Warta Paroki

15 ANAK TERIMA KOMUNI PERTAMA DI GEREJA SANTA MARIA BIAK PADA HARI RAYA CORPUS CHRISTI

KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Suasana penuh sukacita menyelimuti Gereja Santa Maria Biak pada Minggu (7/6/2026), bertepatan dengan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Corpus Christi). Dalam Misa Kudus yang berlangsung khidmat, sebanyak 15 anak menerima Sakramen Ekaristi Kudus untuk pertama kalinya, sebuah tonggak penting dalam perjalanan iman mereka.

Sejak pagi, gereja dipenuhi umat yang datang bukan hanya untuk merayakan Corpus Christi, tetapi juga untuk mendukung anak-anak yang melangkah ke altar menerima Tubuh dan Darah Kristus. Kehadiran keluarga, para suster, serta umat paroki menambah hangatnya suasana, menjadikan perayaan ini momen kebersamaan yang tak terlupakan.

Dalam homilinya, Pastor Paroki Santa Maria Biak, Pastor Sebastianus Ture Liwu, Pr., menegaskan makna mendalam Ekaristi sebagai pusat kehidupan iman. Ia mengingatkan umat bahwa setiap kali menerima komuni, mereka sungguh berjumpa dengan Kristus yang hadir nyata, bukan sekadar simbol roti dan anggur. “Misteri Tubuh dan Darah Kristus adalah puncak iman kita. Dari Ekaristi kita memperoleh kekuatan rohani dan dipersatukan dengan Kristus serta sesama,” ujarnya.

Pastor Sebastianus juga menekankan pentingnya persiapan batin sebelum menerima komuni, mengacu pada ajaran Rasul Paulus dalam Surat Pertama kepada Jemaat di Korintus, “Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan, serta mendatangkan hukuman bagi dirinya.” (1Kor 11:26-27). Ia mengingatkan bahwa komuni harus disambut dengan hati yang bersih dan penuh hormat, agar sungguh menjadi perjumpaan yang menyelamatkan.

Wajah ceria para penerima Komuni Pertama tampak jelas sepanjang perayaan. Setelah melalui masa katekese dan pendalaman iman, mereka kini dapat mengambil bagian penuh dalam perayaan Ekaristi. Bagi keluarga dan umat paroki, momen ini menjadi sumber kebanggaan sekaligus pengingat akan pentingnya Ekaristi sebagai sumber kekuatan hidup rohani.

Perayaan ditutup dengan doa syukur bersama, diikuti ramah tamah sederhana. Dalam kesempatan itu, para penerima komuni pertama menerima surat tanda Komuni Pertama serta rosario sebagai kenang-kenangan. Kehangatan perjumpaan antara keluarga, pastor, dewan paroki, para suster, dan pembina menegaskan kembali semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas Gereja.

Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus tahun ini meninggalkan kesan mendalam bagi umat Paroki Santa Maria Biak. Bagi 15 siswa, perayaan ini akan selalu dikenang sebagai langkah awal menuju kedewasaan iman; bagi seluruh umat, sebuah pengingat bahwa Ekaristi adalah sumber dan puncak kehidupan Kristiani. ***SANG MUSAFIR

Admin Komsos 1
Author: Admin Komsos 1

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button