Majalah GaiyaWarta Paroki

UMAT KATOLIK DEKENAT TELUK CENDERAWASIH DORONG 22 MEI JADI HARI MISI KATOLIK DI TANAH PAPUA

KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Jumat, 22 Mei 2026, Umat Katolik di Dekenat Teluk Cenderawasih merayakan 132 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua sekaligus Syukur 1 Tahun Tahbisan Episkopal Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, dalam suasana penuh syukur, iman, dan persaudaraan.

Perayaan ini berlangsung di Gereja Katolik Paroki Kristus Sahabat Kita Nabire dan mengusung tema umum: “Syukur atas Karya Allah dalam Kristus yang Menghidupkan Iman di Tanah Papua demi Kemuliaan Nama-Nya”, serta tema khusus Dekenat Teluk Cenderawasih: “Setia Pada Agama Tuhan, Selamatkan Bumi Papua.”

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pastor Deken Dekenat Teluk Cenderawasih, RP. Sudrijanta, SJ dan didampingi oleh pastor Paroki Kristus Sahabat Kita Nabire (KSK), RP. Yohanes Adrianto Dwi Mulyono, SJ bersama ribuan umat dari empat paroki se-kota Nabire.

Perayaan tersebut dikoordinir oleh berbagai organisasi dan kelompok kategorial Katolik, antara lain Pemuda Katolik (PK), WKRI, PMKRI, ISKA, Vox Point Indonesia, Ikatan Cendekiawan Awam Katolik Papua, THS-THM, serta Orang Muda Katolik (OMK).

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, umat Katolik melaksanakan Parade Rohani sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang karya misi Gereja Katolik di Tanah Papua sejak pertama kali hadir pada 22 Mei 1894.

Dalam kesempatan tersebut, umat Katolik Dekenat Teluk Cenderawasih menyampaikan sejumlah pernyataan sikap dan rekomendasi kepada pemerintah maupun Gereja.

Umat mendukung penetapan 22 Mei sebagai Hari Misi Katolik di Tanah Papua dan mengusulkan agar tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari libur fakultatif.

Kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, DPR Papua Tengah, dan MRP Papua Tengah, umat meminta agar Hari Misi Katolik di Papua dapat ditetapkan melalui regulasi daerah berupa Peraturan Daerah Khusus (PERDASUS).

Selain itu, kepada Uskup Keuskupan Timika, umat merekomendasikan agar tanggal 22 Mei dimasukkan dalam kalender kerja resmi Keuskupan sebagai Hari Misi Katolik di Tanah Papua.

Umat juga mendorong seluruh dekenat dan paroki di wilayah Keuskupan Timika untuk merayakan Hari Misi Katolik setiap tahun, sekaligus mengembangkan situs wisata religi serta penulisan sejarah perkembangan Gereja Katolik di Papua.

Kegiatan ini ditutup dengan Penandatanganan Petisi dukungan Penetapan tanggal 22 Mei sebagai Hari Misi Katolik di Tanah Papua dan ditetapkan sebagai hari libur fakultatif.

Melalui perayaan ini, umat Katolik diajak untuk terus menjaga warisan iman para misionaris serta merawat tanah Papua sebagai rumah bersama.

Semangat “Setia Pada Agama Tuhan, Selamatkan Bumi Papua” menjadi panggilan bagi umat untuk menghidupi iman melalui persaudaraan, pelayanan, dan kepedulian terhadap keutuhan ciptaan.

Momentum ini juga menjadi ungkapan syukur atas satu tahun pelayanan episkopal Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA sebagai gembala Keuskupan Timika. *** AGNES WITIN

Admin Komsos 1
Author: Admin Komsos 1

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button