Majalah Gaiya

TIGA PERAYAAN DALAM SATU MISA

JAYANTI, KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Selepas menghadiri dan mengikuti kemeriahan Perayaan Pemberkatan, Peresmian, Pemberian Nama, dan Misa Syukur atas berdirinya Asugua Au Dota Sonowi Mina, Goa Maria Ratu Damai, di Stasi St. Stefanus Isugiapa, Jayanti, kami rombongan Seminari TOR melanjutkan lagi kegiatan kami, pada Sabtu, 31 Oktober 2026 di Paroki St. Yosep Nabire Barat, yakni Penarikan/Pemulangan Para Calon Frater TOR St. Paulus dari masa Probasi Luar Rumah di wilayah Nabire Barat. Para calon frater dari Seminari TOR St. Paulus sudah melaksanakan program praktik di luar rumah atau Probasi Luar, terhitung sejak 01 Oktober 2026, di Stasi Sta. Theresia Lisieux atau Santa Theresia dari Kanak-Kanan Yesus, Kaladiri II, sekaligus ulang tahun Stasi tersebut yang ke-28 tahun.

Selama 31 (tiga puluh satu) hari para calon frater TOR tinggal dan menetap bersama umat. Selama 31 hari mereka hidup di tengah dan bersama umat (live in). Mereka tidak lagi memperhatikan umat dari jauh di balik tembok seminari, mereka, melalui program probasi luar, diutus beberapa orang untuk tinggal, menetap, mengalami, dan merasakan apa yang umat alami dan rasakan. Susah-senang umat selama 31 hari menjadi bagian dari susah-senang ke-46 calon frater.

Perayaan pemulangan para calon frater TOR dilaksanakan bersamaan dengan dua agenda perayaan iman lainnya, yaitu penutupan bulan Rosario, dan Hari Ulang Tahun (HUT) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Paroki St. Yosep Nabire Barat yang ke-01.

Semua acara dibuka dengan Perayaan Misa Syukur bersama yang dipimpin oleh Pastor Budi Nahiba Pr, Pastor Paroki St. Yosep Nabire Barat, didampingi Pastor Stefanus Yogi Pr, Direktur TOR, dan kedua frater TOP dan TOK sekaligus formator TOR, Fr. Yansan, dan Fr. Siorus Degei.

Dalama homilinya, Pater Stef, menegaskan kembali makna bulan Oktober sebagai bulan yang Gereja istimewakan untuk menghormati peran perawan suci bunda Maria dalam sejarah karya keselamatan Allah. Pater Stef kemudian, juga menyampaikan harapannya kepada para calon frater yang baru saja menyelesaikan program probasi luar rumah untuk menjadikan pengalaman probasi sebagai bekal untuk menjalani panggilan dan hidup menuju imamat suci. Terakhir, Pater Stef juga menasihati semua anggota WKRI Cabang Paroki St. Yosep Nabire Barat untuk menjiwai umur satu tahun sebagai kesempatan untuk terus “hidup untuk Tuhan”, sebuah istilah singkatan yang Pater Stef buat dari akronim “HUT”.

Di akhir perayaan misa, sebelum berkat penutup, Pastor Budi, memberikan kesempatan kepada Pastor Stef, sekaligus Direktur TOR untuk menyampaikan sepata-kata. Pater Stef, menyampaikan limpah terimakasih kepada Pastor Paroki, Dewan Paroki, Para Pengurus Dewan Stasi, dan seluruh umat Paroki Nabire Barat, yang sudah dengan baik menerima ke-46 calon frater TOR. Ia juga memohon maaf bila barang selama 31 hari bersama umat para calon frater ini melakukan kesalahan dalam tutur kata dan tinkah laku. Mewakili Paroki St. Yosep Nabire Barat dan seluruh umat Pastor Paroki dan Ketua Dewan Pastoral Paroki, mengembalikan ke-46 para calon frater TOR yang sudah bersama umat selama 31 hari. Sebagai kenangan-kenangan dari Paroki, Seminari TOR St. Paulus Nabire mendapatkan sebuah lukisan Bunda Maria yang luar biasa.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah-tama bersama WKRI dan umat, balas pantung, cerita mop, makan dan minum. Sayonaraaa….**** Fr. Siorus Ewainaibi Degei (Penulis adalah Frater TOK di Seminari TOR. St. Paulus Nabire).

Admin Komsos 1
Author: Admin Komsos 1

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button