Majalah Gaiya

RIWAYAT HIDUP DIAKON MATIAS FRANSISKUS IYAI

Pelayan Setia Gereja Katolik Tanah Papua

KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Gereja Katolik di Tanah Papua kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Diakon Matias Fransiskus Iyai, diakon tetap Keuskupan Jayapura, berpulang pada Desember 2025. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai sosok sederhana, penuh pengabdian, dan menjadi perintis pelayanan pastoral di berbagai wilayah pedalaman Papua.

Masa Awal dan Pendidikan

Diakon Matias Fransiskus Iyai lahir di Timeepa, 1 April 1958. Masa kecilnya ditempa dalam lingkungan keluarga sederhana yang kuat dalam iman. Ia menempuh pendidikan dasar di SD YPPK Timeepa dan menyelesaikannya pada 1972. Ia kemudian melanjutkan ke SMP YPPK St. Paulus Abepura, dan lulus pada 1975.

Panggilan pelayanannya makin terlihat ketika ia masuk SPG Teruna Bakti Waena (angkatan 1978/1979), sebelum akhirnya menempuh studi filsafat dan teologi di STFT Fajar Timur Jayapura (1979–1984), yang saat itu masih bernama STTK.

Formasi Gerejawi dan Tahbisan Diakonat

Setelah menjalani pembinaan calon diakon sesuai ketentuan Keuskupan Jayapura, Matias Iyai ditahbiskan sebagai Diakon Tetap pada awal tahun 1980-an. Ia berada dalam angkatan yang sama dengan sejumlah tokoh gereja lainnya seperti Daniel Butu, Obeth Badi, Pastor Natto Gobai, Anton Tekege, dan Pastor Yustinus Rahangiar.

Pelayanan Pastoral: Dari Pegunungan Bintang Hingga Nabire

Jejak pelayanan Diakon Matias terentang luas di tanah Papua (wilayah keuskupan jayapura dan keuskupan Timika), terutama di wilayah-wilayah pedalaman yang membutuhkan kehadiran pastoral Gereja.

  1. OKSIBIL – Pegunungan Bintang (1983–1988)
    Tugas perdananya dijalani di perbatasan dan wilayah pedalaman Oksibil. Ia melayani umat di stasi-stasi terpencil, menjalankan tugas liturgi, pendampingan umat, serta administrasi gerejawi tingkat lokal.
  2. WAMENA – Kimbim & Elagaima (1988–1993)
    Di tempat ini nama Diakon Matias Iyai mulai dikenal luas. Menggantikan Diakon Yulianus Degei, ia menjadi pelayan utama umat Kimbim dan Elagaima. Dedikasinya terasa kuat melalui pelayanan keluarga, penguatan komunitas kampung, hingga pendampingan pastoral lintas wilayah di Lembah Baliem.
  3. PAROKI KRISTUS JAYA KOMOPA – PANIAI (1993–1997)
    Ia kembali diutus ke wilayah Mee-Pago, menggantikan Diakon Piet Waine. Selama empat tahun, ia aktif dalam katekese, koordinasi lingkungan, serta pembinaan iman umat di berbagai stasi.
  4. TOPO (1998–1999)
    Meskipun singkat, penugasan ini menjadi masa transisi penting dalam perjalanan pastoral keuskupan, dan ia tetap menjalankannya dengan penuh komitmen.
  5. NABIRE – Gereja Kristus Raja Malompo (2000–2019)
    Nabire menjadi tempat pengabdiannya yang paling panjang. Diakon Matias menjadi figur penting dalam pelayanan pastoral keluarga, liturgi, dan pendampingan kategorial. Ia menyelesaikan masa pelayanannya hingga pensiun pada tahun 2019.

Kontribusi bagi Gereja dan Masyarakat

Sebagai seorang Diakon Tetap, Matias Fransiskus Iyai memberikan kontribusi besar bagi Gereja Keuskupan Jayapura, Keuskupan Timika dan umat Katolik Papua. Ia dikenal karena:

  • kesetiaannya dalam pelayanan liturgi dan pewartaan,
  • pengabdian di wilayah pedalaman dan daerah sulit,
  • perannya dalam administrasi paroki,
  • upaya membangun komunitas umat di kampung-kampung,
  • komitmennya terhadap pembinaan iman keluarga dan umat kecil.

Banyak kalangan menyebutnya sebagai salah satu diakon perintis bagi wilayah Mee, Moni, Pegunungan Bintang, dan Lembah Baliem.

Perpisahan dalam Doa

Misa requiem untuk almarhum dilaksanakan pada 7 Desember 2025 pukul 12.00 WIT di Gereja Kristus Raja Malompo, Keuskupan Timika, dipimpin para imam bersama umat dan keluarga. Gereja menghantar pelayan setia ini dalam liturgi pemakaman menurut tata perayaan Gereja Katolik.

Warisan Pengabdian

Riwayat hidup Diakon Matias Fransiskus Iyai adalah kisah kesederhanaan dan ketekunan. Ia menghabiskan hidupnya untuk melayani umat, menjangkau daerah-daerah yang tidak mudah dijangkau, dan mempersembahkan seluruh tenaganya demi pewartaan Injil.

Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam, namun juga warisan spiritual yang kuat bagi Gereja dan umat yang pernah dilayaninya. *** ELIAS AWEKIDABI GOBAY

Admin Komsos 1
Author: Admin Komsos 1

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button