KRISMA DI AGIMUGA: USKUP BERNARD TEGASKAN PANGGILAN MENJADI MISIONARIS KRISTUS
KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Sebanyak 276 krismawan dan krismawati menerima Sakramen Krisma dari Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA, dalam Misa Kudus yang berlangsung di Gereja Katolik Paroki Kebangkitan Agimuga, Kamis, 4 Desember 2025. Suasana perayaan berlangsung meriah, penuh syukur, dan diwarnai semangat pembaruan iman.
Dalam homilinya, Mgr. Bernardus mengajak para krismawan untuk semakin menyadari kasih Allah yang selalu hadir dan menyertai perjalanan hidup umat-Nya.
“Allah adalah Bapa yang senantiasa menjaga kita. Ia adalah Emanuel—Allah yang selalu hadir dalam hidup, jiwa, roh, dan hati kita,” ujar Uskup.
Uskup Bernardus menegaskan bahwa Sakramen Krisma menandai kedewasaan iman yang mengantar setiap orang untuk semakin menghayati visi Allah dan misi Allah.
“Kita diterima oleh Kristus dan dijadikan milik-Nya. Kristus adalah milik kita, dan kita adalah milik-Nya. Ia mempelai kita, dan kita adalah buah cinta-Nya. Karena itu, jadikanlah Kristus sebagai milik kita di mana saja dan kapan saja,” tegasnya.
Dalam nada pastoral yang tegas namun penuh kasih, Uskup mengingatkan para krismawan agar meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang merusak kesehatan, relasi, dan masa depan.
Ia mengajak kaum muda untuk mengatur pola hidup, menjauhi kebiasaan buruk, dan menata diri dalam kejujuran.
“Mulai hari ini, penerima Krisma harus hidup jujur. Jangan tipu diri, jangan tipu orang lain. Jangan berkata masih bujang padahal sudah menikah,” pesan beliau.
Uskup juga menyinggung berbagai kebiasaan tidak sehat yang marak di Papua dan mengajak umat untuk saling menegur dengan kasih serta menolong mereka yang hidup dalam ketergantungan atau perilaku merusak diri.
Uskup Bernardus menekankan bahwa setiap orang yang telah menerima Krisma dipanggil menjadi misionaris Kristus—saksi Injil di tengah masyarakat.
“Setiap orang diberi otoritas oleh Tuhan untuk melayani, mencintai, mengajar kebenaran, dan menghadirkan Kerajaan Allah. Kita semua diutus untuk mewartakan Injil,” ungkapnya.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa panggilan ini tidak selalu mudah.
“Yesus mengutus kita seperti domba di tengah serigala. Banyak tawaran dunia yang bisa menyesatkan. Ingat, dunia bukan tujuan kita; dunia adalah tempat kita membangun Kerajaan cinta dan kasih Allah,” tambah Uskup.
Mengakhiri homilinya, Uskup mengajak seluruh umat, terutama para krismawan, untuk menjadi pribadi yang membawa harapan dan keselamatan bagi sesama.
Ia meminta kaum muda menjauhi alkohol, zat berbahaya, serta gaya hidup merusak, sambil saling menolong untuk kembali ke jalan yang benar.
“Selamatkanlah sesama. Minimal satu orang selamatkan tiga orang. Doakan mereka yang hidupnya tersesat. Dan kepada para pejabat, ingatlah untuk setia pada keluarga dan menjaga tanah ini. Hutan tidak boleh habis demi kepentingan satu-dua orang,” tutup Uskup.
Perayaan berakhir dengan penuh sukacita. Para krismawan dan seluruh umat kembali ke rumah masing-masing dengan semangat baru untuk menghidupi iman dan membawa damai Tuhan ke tengah keluarga serta komunitas.***JIMMY & ALLO







