Warta Paroki

PAROKI KRISTUS PENEBUS TIMEEPA DAN PAROKI ST. YUSUF DENEIODE RESMI BUKA BKSN 2026

Dengan Tema “Yesus Guru yang Penuh Kuasa”, Umat Diajak Menjadi Pelaku Sabda

KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Umat Paroki Kristus Penebus Timeepa bersama umat Paroki St. Yusuf Deneiode resmi memulai Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 melalui Perayaan Ekaristi pembukaan yang berlangsung di Gereja Paroki Kristus Penebus Timeepa, Senin (31/8/2026).

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Paroki Kristus Penebus Timeepa, P. Yeskiel Tawakidua Dole Belau, Pr. Ratusan umat dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, hadir mengikuti perayaan tersebut. Pembukaan BKSN ditandai dengan perarakan Kitab Suci besar atau Evangeliarum yang kemudian diletakkan di depan altar dan didupai sebagai tanda penghormatan kepada Sabda Allah.

Dalam homilinya sekaligus pendalaman materi BKSN, Pastor Yeskiel mengajak umat memahami tema BKSN 2026, “Yesus Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius.” Melalui materi yang disampaikan dalam 14 slide, umat diajak untuk tidak hanya membaca Kitab Suci, tetapi juga merenungkan dan menghidupi Sabda Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan bahwa bulan September secara khusus didedikasikan Gereja bagi Kitab Suci dan Santo Hieronimus, pelindung para penerjemah dan ahli Kitab Suci. Karena itu, umat kembali diingatkan akan ungkapan Santo Hieronimus, “Tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Kristus.”

Dalam Injil Matius, Yesus diperkenalkan melalui berbagai gelar, antara lain Imanuel, Mesias, Anak Allah, Anak Manusia, Anak Daud, Anak Abraham, Nabi, Raja, dan Guru. Semua itu memperlihatkan Yesus sebagai Guru Agung yang memiliki otoritas ilahi serta kuasa yang mampu mengubah hati manusia.

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.” (Mat 7:24).

Untuk membantu umat semakin mengenal Yesus dalam Injil Matius, BKSN 2026 akan mendalami empat tema utama, yakni: Hidup yang Sejati (Mat 5:1-12), Tugas Perutusan Para Murid (Mat 10:1-15), Persaudaraan dalam Iman (Mat 18:15-20), dan Hidup yang Kekal (Mat 25:31-46).

Umat juga diajak mengambil langkah konkret dengan aktif mengikuti kegiatan di Kombas dan stasi, meluangkan waktu sekitar 10–15 menit setiap hari untuk membaca Injil Matius, serta mewujudkan Sabda Allah terutama melalui hukum kasih.

Pada akhir Perayaan Ekaristi, Ketua Komisi Kitab Suci, David Petege, membagikan buku panduan BKSN kepada para pewarta dari tujuh stasi. Para pewarta juga mendapat informasi mengenai rencana pelaksanaan Cerdas Cermat Kitab Suci pada akhir September beserta pemberian hadiah bagi para peserta.

Setelah Perayaan Ekaristi, Pastor Paroki memberikan pembekalan khusus kepada para pewarta. Mereka diarahkan agar pendalaman BKSN dilaksanakan dalam bentuk Ibadat Sabda dan mengikuti buku panduan secara setia sehingga umat tidak hanya memahami isi Kitab Suci, tetapi mampu menghidupinya dalam kehidupan keluarga dan komunitas.

“Pendalaman Sabda bukan sekadar kegiatan membaca Kitab Suci, tetapi harus membawa umat untuk memahami dan menghidupi Sabda Allah dalam kehidupan nyata,” demikian pesan dalam pembekalan tersebut.

Melalui pembukaan BKSN 2026 ini, Paroki Kristus Penebus Timeepa dan Paroki St. Yusuf Deneiode berkomitmen menjadikan Kitab Suci sebagai dasar kehidupan iman umat, baik dalam keluarga maupun komunitas. Umat diajak membuka hati kepada Yesus sebagai Guru Agung agar melalui pendalaman Injil Matius semakin mengenal Wajah Kristus yang penuh kuasa, kasih, dan keselamatan. *** YESKIEL BELAU, PR

Admin Komsos 1
Author: Admin Komsos 1

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button