Majalah Gaiya

MENJADI GEMBALA YANG BAIK: MENELADANI KEPEMIMPINAN YESUS KRISTUS (BDK.YOH: 10: 11-18)

Oleh: RD. Benny Magai

Hidup setiap orang tak lepas dari peran pribadi-pribadi yang menjadi panutan. Kita semua dituntun oleh sosok-sosok teladan, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat.

Panutan yang tak kasat mata adalah Tuhan Yesus, yang diimani oleh umat Kristiani sebagai Gembala Agung. Selain itu, teladan juga bisa datang dari pribadi-pribadi yang telah tiada, melalui kesaksian hidup atau nasihat yang mereka tinggalkan. Tak jarang, buku-buku yang ditulis oleh tokoh-tokoh inspiratif menjadi sumber motivasi yang menggugah hati untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Panutan lainnya adalah orang-orang yang hadir dalam kehidupan kita sehari-hari—orang tua, guru, teman, dan siapa pun yang ikut dalam perjalanan hidup kita, baik di saat senang maupun susah. Kehadiran mereka membantu kita mengambil keputusan yang bijaksana, terutama dalam program atau misi penyelamatan jiwa dan kepemimpinan.

Dalam mendampingi sesama, kita dihadapkan pada dua pilihan intensi: yang berdampak baik atau yang berdampak buruk. Intensi baik adalah harapan bersama, sementara intensi buruk adalah sesuatu yang perlu dihindari. Pilihan ini akan sangat memengaruhi arah hidup dan kepribadian seseorang.

Bagi umat Kristiani, Yesus Kristus diyakini sebagai Gembala yang sejati. Dalam Injil Yohanes (Yoh. 10:11-18), Yesus digambarkan sebagai Gembala yang baik, yang rela memberikan nyawanya untuk menyelamatkan domba-domba-Nya. Ia berjalan di depan, menjaga, dan melindungi kawanan-Nya dari bahaya.

Menjadi gembala yang baik berarti memiliki totalitas dalam melayani. Setiap pribadi, ketika dipercaya memimpin keluarga, komunitas, atau bangsa, hendaknya belajar dari teladan Yesus maupun tokoh-tokoh inspiratif lainnya. Dari sanalah muncul kepemimpinan yang mampu memberi dampak positif bagi diri sendiri dan sesama.

Cepat atau lambat, setiap orang akan menjadi seorang pemimpin—gembala dalam berbagai lini kehidupan yang dipercayakan oleh Tuhan dan masyarakat. Sebelum menjadi pemimpin, penting untuk terlebih dahulu menjadi “domba” yang baik—anggota yang taat dan menghormati pemimpin yang ada. Hanya dengan pengalaman sebagai pengikut yang baik, kita bisa menjadi pemimpin yang bijaksana dan peduli.

Pemimpin, entah dalam lingkup pemerintahan, gereja, organisasi, keamanan, atau swasta, semestinya menampilkan sikap seorang gembala: melayani, mengayomi, dan mengarahkan kepada kesejahteraan. Meskipun perumpamaan gembala dan domba berasal dari konteks budaya Timur Tengah, prinsip ini relevan pula di Papua dan tempat lainnya.

Seorang pemimpin di tanah Papua, misalnya, adalah gembala bagi rakyatnya. Ia harus meneladani Yesus Kristus dalam karya dan kebijakan yang mengarah pada kesejahteraan rakyat. Jika para pemimpin tidak peduli atau enggan belajar dari teladan Kristus, maka Papua akan terus dilanda konflik yang tak berkesudahan.

Menjadi pemimpin sejati adalah menjadi utusan Allah untuk melayani. Ia memahami kebutuhan rakyat dan bekerja mengatasi berbagai persoalan sosial. Pemimpin Papua yang berhasil menjadi gembala yang baik akan memperoleh pengakuan, bukan hanya dari Allah, tetapi juga dari rakyatnya. Gelar “pemimpin yang baik” bukan diberikan oleh diri sendiri, melainkan dirasakan dan diakui oleh orang-orang yang dilayaninya.

Akhir kata, mari kita syukuri setiap karisma kepemimpinan yang dipercayakan kepada kita. Menjadi pemimpin seperti apa, itu kembali pada pilihan dan ketulusan hati kita. Yesus adalah pemimpin sejati karena Ia tidak sombong dan tidak mencari pujian, melainkan menunjukkan kualitas diri melalui karya nyata. Karena itu, Ia disebut sebagai Raja segala raja.

Mari kita meneladani-Nya. Layanilah sesama dengan sepenuh hati agar hidup kita berkenan, bukan hanya di dunia ini, tetapi juga di kehidupan yang kekal.

Keuskupan Timika
Author: Keuskupan Timika

Official WEB Keuskupan Timika di kelola oleh Komisi Komunikasi Sosial

Keuskupan Timika

Official WEB Keuskupan Timika di kelola oleh Komisi Komunikasi Sosial

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button