Warta Paroki

SAFARI LANSIA PAROKI KATEDRAL TIGA RAJA: TUJUH SABDA PENUH MAKNA

STSM: Semakin Tua Semakin Manis

TIMIKA, KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Safari IV Hari Doa Kakek Nenek dan Lansia di Paroki Tiga Raja (Gereja Katedral) Keuskupan Timika berlangsung dalam suasana hangat dan penuh sukacita, Minggu (12/6/2026). Sekitar 200 lansia hadir mengikuti Ekaristi pukul 09.00 bersama umat lainnya dengan tiga imam yang berkonselebrasi.

Perayaan kali ini tampil berbeda dari tiga safari sebelumnya. Jika biasanya para lansia menerima pengurapan minyak suci, pada Safari IV ini fokus pastoral diarahkan pada refleksi dan berbagi pengalaman hidup. Homili dikemas dalam bentuk talkshow yang dipandu oleh Pater Beny dengan menghadirkan empat narasumber, yakni dua umat awam lansia dan dua imam lansia.

Ibu Basilia, yang telah berusia lebih dari 70 tahun, mengungkapkan rasa syukurnya karena masih dapat melihat keberhasilan anak dan cucunya serta tetap aktif dalam kegiatan Gereja. Namun, ia mengakui ada saat-saat yang membuatnya sedih ketika anak dan cucu tidak mau mendengarkan nasihat orang tua.

Sementara itu, Bapak Andreas Hindom merasa bangga karena di usia lanjut ia masih sehat dan dapat melayani sebagai prodiakon. Di balik rasa syukur itu, ia menyimpan kekhawatiran jika harus meninggal sebelum melihat anak cucunya hidup baik sebagai orang Katolik.

Pater Amandus lebih banyak berbicara tentang sukacita yang ia alami. Menurutnya, perhatian umat terhadap kebutuhan hidup dan kesehatannya menjadi tanda kasih yang mendalam. Ia juga bersyukur karena Bapa Uskup menempatkan Pater Beny di paroki tersebut untuk meneruskan estafet pelayanan. Satu hal yang sedikit mengecewakan baginya adalah kenyataan bahwa usia membuatnya tidak lagi selincah ketika memulai pelayanan di paroki itu pada tahun 2004.

Adapun Pater Yohanes bersyukur karena masih diberi kesehatan, senang berdoa, dan merasakan kasih dari banyak orang. Ia menyampaikan keprihatinannya ketika melihat sebagian anak muda kehilangan arah hidup serta beberapa lansia yang masih bergulat dengan kecemasan. Kerinduannya sederhana: STSM – Semakin Tua Semakin Manis.

Menutup sesi dialog, Pater Beny mengajak umat untuk bersyukur atas kehadiran para lansia. “Mereka adalah sumber karunia kebijaksanaan dan iman. Kita pantas menghormati mereka, meneladan kesetiaan mereka, dan meneruskan perjuangan mereka,” ujarnya.

Dalam Ekaristi tersebut, Pater Amandus juga membagikan “Tujuh Sabda untuk Lansia” yang lahir dari pengalaman hidupnya sendiri. Ketujuh pesan itu adalah: tetap aktif bergerak, memperhatikan pola makan, menjaga berat badan ideal, tidur yang berkualitas, mengelola stres, merawat hubungan sosial, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Ia menekankan prinsip sederhana: “Lebih baik menjaga daripada menunggu masalah muncul.”

Usai Ekaristi, kegiatan dilanjutkan di pendopo samping gereja dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilayani tenaga medis dari puskesmas terdekat. Para lansia kemudian mengikuti rekreasi bersama yang dipandu Sr Agnes KSFL. Suasana semakin meriah dengan permainan, gerak dan lagu, pembagian suvenir, serta makan bersama.

Safari IV Hari Doa Kakek Nenek dan Lansia ini menegaskan pentingnya perhatian pastoral yang berkelanjutan bagi kaum lansia. Mereka bukan hanya kelompok yang perlu dilayani, tetapi juga guru iman yang mewariskan kesetiaan, pengorbanan, dan kebijaksanaan hidup kepada generasi muda.

“Pastoral bagi kaum lansia perlu terus diperhatikan agar kesehatan, sukacita, iman, dan harapan mereka tetap terpelihara. Gereja perlu terus memberi ruang bagi mereka untuk berbagi pengalaman dan menjadi teladan bagi generasi muda,” demikian pesan yang mengemuka dalam perayaan tersebut.(P. Y. HARYOTO SCJ)

 

Admin Komsos 1
Author: Admin Komsos 1

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button