Majalah GaiyaWarta Paroki

DARI DADIYAI, UMAT MAUWA MENGHIDUPI PANGGILAN MENJADI PENJALA MANUSIA

DADIYAI,KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Semangat kebersamaan dan kehidupan iman umat kembali terlihat dalam pelaksanaan Ibadah Kombas keempat Paroki Santo Petrus Mauwa yang berlangsung di Kombas Santo Mikael Dadiyai, Kamis (3/9/2026).

Ibadah yang dihadiri umat setempat tersebut berlangsung dalam suasana penuh sukacita, persaudaraan, dan kekhidmatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelayanan pastoral Paroki Santo Petrus Mauwa dalam memperkuat iman umat sekaligus menghidupkan peran komunitas basis dalam kehidupan menggereja.

Ibadah Kombas mengangkat tema “Penjala Ikan Menjadi Penjala Manusia”, dengan bacaan Kitab Suci dari Lukas 5:1–11. Bacaan tersebut mengisahkan Yesus yang memanggil Simon Petrus dan para murid setelah mengalami pengalaman menangkap ikan dalam jumlah besar.

Melalui permenungan tersebut, umat diajak menyadari bahwa panggilan mengikuti Kristus tidak berhenti pada kehidupan pribadi. Setiap orang beriman dipanggil untuk menjadi saksi Kristus dan menghadirkan kasih-Nya di tengah keluarga, komunitas, serta masyarakat.

Kisah panggilan para murid juga mengingatkan umat bahwa Yesus dapat memanggil siapa saja untuk terlibat dalam karya-Nya. Seperti Simon Petrus yang semula bekerja sebagai nelayan, umat beriman juga dipanggil untuk menggunakan pengalaman, kemampuan, dan kehidupannya sebagai sarana pelayanan bagi sesama.

Ibadah dipimpin oleh anggota TIMPAS Paroki Santo Petrus Mauwa, Diakon Markus Auwe, S.S., bersama para pewarta dan kader pewarta. Sebelum ibadah dimulai, Diakon Markus membagi tugas kepada para pewarta dan kader pewarta sesuai dengan bidang pelayanan masing-masing.

Dalam pembagian tugas tersebut, Pewarta Yulianus Tebai mendapat kepercayaan untuk menyampaikan kotbah kepada umat. Keterlibatan para pewarta dan kader pewarta menunjukkan bahwa pelayanan pastoral di komunitas basis merupakan tanggung jawab bersama.

Seluruh rangkaian ibadah berlangsung dengan khidmat dan penuh sukacita. Umat yang hadir mengikuti ibadah dalam suasana kekeluargaan, sekaligus mempererat persaudaraan sebagai satu komunitas iman.

Pelaksanaan Ibadah Kombas keempat ini juga menjadi momentum untuk mendorong umat agar semakin aktif dalam kehidupan menggereja. Komunitas basis diharapkan bukan hanya menjadi tempat berkumpul dan beribadah, tetapi juga menjadi ruang untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman iman, dan bersama-sama menjalankan tugas perutusan Gereja.

Melalui kisah Simon Petrus dalam Lukas 5:1–11, umat Kombas Santo Mikael Dadiyai diajak untuk tidak takut menjawab panggilan Tuhan. Sebagaimana Yesus berkata kepada Simon, “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”

Pesan tersebut menjadi dorongan bagi umat untuk menghadirkan iman melalui tindakan nyata. Dengan demikian, menjadi “penjala manusia” berarti membawa orang lain semakin dekat kepada Kristus melalui kesaksian hidup, pelayanan, kasih, dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui Ibadah Kombas keempat ini, Paroki Santo Petrus Mauwa berharap umat semakin bertumbuh dalam iman, pengharapan, dan kasih serta semakin siap mengambil bagian dalam tugas perutusan Gereja di tengah masyarakat.***(D.MARKUS AUWE)

Admin Komsos 1
Author: Admin Komsos 1

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button