BUKA PELATIHAN PENGUATAN KAPASITAS FASILITATOR GENDER, USKUP BERNARDUS DORONG PEMBENTUKAN KOMISI BARU DI KEUSKUPAN TIMIKA
KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Bapa Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA mendorong agar segera terbentuknya satu komisi yang baru yaitu Pemberdayaan Perempuan dan Gender di Keuskupan Timika.
Hal tersebut disampaikan Uskup Bernardus dalam homilinya pada misa pembukaan kegiatan Pelatihan Penguatan Kapasitas Fasilitator Gender di Kapel Kantor Keuskupan Timika di Timika, Jumat 28 November 2025.
Sebelumnya, Keuskupan Timika telah memiliki Komisi Keluarga dan Gender namun Uskup Bernardus menghendaki agar Gender dan Pemberdayaan Perempuan berdiri sendiri menjadi satu komisi terlepas dari Komisi Keluarga menyusul perubahan Sekretariat Gender dan Pemberdayaan Perempuan KWI menjadi Komisi Gender dan Pemberdayaan Perempuan.
Selanjutnya dalam homily, Uskup Bernardus mengatakan bahwa umat Allah sering menjadikan hal-hal yang sifarnya sementara menjadi hal yang kekal. Padahal tujuan manusia di dunia yaitu menuju kekekalan yaitu Yesus dan Kerajaan-Nya.
“Kerajaan Allah tidak akan berkesudahan, bumi dan langit akan berlalu tetapi sabda Tuhan kekal selamanya, seperti dalam bacaan-bacaan kitab suci yang kita dengar hari ini,” kata Uskup Bernardus.
Uskup juga mengatakan pelatihan yang akan dilaksanakan selama tiga hari ini akan membahas tentang nilai-nilai kristiani tentang laki-laki dan perempuan dan kerja sama dalam mewujdukan kerajaan Allah yaitu hal terkait keabadian itu sendiri.
“Situasi kita di dunia dan di Indonesia saat ini, perempuan masih dianggap nomor dua, perempuan menjadi objek kepentingan penguasa, perempuan masih dalam kurungan pikiran laki-laki atau patriarki, sehingga tidak menjadikan perempuan sebagai mitra, atau sebagai rekan kerja laki-laki untuk mewujudkan kekekalan dalam kehidupan di dunia, nilai cinta kasih, nilai persaudaraan, nilai keibuan, nilai kebapaan, nilai keharmonisan, yang menuju pada kekekalan,” ungkap Uskup Bernardus.
Bapa Uskup juga berharap agar, melalui kegiatan ini ada sesuatu yang dapat dibawa pulang pada peserta sehingga bisa didiskusikan di tingkat bawah, dan terus memperjuangkan nilai-nilai kesetaraan, nilai martabat perempuan dan laki-laki, bersama-sama sebagai agen pembaharu, sebagai agen keselamatan, bagi dunia dan keselamatan umat manusia. Lebih-lebih di tengah situasi perempuan di Papua yang menurut Bapa Uskup, harkat dan martabat perempuan masih diinjak-injak dan tidak dihormati.
Pelatihan dengan tema, “Berjalan Bersama Mewujudkan Keadilan dan Kesetaraan Gender di Keuskupan Timika” ini direncanakan berlangsung selama tiga hari mulai Jumat, 28 – 30 November 2025, bertempat di aula Bobaigo, jalan Cenderawasih SP2, Timika.
Pelatihan ini dilaksanakan berkat Kerjasama dengan Komisi Gender dan Pemberdayaan Perempuan KWI dengan menghadirkan sejumlah nara sumber yaitu; Uskup Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA, Sekretaris KGPP KWI, Sr. Stefani Rengkuan SJMJ, Ketua Bidang Advokasi KGPP KWI, Pastor Bimo OFM, Perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Papua serta narasumber dari Pokja Perempuan dan Agama Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah.
Sementara itu para peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari perwakilan enam dekenat di Keuskupan Timika yang terdiri dari perwakilan pasangan suami istri, Orang Muda Katolik, Wanita Katolik Republik Indonesia dan aktivis perempuan.*** JIMMY & ALO




