KUBUR KOSONG DAN LAHIR BARU DALAM KRISTUS
Rekoleksi Staf dan Karyawan Keuskupan Timika Bersama Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA
KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Dalam rangka pelaksanaan program rekoleksi rutin di Kantor Keuskupan Timika, maka pada Jumat (24/4/2026) di Biara Loresa SP3, Distrik Kuala Kencana, dilaksanakan rekoleksi perdana bagi karyawan dan staf di lingkungan kantor keuskupan.
Rekoleksi tersebut dipimpin langsung oleh Bapa Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA. Kegiatan ini menjadi momen pembinaan iman sekaligus refleksi bersama bagi seluruh peserta dalam menjalankan tugas pelayanan di lingkungan keuskupan.
Mengusung tema “Kubur Kosong dan Lahir Baru dalam Kristus”, yang diambil dari Injil Yohanes 3:1–15 dan Yohanes 20:1–10, rekoleksi ini mengajak para peserta untuk merenungkan makna kebangkitan Kristus sebagai sumber pembaruan hidup dan semangat pelayanan.

Dalam arahannya, Bapa Uskup mengajak seluruh karyawan dan staf untuk merenungkan sejumlah pokok penting bagi pengembangan diri dan kehidupan iman. Ia menyoroti kerinduan besar Nikodemus sebagai gambaran perjumpaan pribadi dengan Tuhan melalui doa dan perayaan Ekaristi yang membaharui diri, serta memurnikan hati dan pikiran. Dari perjumpaan tersebut lahir ajaran dan pengetahuan yang tidak selalu mudah dipahami, namun melalui dialog yang terus-menerus akan menumbuhkan kesadaran baru dalam diri.
Lebih lanjut, Bapa Uskup menekankan bahwa menjadi “lahir baru dalam Roh” menuntut pertobatan yang menyentuh disposisi batin dan intelektual. Ia juga mengajak peserta untuk mengimitasi Kristus (Imitatio Christi) dalam kehidupan sehari-hari, serta tidak menghindari salib, yakni pengorbanan dan penderitaan yang kerap dialami dalam perjalanan hidup.

Sementara itu, simbol makam kosong dijelaskan sebagai tanda iman dan aksi spiritual, di mana Roh Allah membersihkan “kubur” jiwa manusia dari berbagai kotoran dosa. Dengan demikian, iman, kasih, dan pengharapan diharapkan bangkit dan hidup kembali dalam diri setiap peserta.
Untuk memperdalam pengalaman rohani tersebut, Bapa Uskup mengajak seluruh peserta untuk “menyelam” ke dalam samudra misteri Allah melalui berbagai metode pengolahan spiritualitas. Sebagai bentuk komitmen konkret, para peserta juga diminta menuliskan niat-niat yang akan dilaksanakan dalam kehidupan dan pelayanan mereka ke depan.

Rekoleksi ini ditutup dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Bapa Uskup. Setelah perayaan, seluruh peserta kembali ke rumah masing-masing dengan semangat baru untuk melanjutkan tugas dan pelayanan.(JIMMY)




