PEMBEKALAN DAN PEMILIHAN PANITIA PENGESAHAN DEKENAT BARU MAPIA BERLANGSUNG DI PAROKI MODIO
KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Modio, 26 Mei 2026. Dalam rangka persiapan pengesahan Dekenat Mapia, telah dilaksanakan kegiatan pembekalan dan pemilihan panitia pengesahan Dekenat Baru di Paroki Modio. Kegiatan ini menjadi langkah fundamental dalam strukturasi pastoral Gereja Katolik di wilayah Mapia dan Piyaiye, sesuai dengan ajaran Kitab Suci dan Hukum Kanonik.
Pembentukan struktur dekenat berakar pada prinsip persekutuan Gereja sebagai Tubuh Mistik Kristus. Sebagaimana tertulis: “Sebab sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus” (1 Kor 12:12). Persekutuan ini diwujudkan dalam tatanan pastoral yang teratur agar pelayanan iman dapat menjangkau umat secara efektif dan sistematis.
Secara hukum Gereja, hal ini ditegaskan dalam Kitab Hukum Kanonik Kan. 374 §2: “Untuk memajukan pelayanan pastoral bersama melalui kegiatan bersama, beberapa paroki yang berdekatan dapat digabungkan menjadi kelompok-kelompok khusus, seperti dekenat.” Pembentukan dekenat bertujuan untuk mengoordinasikan karya pastoral, memperkuat kerjasama antarparoki, dan membangun Gereja yang mandiri serta bermisioner.
Kegiatan pembekalan berlangsung dengan partisipasi para utusan dari 6 Paroki dan 35 Stasi yang berada di wilayah Mapia dan Piyaiye, serta umat tuan rumah Paroki Modio. Setiap materi disampaikan selama 15 menit oleh para pemateri yang berkompeten di bidangnya:
- Pater Rufinus Maday, Pr. – Pengantar
- Pater Bony Pr (Diwakili Pastor Pras) – Wilayah Dekenat secara Hukum Kanonik
- Pater Yeskiel Pr – Wilayah Pastoral Dekenat Baru
- Diakon Frans Tekege – Kerjasama antar Paroki dalam Dekenat
- Diakon Marius Goo – GEREJA yang Mandiri
- Pater Pras Pr – Gereja yang Bermisioner
- Pater Rico Pr – Pengembangan Pastoral
- Diakon Alex – Membangun Gereja bersama OMK
- Diakon Yakobus Kayame – Peran Diakon dalam Pelayanan Gereja
Pendekatan materi yang sistematis dan berdurasi terukur memungkinkan peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai arah dan tanggung jawab dekenat yang akan dibentuk.
Setelah sesi pembekalan, dilakukan pemilihan panitia pengesahan Dekenat Mapia melalui mekanisme musyawarah para utusan. Struktur kepanitiaan yang terpilih adalah sebagai berikut:
- Ketua 1 : Bpk. Stefanus Degei
- Ketua 2 : Bpk. John Butu
- Sekretaris : Bpk. Paul Wakei
- Bendahara 1 : Sdri. Albertina Tekege
- Bendahara 2 : Sdri. Hubertina Wakei
- Bendahara 3 : Bpk. Moses Magay
Selain itu, dibentuk pula koordinator untuk tiap Paroki guna memastikan koordinasi yang efektif dalam persiapan pengesahan.
Pengesahan Dekenat Mapia akan dilaksanakan pada 9 Oktober 2026 dalam Perayaan Ekaristi Kudus yang akan dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernadus Bofitwos Baru OSA. Dalam perayaan tersebut, beliau akan meresmikan dekenat baru dengan nama MAPIA.
Mengingat waktu persiapan yang tersisa hanya 4 bulan, panitia menyampaikan harapan dan seruan kepada seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap pertumbuhan Gereja di wilayah Mapia:
- Kepada umat Katolik dan masyarakat Mapia: Marilah bersatu dalam doa, tenaga, dan partisipasi aktif untuk menyukseskan pengesahan dekenat sebagai momentum penguatan iman dan persatuan.
- Kepada para intelektual, putra-putri Mapia, dan umat Katolik yang berada di luar daerah: Dukungan pemikiran, jaringan, dan bantuan moril-finansial sangat dibutuhkan untuk memastikan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
- Kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Dogiyai, serta pihak-pihak berkompeten lainnya: Dimohon perhatian dan dukungan konkret, baik berupa fasilitasi administratif maupun bantuan finansial, agar proses persiapan berjalan optimal.
- Perhatian infrastruktur: Panitia melaporkan bahwa jalan menuju lokasi acara mengalami kerusakan parah. Kondisi ini menjadi hambatan serius bagi mobilisasi umat, panitia, dan tamu undangan. Oleh karena itu, penanganan segera sangat diperlukan agar akses menuju Paroki Modio dapat pulih sebelum hari pengesahan.
Pembentukan Dekenat Mapia merupakan momentum historis untuk membangun Gereja lokal yang mandiri, partisipatif, dan bermisioner. Keberhasilannya bergantung pada sinergi antara Gereja, umat, intelektual, dan pemerintah.
Kepada seluruh panitia yang telah terpilih, diucapkan selamat melaksanakan tugas. Semoga melalui kerja sama yang terstruktur, Dekenat Mapia dapat menjadi sarana pertumbuhan iman dan pelayanan yang berbuah bagi seluruh umat di wilayah Mapia dan Piyaiye. *** P. YESKIEL BELAU, PR




