SAMBUT HARI DOA SEDUNIA KAKEK-NENEK DAN LANSIA, KOMISI KELUARGA DEKENAT MIMIKA AGIMUGA GELAR SAFARI PASTORAL DI LIMA PAROKI
KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Bapa Suci Fransiskus telah menetapkan bahwa setiap Minggu keempat bulan Juli diperingati sebagai Hari Doa Sedunia untuk Kakek-Nenek dan Lansia (World Day for Grandparents and the Elderly). Bapa Suci meminta agar seluruh Gereja memberi perhatian khusus kepada para kakek-nenek dan lansia serta menghargai peran mereka dalam keluarga dan pewarisan iman. Sikap ini juga menjadi komitmen Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) Tahun 2025 sebagaimana tercantum dalam dokumen nomor 24–26.
Yang tergolong kakek-nenek dan lansia adalah mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Ketetapan ini telah berlaku sejak tahun 2021. Untuk tahun 2026, perayaan tersebut jatuh pada Minggu, 26 Juli 2026. Tanggal ini bertepatan dengan pesta Santo Yoakim dan Santa Anna, yang menurut tradisi Gereja merupakan kakek-nenek Yesus. Tema yang dipilih oleh Paus Leo XIV untuk Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia Tahun 2026 adalah: “Aku tidak akan pernah melupakan engkau” (Yesaya 49:15).
Sehubungan dengan Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia tersebut, Komisi Keluarga KWI telah mengedarkan himbauan yang kemudian diteruskan oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A. kepada Komisi Keluarga Keuskupan Timika dan paroki-paroki di seluruh Keuskupan Timika agar memberikan perhatian khusus kepada mereka.
Komisi Keluarga Dekenat Mimika Agimuga menanggapi seruan tersebut dengan mengadakan rapat para koordinator Seksi Kerasulan Keluarga paroki se-Dekenat bersama tim Komisi Keluarga Dekenat pada tanggal 10 Mei 2026. Dalam rapat tersebut disepakati untuk mengadakan safari kegiatan Hari Doa Kakek-Nenek dan Lansia di lima paroki yang berada di Kota Timika. Agenda kegiatan ditetapkan sebagai berikut: Minggu, 7 Juni di Paroki Santo Petrus SP 3; 14 Juni di Paroki Santa Sisilia SP 2; 21 Juni di Paroki Emanuel Mapurujaya; 28 Juni di Paroki Santo Stefanus Sempan; dan puncaknya di Paroki Katedral Tiga Raja Timika pada 26 Juli 2026.
Safari pertama dilaksanakan pada Minggu, 7 Juni 2026, di Paroki Santo Petrus SP 3. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi Misa bersama umat, di mana para kakek-nenek dan lansia menerima Sakramen Perminyakan Suci. Homili difokuskan pada pesan Bapa Suci Paus Leo XIV dengan tema: “Aku tidak akan pernah melupakan engkau” (Yes. 49:15).
Selanjutnya, diadakan seminar selama satu jam dengan tema “Lansia Produktif, Sehat, dan Bahagia” yang dibawakan oleh dr. Shinta, seorang dokter spesialis saraf dari RSUD Mimika. Setelah itu dilaksanakan pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis dari puskesmas setempat bersama dr. Eko selaku Seksi Kesehatan Paroki. Kegiatan ditutup dengan makan bersama.
Jumlah kakek-nenek dan lansia yang mengikuti kegiatan ini sekitar 40 orang, sedangkan yang terlibat dalam pelayanan berjumlah lebih dari 20 orang. Mereka tampak sangat antusias dan gembira. Kegiatan ini menjadi momen yang sangat baik untuk mewujudkan Gereja yang saling melayani, khususnya bagi mereka yang telah banyak berjasa, namun kini memasuki usia lanjut, mengalami kelemahan fisik, tidak jarang sakit, kesepian, tersisihkan, bahkan hidup dalam keterbatasan ekonomi.
dr. B. Sugoro dari RSUD Mimika dan Ibu Nelly dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menjadi penghubung antara Gereja dan Pemerintah. Diharapkan di setiap paroki dapat terbentuk Komunitas Lansia yang memiliki Posyandu Lansia serta program-program terencana yang memberi perhatian kepada umat lansia maupun pralansia (usia 50–59 tahun). Tujuannya adalah mendampingi, mempersiapkan, dan merawat umat dalam memasuki usia lanjut sebagaimana diharapkan oleh Bapa Suci.
Program tersebut dapat mencakup pemeriksaan kesehatan rutin, misalnya setiap bulan, senam lansia, seminar kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan usia lanjut, doa bersama, pendalaman iman, serta pelayanan pastoral yang secara khusus ditujukan bagi umat lansia agar mereka semakin bertumbuh dalam kualitas hidup, baik secara manusiawi maupun dalam iman Katolik.
Semoga pelayanan pastoral khusus yang sedang dirintis ini dapat terus berlanjut berkat kerja sama dan dukungan Bapa Uskup, Pater Deken, para pastor paroki, serta seluruh umat beriman. *** RP. Y. HARYOTO, SCJ (SEKT. KOMKEL KEUSKUPAN TIMIKA)




