EMAWA BAGI TUNGKU API PENDIDIKAN DAN PASTORAL DI TANAH KONFLIK
KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Ketua Perwakilan Sub Wilayah (PSW) atau Perwakilan Sub Wilayah Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (PSW) Dekenat Kamuu-Mapia melaksanakan Ibadah Pemberkatan Gedung Kantor pada Rabu, 25 Februari 2026, Moanemani-Dogiyai. Ibadah Pemberkatan ini dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernadus Bofitwos Baru, OSA. Dalam kesempatan kunjungan pastoralnya ke Paroki St. Petrus Mauwa, Uskup Bernard dimintai oleh pengurus PSW untuk berkenan memimpin ibadah pemberkatan gedung Kantor yang mereka bangun dalam kurun waktu tiga bulan belakang ini.
Ibadah Pemberkatan Kantor PSW dengan ukuran 8×12 ini dimulai sekitar jam 14:50 WP. Uskup dan rombongannya datang dari Pastoran Mauwa yang letaknya tidak begitu jauh dari lokasi gedung kantor PSW yang memiliki dua lantai dengan enam ruangan dan satu ruang pertemuan.
Dengan menggunakan mobil, Uskup dan rombongan tiba di gedung kantor baru. Para pengurus PSW, para Kepala Sekolah Katolik (SD dan SMP), Pengurus Dekenat KAMAPI, Kordinator Wilayah, Ketua-Ketua Dewan Paroki beserta beberapa Pastor Paroki, Para guru-guru YPPK, dan para siswa dari SMP YPPK St. Fransiskus Asisi Moanemani telah lebih memadati lingkungan Kantor yang merengut biaya hingga 1 miliar 6 ratus juta.
Dalam kata sambutannya Ketua PSW Dekenat Kamuu-Mapia, Pastor Bennyamin Magay, Pr., menyampaikan ucapan terimkasih kepada berbagai pihak (Tuhan, Keuskupan, Dekenat, donatur, dan lainnya) yang telah turut serta membantu tim pembangunan Kantor ini. Kantor ini dibangun sebagai rumah bagi pendidikan dan pastoral.
Bangunan ini bukan saja diperuntukkan bagi yayasan (PSW), Kantor ini pun dimaksudkan sebagai kantor Dekenat. Kantor ini akan dibagi dua fungsinya, ia menjadi pusat pendidikan dan pusat pastoral. Sebab selama ini dua lembaga vital dalam kehidupan manusia ini belum memiliki rumah yang layak. Kantor Dekenat masih meminjam salah satu ruang di Biara Susteran DSY, sementara PSW masih menggunakan sebuah ruangan di lingkungan SMP YPPK St. Fransiskus Asisi. Melihat situasi dan kondisi semacam ini, maka sebagai Ketua PSW yang baru kala itu Pater Benny dan stafnya juga bersama dengan Dekan yang baru, Pastor Rufinus Maday, Pr., memikirkan untuk pendirian sebuah Kantor yang kelak dijadikan sebagai pusat pendidikan dan pastoral di Kabupaten Dogiyai. Maka sebuah lahan kosong di lingkungan misi sekitar Gereja Immakulata Moanemani dijadikan sebagai lokasi pembangunan kantor PSW yang baru. Perjuangan pembangunan berjalan selama hampir 2 tahun lebih. Gedung permanen pun akhirnya berdiri kokoh dan megah di pusat kota Dogiyai. Mengakhiri masa purna tugasnya di Dekenat Kamuu-Mapia, baik sebagai Pastor Paroki Mauwa, Ketua PSW, Dosen STK Touye Paapa, dan Moderator Pemuda Katolik (PK), maka Pastor Benny beriktihar untuk segera memberkati gedung yang akan mempunyai nilai penting bagi pendidikan dan pastoral di wilayah Kabupaten Dogiyai. Alhasil rencana Pastor Benny ini pun terealisasi pada Rabu, 25 Februari 2026. Di bawah guyuran hujan dan awan gemawan yang mendung sebagai replikasi situasi Dogiyai yang mencekam, Uskup Timika, Mgr. Bernadus Bofitwos Baru, OSA memberkati gedung PSW.

Seperti yang sudah kita sentil di tubuh tulisan ini bahwa Bangunan Kantor PSW yang baru ini para pionirnya persembahkan bagi dunia pendidikan dan dunia pastoral di tanah Dogiyai. Emawa sendiri adalah sebuah konsep lokal masyarakat Mee yang merujuk pada sebuah ruang atau tempat yang dijadikan sebagai pusat kehidupan bersama. Emawa adalah tempat bagi manusia untuk duduk bersama, berbicara bersama, memutuskan bersama, dan melakukan bersama. Emawa adalah simbol kehidupan yang penuh dialog, persatuan, dan kekuatan. Bila terjadi masalah-masalah yang rumit terpecahkan, orang-orang akan pergi ke emawa untuk memecahkan masalah-masalah yang ada, di emawa masa lalu akan selalu kristal, masa kini menjadi penuh makna, dan masa depan lebih memiliki harapan cerah.
Dalam konteks Pembangunan Kantor PSW, Pastor Benny dan kelompoknya berikhtiar untuk menjadikan Kantor ini sebagai emawa bagi pendidikan dan misi pastoral. Artinya bahwa segala urusan yang berkaitan dengan pendidikan Katolik dan misi Pastoral Gerejani di wilayah Dekenat Kamuu-Mapia kesemuanya dibahas, diputuskan, dan diselesaikan di “emawa” Kantor PSW-Dekenat. Emawa Kantor PSW-Dekenat ini diharapkan menjadi rumah yang baik bagi pengurus pendidikan Katolik dan tim pastoral Dekenat KAMAPI.
Peran strategis dan peran kritis Kantor PSW di tengah gelembung asap konflik yang acapkali mengepul di langit-langit hingga di hari-hari warga Dogiyai menjadi relevan. Memupuk benih-benih pendidikan dan benih-benih iman di tanah penuh bara konflik bukanlah perkara yang ringan. Banyak sekolah di Dogiyai terancam gulung tikar lantaran api konflik yang tak kunjung menemui titik terang penyelesaian. Sekolah-sekolah Katolik pun tidak luput dari ancamana gulung tikar. Konflik selalu menjadi dalil atau alasan kuat untuk tidak menjalankan sistem kependidikan secara wajar. Banyak guru menjadikan konflik sebagai landasan legitim mereka untuk tidak pergi ke sekolah dan mengajar. Ketika konflik terjadi banyak guru memilih mengungsi ke kota yang aman. Alhasil aktivitas belajar-mengajar menjadi korban. Merespons soal-soal semacam ini maka dengan ada dan hadirnya gedung kantor PSW sebagai “emawa” bersama menjadi tabib ajaib yang memberi harapan bahwa pendidikan dan misi pastoral di wilayah konflik, Dogiyai tidak akan pernah mati, ia akan terus berdenyut dan bernyawa karena apinya akan selalu dihangatkan dan dinyalakan dari pusat kantor PSW menyebar segala penjuru pos pendidikan dan pos pelayanan Injil.
Upacara Pemberkatan Kantor PSW ini diakhiri dengan acara ramah-tama, doa makan dipimpin oleh Uskup. Usai doa makan, para guru, para siswa, dan umat yang hadir memanfaatkan kesempatan berahmat ini untuk memohon doa dan berkat dari tangan suci Uskup Bernadus Bofitwos Baru OSA. *** FR. SIORUS EWAINAIBI DEGEI




