MENGHIDUPKAN KEMBALI JIWA ORANG MUDA KATOLIK: REKOLEKSI TIGA HARI OMK PAROKI SANTO FRANSISKUS OBANO
KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Di tengah tantangan zaman yang menggoyahkan jati diri kaum muda, Gereja tetap menjadi pelita harapan. Orang Muda Katolik (OMK), sebagai tulang punggung masa depan Gereja dan bangsa, memegang peranan penting dalam membangun komunitas yang beriman, kuat, dan berkarakter. Demi merespons situasi kritis yang dihadapi generasi muda di Papua, OMK Paroki Santo Fransiskus Obano menyelenggarakan kegiatan rekoleksi dan pendalaman iman selama tiga hari, dari Sabtu, 21 Juni hingga Senin, 23 Juni 2025.
Hari ini, banyak anak muda Papua yang terasing dari akar mereka: gereja, keluarga, dan nilai-nilai luhur. Mereka menjadi target empuk dari kekuatan jahat yang menggiring mereka menjauh dari komunitas menuju konflik, kehancuran moral, dan eksploitasi tersembunyi. Dengan janji semu dan imbalan kecil, mereka ditarik untuk ikut serta dalam kegiatan yang tampak ramah namun menyimpan maksud gelap.
Banyak OMK terseret dalam arus minuman keras, narkoba lokal seperti aibon, pergaulan bebas, bahkan terjebak dalam penyakit seperti HIV/AIDS. Mereka kehilangan arah dan dijadikan alat untuk memecah belah komunitas mereka sendiri serta mendukung kerusakan alam tanah leluhur. Kondisi ini bukan sekadar fenomena sosial, tetapi krisis eksistensial yang menuntut jawaban nyata dan kasih pastoral.
Bersama Pastor Sebastianus Ture Liwu dan Koordinator OMK Paroki, serta dukungan penuh umat, kegiatan rekoleksi ini dirancang untuk memulihkan spiritualitas dan memperkuat kualitas karakter OMK. Dengan tema besar “OMK: Agen Perubahan dan Penjaga Tanah Kudus”, para peserta diajak untuk lebih mengenal karakter satu sama lain, membangun solidaritas, dan menemukan kembali arah hidup yang sejati dalam Kristus, dimulai dari emawa menuju ke rumah-rumah umat.
Materi yang diberikan tidak hanya menyentuh aspek teologis, tetapi juga menyentuh realitas hidup sehari-hari. Dari pengolahan tanah sebagai bentuk spiritualitas kerja, hingga pendalaman iman dan kebudayaan sebagai identitas orang muda Papua. Tokoh inspiratif yang menuturkan “kisah sahabat” seperti Nai Kule (Paulus yang lain) yang pernah tersesat dalam aktifitas narkoba, miras, pencurian hingga perkelahian namun kini menjadi pembawa terang, memberi kesaksian hidup yang menggugah para peserta. Kisah sahabat ini bukalah sebatas teori namun nyata penuh motivasi. Selain itu ada juga kepala suku besar Paniai Barat, Vitalis Pigai mengajak semua OMK agar tetap semangat melestarikan budaya dan berusaha menjadi tanda inkarnasi serta berakar dalam budaya setempat.
Tak kalah penting, kegiatan ini memupuk spiritualitas Maria sebagai teladan kesetiaan dan keberanian iman. RD. Sebastian dalam khotbahnya pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, suka menampilkan Maria sebagai sosok teladan yang sempurna. Pastor mengajarkan bahwa “Bunda Maria adalah rute tercepat menuju Yesus dan jalan efektif menuju kekudusan hidup. Sebagaimana Bunda Maria sebagai tanda Rahmat, menerima Sabda yang menjelma menjadi Daging dan Darah Yesus dalam rahimnya dan menjadi tabernakel berjalan mengunjungi Elisabet saudara sepupunya, maka OMK juga perlu menjadi teladan tabernakel berjalan, membawa terang Kristus ke mana pun mereka melangkah.” Pesan ini dihidupi secara nyata usai Perayaan Ekaristi dalam aksi sosial OMK mengunjungi keluarga duka, membawa kayu bakar, sayur, dan bantuan lain sebagai tanda kasih Maria yang hidup dalam mereka.
Rekoleksi ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan pembaruan orang muda. Antusiasme para orang tua, kesungguhan peserta, serta kehadiran para pemateri menunjukkan sinyal positif bahwa OMK Paroki Santo Fransiskus Obano sedang dibentuk menjadi pilar gereja dan harapan negeri, menjadi pemimpin tangguh yang akan menjaga “tungku api” iman tetap menyala.
Pada hari terakhir Pastor Sebastian membagikan Rosario, senjata Rohani dan memberikan berkat penutup kepada para sahabat OMK. Tiga hari yang penuh berkah ini telah menjadi batu loncatan bagi OMK untuk menemukan panggilannya Kembali, menjadi terang di tengah kegelapan, menjaga tanah dan keluarga, serta berdiri teguh sebagai tuan di atas tanahnya sendiri. Gereja bersyukur, umat bersuka, dan langit Obano pun bersaksi: masa depan gereja sedang bertumbuh dalam semangat muda yang menyala. *** RD. SEBASTIAN LIWU, SAHABAT PINGGIRAN





