TUTUP BULAN ROSARIO, UMAT PAROKI KELUARGA KUDUS APOUWO DIAJAK MENGHIDUPI KASIH
APOUWO, KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Umat Paroki Keluarga Kudus Apouwo, Piyaiye, menutup rangkaian kegiatan Bulan Rosario dengan Perayaan Sabda pada Jumat, 31 Oktober 2026. Kegiatan diawali dengan doa Rosario bersama pada pukul 09.00 WP dan dipimpin oleh Penanggung Jawab Paroki Keluarga Kudus Apouwo, Diakon Theodorus B. Iyai.
Dalam homilinya, Diakon Theodorus menegaskan bahwa kasih harus menjadi pusat dari setiap doa dan pelaksanaan hukum Tuhan. Menurutnya, doa yang dihayati dengan sungguh-sungguh harus menghasilkan buah nyata dalam kehidupan, yakni hati yang semakin penuh kasih, peka terhadap sesama, sabar, rendah hati, dan murah hati. Ia mengingatkan bahwa doa Rosario tidak boleh berhenti pada rangkaian kata-kata yang diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Kasih adalah pusatnya bahwa doa dan hukum Tuhan itu harus berbuah dalam kasih,” ungkap Diakon Theo. Ia juga mengajak umat untuk meneladani Bunda Maria setelah sebulan penuh merenungkan misteri kehidupan Yesus melalui doa Rosario. Buah dari devosi tersebut hendaknya tampak dalam sikap dan perilaku umat, baik di tengah keluarga maupun dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.
Penutupan Bulan Rosario bukan berarti umat berhenti mendoakan Rosario. Sebaliknya, umat diajak untuk terus menghidupi semangat Rosario dalam kehidupan sehari-hari. Butir-butir Salam Maria yang didaraskan hendaknya bertransformasi menjadi butir-butir kasih yang konkret bagi keluarga, komunitas basis, stasi, dan paroki. Pada kesempatan tersebut, Diakon Theo juga membakar kertas ujud doa yang telah dikumpulkan dari umat sebagai simbol penyerahan seluruh intensi doa kepada Tuhan.
Selama bulan Oktober, umat dari perwakilan wilayah atau lingkungan, kelompok kategorial, dan para devosan secara aktif mengikuti doa Rosario bersama di Gereja Paroki Keluarga Kudus Apouwo. Melalui penutupan ini, umat diharapkan terus memelihara devosi kepada Bunda Maria dan mewujudkan buah doa melalui kehidupan yang semakin penuh kasih dan kepedulian terhadap sesama. ***(Penulis: Komsos Paroki Apouwo/Editor: Allo)





