RAYAKAN HUT IMAMAT DAN KELAHIRAN, USKUP TIMIKA AJAK UMAT MENJADI PENYALUR KASIH ALLAH
TIMIKA, KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, mengajak umat untuk menjadi penyalur kasih Allah dan menghadirkan semangat kegembalaan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan itu disampaikan dalam Misa syukur memperingati HUT kelahiran dan perjalanan panggilannya sebagai anggota Ordo Santo Agustinus serta imam.
Misa berlangsung di Kapel Kantor Pusat Pastoral Keuskupan Timika, Jalan Cendrawasih, SP2, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (28/8/2026), dan dipimpin langsung oleh Mgr. Bernardus.
Perayaan tersebut menjadi momentum syukur atas tiga peristiwa penting dalam perjalanan hidup Uskup Timika, yakni kelahiran, kaul pertama sebagai anggota Ordo Santo Agustinus, dan tahbisan imamat. Perayaan juga berlangsung bertepatan dengan Pesta Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja, yang menjadi pelindung dan sumber spiritualitas bagi keluarga besar OSA.
Mgr. Bernardus lahir pada 22 Agustus 1969 di Suswa, Mare, Maybrat. Dengan demikian, ia genap berusia 57 tahun pada Agustus 2026. Ia mengikrarkan kaul pertama pada 13 Agustus 2001 dan ditahbiskan menjadi imam pada 30 Juli 2006. Mgr. Bernardus ditahbiskan menjadi Uskup Timika pada 14 Mei 2025.

Dalam perayaan tersebut hadir karyawan dan karyawati Kantor Keuskupan Timika, perwakilan mitra, termasuk sejumlah pimpinan bank di Timika, Tim Pastoral Dekenat Mimika-Agimuga yang terdiri atas para pastor dan suster, serta keluarga Mgr. Bernardus.
Perayaan Ekaristi berlangsung lancar dan khidmat. Dalam homilinya, Mgr. Bernardus mengisahkan perjalanan hidup Santo Agustinus dan menghubungkannya dengan sabda Tuhan yang direnungkan dalam perayaan tersebut, terutama tentang kasih Allah dan gambaran Yesus sebagai pintu serta Gembala yang baik.

Pesan itu kemudian diarahkan kepada kehidupan umat.
“Kita dipanggil untuk menjadi penyalur kasih Allah dan menjadi gembala bagi sesama,” demikian inti pesan Mgr. Bernardus dalam homilinya.
Menurutnya, pengalaman menerima kasih Allah tidak boleh berhenti pada diri sendiri. Kasih tersebut harus diteruskan melalui perhatian, kepedulian, pelayanan, dan kesediaan hadir bagi orang lain.
Semangat itu sejalan dengan corak pelayanan Mgr. Bernardus selama menjalankan tugas kegembalaannya di Keuskupan Timika. Dalam berbagai kunjungan pastoral, ia juga menekankan pentingnya kebersamaan, persaudaraan, pelayanan dan penguatan kehidupan umat.

Usai Misa, rangkaian perayaan dilanjutkan dengan acara syukuran berupa pemotongan kue ulang tahun dan makan bersama. Sebelum pemotongan kue, Mgr. Bernardus membagikan kisah perjalanan hidup dan panggilannya hingga dipercaya menjadi Uskup Timika.
Cerita tersebut menjadi bagian yang menarik dalam perayaan karena mengajak para peserta melihat kembali perjalanan panjang sebuah panggilan—dari kehidupan pribadi, masuk dalam tarekat, menjalani pendidikan dan pembinaan, menjadi imam, hingga akhirnya dipercaya memimpin Keuskupan Timika.
Mgr. Bernardus secara resmi menjadi Uskup Timika melalui tahbisan episkopal di Gereja Katedral Tiga Raja, Timika, pada 14 Mei 2025. Peristiwa tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan Gereja Katolik di Timika.
Perayaan syukur tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi keluarga besar Keuskupan Timika dan para mitra untuk menyampaikan doa dan harapan bagi Bapa Uskup. Umat berharap Mgr. Bernardus senantiasa dianugerahi kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan dan keteguhan hati dalam menjalankan tugas penggembalaan.
Dalam semangat Santo Agustinus, perjalanan hidup dan imamat Mgr. Bernardus menjadi kesempatan untuk terus menghidupi panggilan sebagai pelayan dan gembala yang menghadirkan kasih Allah di tengah umat.

Selamat HUT kelahiran, 25 tahun kaul pertama, dan 20 tahun tahbisan imamat, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA. Semoga Tuhan senantiasa menyertai dan meneguhkan setiap langkah pelayanan Bapa Uskup bagi Gereja dan umat Keuskupan Timika.***(JIM)




