MEMENTO MORI, MEMBERSIHKAN “RUMAH TERAKHIR”
NABIRE, KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Dalam penanggalan kalender liturgi Gereja Katolik Roma, sehari setelah peringatan semua orang kudus (01 November), tanggal 02 November selalu diperingati juga oleh Gereja sejagat sebagai hari Pengenangan Arwa Semua Orang Beriman (commemoratio omnium fidelium defunctorum). Hari peringatan semua arwa umat beriman pada tahun 2026 kali ini, jatuh pada hari Senin, 02 November. Keluarga Besar Seminari Interdiosesan Tahun Orientasi Rohani (TOR) St. Paulus Regio Papua di Nabire menggelar suatu kegiatan iman yang penuh makna, yaitu mengunjungi dan membersihkan komplek Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang terletak di Jl. Ch. Martha Tiahahu, Kelurahan Kalibobo, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Seperti biasa, kegiatan di Seminari TOR St. Paulus Nabire selalu diawali dengan bangun pagi, tepat Pukul 04.00 WP. Beranjak dari tempat tidur, para seminaris menyiapkan diri. Sekitar pukul 05.15 WP hingga 05.20 WP semuanya sudah (harusnya) menempati kursi doanya masing-masing di dalam Kapela. Kegiatan dibuka dengan doa pagi (laudes) bersama. Kemudian, dilanjutkan dengan misa kudus, tepat jam 06.00 WP. Para seminaris dan formator sebelumnya telah menulis daftar nama semua keluarga dan kerabatnya yang sudah meninggal dunia. Misa dipimpin oleh Pastor Stefanus Yogi Pr, selaku Direktur TOR.
Dalam homilinya, Pastor Stef menegaskan akan pentingnya kita sebagai umat beriman yang masih hidup dan berziarah untuk selalu mengingat dan mendoakan setiap jiwa dari semua orang beriman, keluarga dan kerabat kita, tapi juga mendoakan mereka yang meninggal secara tidak wajar, terlupakan dan misterius agar jiwa-jiwanya selamat dari api penyucian (purgatorium) dan memperoleh keselamatan kekal bersama Allah dalam Kerajaan Surga.
Usai misa, sebagai bentuk aksi nyata dari hari peringatan arwa semua umat beriman, seluruh keluarga besar Seminari TOR menyepakati untuk melawati dan membersihkan salah satu Tempat Pemakaman Umum (TPU) di kota Nabire sesudah sarapan bersama.
Akhirnya, TPU Kalibobo dipilih sebagai tempat ziarah. Sebelum memulai, Pastor Rektor memimpin doa singkat sekaligus berkat memohon keselamatan bagi jiwa-jiwa umat beriman yang terbaring di kompleks pemakaman tersebut dan dimana saja.
Para seminaris dan dewan formator bersemangat membersihkan rumput-rumput liar di sekitar kuburan, ada juga yang memangkas ranting-ranting pohon liar yang menjalar menghancurkan atap dan dinding kuburan, ada juga yang menyapu halaman kuburan dari sampah dan dedaunan kering yang hambur berguguran.
Kegiatan pembersihan dimulai sekitar 08.00 WP dan selesai di Pukul 10.10 WP. Para pembina, Pastor Hendrik dan Frater Yansann frater TOP di TOR asal Keuskupan Manokwari Sorong, menyiapkan kudapan, berupa gorengan dan olahan extrajos susu segar. Para seminaris beristirahat dan kembali berkumpul dari pos kerja masing-masing di seputar area TPU, dan beristirahat sejenak sambil menikmati kudapan yang ada.
Usai istirahat sejenak, para seminaris kembali bekerja membereskan sisa-sisa pekerjaan yang ada. Tepat Pukul 11.00 WP, semua kegiatan pekerjaan diberhentikan dan semua kembali ke mobil untuk bergegas pulang, sebelum pulang para seminaris dan para pembina mengabadikan momen hari ini dengan sesi foto bersama di lokasi TPU Kalibobo. Di ujung kegiatan hari ini, kami pun semakin menyadari bahwa mereka yang terbaring di TPU adalah kami yang sekarang, sementara mereka adalah kami yang nanti. Memento mori, “ingatlah bahwa kamu akan mati”. Sayonaraa….**** Fr. Siorus Ewainaibi Degei (Penulis adalah Frater TOK di Seminari TOR St. Paulus Nabire).




