshi (boikot produk luar).

Harapannya bangsa Papua, teristimewa orang-orang dan organ-organ yang bergerak dalam betangan pilar perlawanan, perjuangan, dan pergerakan sedikitnya dapat menimbah air inspirasinya dari sumur perjuangan Gandhi.

Sinopsis Buku

Penulis: Martinus Degeuwobou Tenouye S.S

Sambutan: Siorus Ewainaibi Degei S.S

Penerbit: Edited Press, Yogyakarta

ISBN: 978-0-4356-5678—5

Cetakan I: November 2025

Tebal: 135

Harga: 100rb

Narahubung: +62 821-1329-9030 (via WA)

Semoga sedikit ulasan Saudara Martinus Degeuwobou Tenouye tentang perjuangan panjang tanpa kekerasan yang dipelopori oleh Mohandas Karamchand Gandhi (Mahatma Gandhi) dari India ini menjadi salah satu referensi yang bisa digunakan oleh semua bangsa dalam memperjuangkan keadilan dan kebenarannya bagi setiap bangsa, terutama bagi bangsa Papua yang masih berziarah dan berjuang melawan penjajahan bangsa Indonesia dan sekutunya. Kami menyambut baik hadirnya buku dari seorang calon imam di Keuskupan Timika ini.

Penulis: Fr. Siorus Ewainaibi Degei

Admin Komsos 1
Author: Admin Komsos 1

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button