UMAT PAROKI SANTO PETRUS MAUWA SIAP MENJADI SAKSI HIDUP SABDA ALLAH DALAM BKSN 2026
MAUWA, KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Sebanyak 27 pewarta Sabda dan akolit dari tujuh Komunitas Basis (Kombas) di Paroki Santo Petrus Mauwa, Keuskupan Timika, mengikuti pembekalan bahan pendalaman Kitab Suci sebagai persiapan menyambut Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026.
Pembekalan tersebut berlangsung di Pastoran Santa Agnes Mauwa, Rabu (2/9/2026), dan menjadi bagian dari persiapan pastoral Paroki Santo Petrus Mauwa untuk menggerakkan umat agar semakin dekat dengan Kitab Suci serta mampu menghidupi Sabda Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Pastor Paroki Santo Petrus Mauwa, Rufinus Madai, Pr. Mewakili Pastor Paroki, Diakon Markus Auwe, S.S. hadir sekaligus menjadi salah satu pemateri.
Dalam pembekalannya, Diakon Markus menekankan bahwa BKSN tidak boleh berhenti pada kegiatan membaca dan memahami teks Kitab Suci. Menurutnya, Sabda Allah harus menjadi kekuatan yang mengubah kehidupan dan mendorong umat untuk memberikan kesaksian nyata.
“Melalui pembekalan ini, kita dipanggil untuk menjadi saksi hidup Sabda Allah. Sabda Tuhan tidak hanya dibaca dan direnungkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, baik di dalam keluarga, Gereja, maupun masyarakat,” katanya.
Ia mengajak para pewarta Sabda dan akolit untuk tidak hanya menjadi penyampai materi BKSN, tetapi juga terlebih dahulu menjadi pribadi yang mengalami dan menghidupi Sabda Allah.
Materi pembekalan kemudian dilanjutkan oleh Yulianus Tebai, guru sekaligus pewarta Sabda. Ia memberikan pendalaman mengenai bahan BKSN 2026 sekaligus membekali peserta dengan metode pendampingan yang dapat digunakan ketika memimpin pendalaman Kitab Suci di masing-masing Kombas.
Yulianus menekankan pentingnya kemampuan pewarta untuk menghubungkan pesan Kitab Suci dengan realitas kehidupan umat. Sabda Allah, katanya, perlu disampaikan dengan bahasa yang sederhana, relevan, dan menyentuh pengalaman konkret umat.
“Pewarta bukan hanya menyampaikan isi Kitab Suci, tetapi membantu umat menemukan hubungan antara Sabda Allah dengan kehidupan mereka sehari-hari,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam pembekalan tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Paroki Santo Petrus Mauwa membentuk Tim Pendalaman Bahan BKSN 2026. Tim ini akan mendampingi pelaksanaan pendalaman Kitab Suci di tujuh Komunitas Basis yang berada di wilayah paroki tersebut.
Pembentukan tim tersebut diharapkan dapat memastikan bahwa semangat BKSN tidak hanya berlangsung di tingkat paroki, tetapi benar-benar menjangkau komunitas-komunitas basis sebagai tempat umat menghidupi iman dalam keseharian.
Melalui pembekalan itu, para peserta menyatakan kesiapan untuk mengambil bagian dalam pewartaan dan menjadi saksi hidup Sabda Allah melalui pelayanan, kesaksian hidup, dan keterlibatan di tengah masyarakat.
Bagi Paroki Santo Petrus Mauwa, BKSN 2026 diharapkan bukan sekadar agenda pastoral tahunan, melainkan menjadi momentum untuk membangun umat yang semakin akrab dengan Kitab Suci, mampu menerjemahkan Sabda Allah dalam tindakan, serta menghadirkan harapan dan kehidupan bagi sesama.
Dengan demikian, Sabda Allah tidak hanya tinggal dalam lembaran Kitab Suci, tetapi menjadi Sabda yang hidup dalam keluarga, komunitas, Gereja, dan masyarakat. ***(D. MARKUS AUWE)


