250 PESERTA IKUTI KONVENDA KHARISMATIK VIII REGIO PAPUA DI MERAUKE, TIMIKA DITETAPKAN SEBAGAI TUAN RUMAH 2029
KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Sekitar 250 peserta mengikuti Konvensi Daerah (Konvenda) Kharismatik VIII Regio Papua yang berlangsung di Merauke, 17–19 September 2026. Kegiatan ini mempertemukan para pemimpin dan aktivis Gerakan Kharismatik Katolik dari lima keuskupan di Regio Papua, yakni Keuskupan Agung Merauke, Keuskupan Manokwari-Sorong, Keuskupan Agats, Keuskupan Jayapura, dan Keuskupan Timika.
Konvenda VIII mengangkat tema “Menjadi Sahabat Kristus dalam Keberagaman.” Kegiatan yang dipusatkan di Bell Hotel Merauke tersebut dihadiri tiga uskup, yakni Mgr. P.K. Mandagi, MSC., Mgr. Al. Murwito, OFM., dan Mgr. Yanuarius T.M. You, Pr., serta 18 imam.
Konvenda dibuka dengan Perayaan Ekaristi di Gereja Katedral Merauke yang dipimpin Uskup Agung Merauke, Mgr. P.K. Mandagi, MSC. Dalam homilinya, ia menegaskan pentingnya iman yang diwujudkan dalam kehidupan nyata.
“Kita semua harus beriman! Hidup tanpa iman adalah hidup tanpa dasar dan tanpa tujuan. Tetapi iman tanpa perbuatan, omong kosong!” tegasnya.
Ia mengajak umat yang tergabung dalam Gerakan Kharismatik Katolik agar tidak berhenti pada kegiatan doa, pujian, dan nyanyian, tetapi juga mengambil bagian dalam kehidupan Gereja dan masyarakat serta menjadi garam di tanah Papua.
Setelah Misa pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan opening ceremony pada malam hari. Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Papua Selatan, Bupati Merauke, dan sejumlah pejabat pemerintahan lainnya. Opening ceremony diawali dengan pertunjukan drama oleh Orang Muda Katolik (OMK) yang menggambarkan masuknya Injil ke Tanah Papua. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia, para pemimpin pemerintahan, Uskup Agung Merauke, serta penampilan kreativitas seni dari masing-masing utusan lima keuskupan.
Selama dua hari, para peserta mengikuti Perayaan Ekaristi, doa bersama, Adorasi, ceramah umum, dan lokakarya tematis. Salah satu ceramah umum disampaikan Uskup Jayapura, Mgr. Yanuarius T.M. You, Pr., dengan tema “Bermisi di Tanah Papua.”
Dalam ceramahnya, Mgr. Yanuarius menegaskan bahwa misi merupakan karya Allah yang melibatkan seluruh umat beriman yang telah dibaptis. Umat dipanggil menjadi pelaku sekaligus saksi atas karya Allah di tengah masyarakat.
Misi, menurutnya, berarti perutusan dan gerakan keluar dari diri sendiri serta kenyamanan hidup untuk berjalan bersama masyarakat Papua dalam berbagai situasi kehidupan. Ia menyebut sejumlah tantangan yang dihadapi masyarakat, seperti kekerasan, konflik, kemiskinan, ketidakadilan, ketakutan, dan berbagai bentuk marginalisasi.
“Kita ada di Papua untuk bermisi!” demikian penegasan yang disampaikan dalam ceramah tersebut.
Ia juga menjelaskan bahwa misi berasal dari Allah, dijalankan oleh Gereja, dan diwujudkan di Tanah Papua demi Kerajaan Allah. Dalam karya tersebut, Roh Kudus menjadi jiwa misi yang menggerakkan hati, memberikan keberanian, menuntun dalam kebenaran, serta memberikan karunia untuk membangun Gereja.
Karena itu, umat Kharismatik yang memiliki devosi kepada Roh Kudus diajak untuk berani keluar dari ruang dan keterbatasan cinta diri untuk menemui serta berjalan bersama masyarakat Papua. Doa dan pujian, menurut materi tersebut, perlu diwujudkan dalam kesaksian nyata tentang belas kasih Allah dan pelayanan kepada sesama.
“Misi adalah jalan hidup Gereja. Kalau kita berhenti bermisi, maka Gereja berhenti pula,” demikian pesan yang disampaikan Mgr. Yanuarius.
Selain ceramah umum, Konvenda VIII juga menghadirkan lokakarya tematis yang dikelompokkan dalam tiga tema, yakni “Kepemimpinan Rohani,” “Sahabat Seperjalanan Kristus,” dan “Komunitas Kaum Muda.”
Rangkaian Konvenda kemudian ditutup dengan Perayaan Ekaristi pada Sabtu sore di Gereja St. Yusup Bambu Pemali yang dipimpin Uskup Agats, Mgr. Al. Murwito, OFM. Dalam kesempatan tersebut berlangsung penyerahan fandel BPPG (Badan Pelayanan Provinsi Gerejani) dari BPK (Badan Pelayanan Keuskupan) Merauke kepada BPK Timika.
Serah terima tersebut menandai peralihan kepemimpinan BPPG dari Ibu Tineke Mariana Go kepada Ibu Siska, Ketua BPK Timika. Dalam kesempatan yang sama, ditetapkan bahwa Keuskupan Timika akan menjadi tuan rumah Konvenda Kharismatik IX pada 2029, tiga tahun mendatang.
Setelah Perayaan Ekaristi penutupan, seluruh peserta berjalan menuju Swiss-Bell Hotel yang berada di depan gereja untuk mengikuti Kebangunan Rohani Katolik (KRK). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 1.000 orang. Pastor Yos Somar menjadi pembicara tunggal dan menyampaikan firman yang dipadukan dengan lagu-lagu yang secara khusus dipersiapkan sesuai tema “Menjadi Sahabat Kristus dalam Keberagaman.”
KRK diisi dengan puji-pujian, renungan firman, Adorasi, serta berkat Sakramen Mahakudus yang dilakukan secara berkeliling. Suasana semakin meriah ketika seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu khas Papua, “Yesus Sayang Ko, Yesus Sayang Sa, Yesus Sayang Torang Semua!” sambil bergerak dalam tarian bersama.
Konvenda Kharismatik VIII Regio Papua di Merauke menjadi ruang perjumpaan, doa, pembinaan, dan penguatan persaudaraan bagi para pemimpin serta aktivis Gerakan Kharismatik Katolik dari lima keuskupan. Perjumpaan tersebut sekaligus mengantar perjalanan menuju Konvenda Kharismatik IX yang akan berlangsung di Keuskupan Timika pada 2029. *** Y. HARYOTO SCJ





