Melangkah maju bersama sebagai satu anggota Gereja dalam terang kasih-Nya. Terang kasih-Nya menjadi salah satu kekuatan doa yang mengatur setiap langkah hidup manusia dari zaman ke zaman hingga saat ini. Oleh karena itu, refleksi ini berangkat dari Injil Yohanes dimana Yesus memperlihatkan kepada setiap kita tentang betapa pentingnya doa sebagai sarana untuk hidup dalam terang-Nya (lih. Yoh 17). Pesan Injil ini menampilkan doa Yesus bukan hanya sebagai permohonan diri sendiri, namun doa yang mengungkapkan kehendak Bapa dan kerinduan akan kesatuan, kebersamaan, kebenaran dan keselamatan hidup umat-Nya.
Dalam konteks refleksi ini, setiap kita diajak untuk “Melangkah dalam terang” yang memberikan makna yang berarti dalam hidup yang terbuka, jujur, sesuai dengan kehendak-Nya, sedangkan “Doa Yesus” mengajarkan setiap kita untuk melangkah bersama dalam terang yang berakar pada relasi yang intim dengan-Nya melalui setiap doa kita. Aspek ini, dimana Yesus sendiri berdoa agar murid-murid-Nya dijaga dan dipelihara dalam terang kebenaran agar mereka dijauhkan dari segala kegelapan dosa, kegelisahan dan ketakutan, kecemasan dalam hidup karya Misi-Nya.
Membangun komunikasi dan relasi bersama untuk melangkah maju dalam terang-Nya melalui doa. Doa-Nya Yesus tidak hanya mengajar, tetapi juga mendoakan kita semua. Di saat kita lemah dan bimbang, Yesus tetap menjadi pengantara yang setia di hadapan Bapa. Doa-Nya mengajak kita semua untuk berjalan bersama dalam kebenaran, membangun kesatuaan sama seperti Yesus berdoa agar setiap kita dipelihara dalam Firman-Nya (lih. Yoh 17:17), setiap kita dipanggil untuk hidup dalam Firman-Nya dan menjadi saksi dan pelaku terang bagi sesama di tengah situasi dunia yang gelap ini. Oleh karena itu, kita semua panggil untuk menghidupkan kesatuaan dan kasih melalui doa Yesus yang mengandung permohonan agar setiap manusia menjadi satu, sama seperti Dia dan Bapa adalah satu (lih. Yoh 17: 21). Perikop Injil ini menampilkan kesatuan dalam tubuh Kristus yang merupakan tanda nyata dari hidup yang berjalan dalam terang dan memperlihatkan nilai kesatuan kasih Allah-Nya.
Panggilan dan perutusan para murid-murid-Nya adalah panggilan untuk memancarkan sinar kasih dan terang kepada semua orang di dunia ini, agar setiap manusia terus melangkah dalam terang dengan hati terbuka bagi semua orang, bukan hanya untuk pribadi diri sendiri, tetapi juga untuk membawa kasih kepada setiap orang yang mengalami dan merasakan penderitaan, kemiskinan, penindasan, dan kematian sebagai lambang kegelapan menuju pada kehidupan yang penuh pengharapan dalam kasih-Nya.
Akhirnya melalui doa, kita memperoleh kekuatan dan petunjuk agar langkah setiap kita tidak tersesat dalam kegelapan dunia ini. Sebagaimana Yesus mengajarkan, hidup dalam terang adalah hidup yang senantiasa terhubung dengan Bapa melalui doa, menerima kasih dan damai-Nya, lalu membagikan terang itu kepada sesama. Maka itu, marilah kita berseru; Ya Bapa yang kudus, peliharalah kami dalam nama-Mu (lih. Yoh 17:11), dan ajarilah setiap kita untuk hidup dalam kasih-Mu yang memilih, mendoakan, dan melindungi setiap kita, karena perlindungan-Nya itu bukan janji bebas dari penderitaan, tetapi jaminan bahwa kita tidak sendirian dalam hidup dan menjadi terang bagi sesama kita di dunia ini dengan penuh bijaksana dan rendah hati.
Penulis: Fr. Yuven Migani Belau




