Majalah GaiyaWarta Paroki

SAFARI KEDUA HARI DOA KAKEK-NENEK DAN LANSIA DI PAROKI SANTA SISILIA SP2 TIMIKA

KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Sekitar 90 lanjut usia (lansia) mengikuti Safari Kedua Hari Doa Kakek-Nenek dan Lansia yang diselenggarakan di Paroki Santa Sisilia SP2 Timika, Minggu (14/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Doa Sedunia Kakek-Nenek dan Lansia yang ke-6 dengan mengusung semangat agar para lansia tetap produktif, sehat, dan bahagia.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi Hari Minggu Biasa ke-XI, kemudian dilanjutkan dengan seminar kesehatan, pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis, senam lansia, berbagi pengalaman hidup, serta ramah tamah.

Dalam seminar kesehatan, dr. Shinta membuka materinya dengan sebuah pesan yang menginspirasi.

“Menjadi tua itu pasti. Menjadi tua yang produktif, sehat, dan bahagia harus dipersiapkan,” ungkapnya di hadapan para peserta.

Hari Doa Kakek-Nenek dan Lansia tahun ini mengangkat tema universal yang ditetapkan oleh Bapa Suci Paus Leo ke-XIV, yaitu: “I Will Not Forget You” atau
“Aku tidak akan melupakan engkau” (Yesaya 49:15).

Tema tersebut tidak hanya diangkat dalam homili, tetapi juga diwujudkan melalui pemasangan spanduk dan dekorasi bertema lansia di berbagai sudut Paroki Santa Sisilia, mulai dari halaman gereja, pintu masuk, aula paroki, hingga bagian dalam gereja. Dekorasi yang menampilkan sosok dua orang lansia menciptakan suasana hangat sekaligus mengingatkan umat akan pentingnya menghormati dan merawat orang-orang lanjut usia.

Pastor Paroki Santa Sisilia SP2 Timika, Pastor Ibrani Gwijangge.

Melalui tema ini, umat diajak menghidupi pesan Bapa Suci agar tidak pernah melupakan para lansia yang merupakan akar kehidupan keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Dalam Perayaan Ekaristi, para lansia juga menerima Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Sebelum penerimaan sakramen, imam menjelaskan makna liturgis pengurapan agar umat tidak lagi memiliki anggapan keliru bahwa sakramen tersebut hanya diberikan kepada orang yang akan meninggal dunia.

Imam membacakan doa liturgi:

“Semoga berkat pengurapan kudus ini Tuhan yang Maharahim membantu saudara dengan kekuatan Roh Kudus. Semoga saudara dibebaskan dari dosa, diteguhkan dalam penderitaan, dan diselamatkan.”

Penjelasan tersebut disambut baik oleh para lansia sehingga mereka menerima sakramen dengan penuh iman dan sukacita.

Pada sesi seminar, dr. Shinta bersama dr. Kadek Dian Lestari menjelaskan bahwa bertambahnya usia menyebabkan fungsi saraf semakin menurun sehingga lansia rentan mengalami neuropati, yaitu gangguan pada sistem saraf yang dapat menimbulkan kesemutan, rasa baal, nyeri, gangguan keseimbangan, hingga penurunan koordinasi tubuh.

Karena itu, para lansia dianjurkan untuk terus menstimulasi kesehatan fisik dan mental dengan tetap aktif bergerak, berolahraga secara teratur, menjaga pola makan, memperbanyak interaksi sosial, melatih daya ingat melalui berbagai permainan sederhana, serta rutin memeriksakan kesehatan ke puskesmas atau rumah sakit.

Selain seminar, peserta juga mengikuti senam lansia serta berbagi pengalaman mengenai cara menjaga kesehatan setelah mengalami berbagai penyakit.

Kegiatan ini sekaligus melahirkan kesadaran bersama akan pentingnya membentuk komunitas dan Posyandu Lansia di setiap paroki sebagai wadah pembinaan kesehatan dan pendampingan pastoral bagi umat lanjut usia.

Aula Paroki Santa Sisilia yang masih dalam tahap pembangunan disulap menjadi ruang pelayanan kesehatan. Para tenaga medis dari Puskesmas setempat dan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) melayani pemeriksaan kesehatan bagi para lansia.

Tiga dokter spesialis turut ambil bagian dalam pelayanan tersebut, yakni dr. Shinta (Spesialis Saraf), dr. Kadek Dian Lestari (Spesialis Penyakit Dalam), dan dr. Bernardus Sugoro (Spesialis Kebidanan dan Kandungan). Selain pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat sesuai kebutuhan, panitia juga menyediakan bubur kacang hijau dan makan siang bagi seluruh peserta.

Suasana penuh keakraban tampak terjalin antara Pastor Paroki, Pastor Ibrani Gwijangge, tim Seksi Kerasulan Keluarga, Seksi Kesehatan, para dokter, tenaga medis, panitia, serta seluruh peserta.

Melalui kegiatan ini, Gereja menunjukkan kehadirannya secara nyata, bukan hanya melalui pelayanan liturgi di altar, tetapi juga melalui pelayanan kasih kepada mereka yang membutuhkan perhatian, khususnya para lanjut usia.

Safari Kedua Hari Doa Kakek-Nenek dan Lansia ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan seluruh umat bahwa para lansia merupakan sumber kebijaksanaan, pengalaman hidup, dan akar iman yang perlu dihormati, didampingi, serta dicintai. Dengan kepedulian bersama, para lansia diharapkan tetap hidup sehat, produktif, bahagia, dan terus menjadi berkat bagi keluarga, Gereja, dan masyarakat.***Y. HARYOTO, SCJ

Admin Komsos 1
Author: Admin Komsos 1

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button