Gaya HidupMajalah GaiyaWarta Paroki

KELOMPOK DEVOSI KERAHIMAN ILAHI DEKENAT KAMAPI SOSIALISASIKAN SPIRIT KERAHIMAN DI PAROKI SANTO PETRUS MAUWA

MAUWA, KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Kelompok Devosi Kerahiman Ilahi Dekenat Kamapi terus memperkenalkan dan memperluas penghayatan spiritualitas Kerahiman Allah di tengah umat. Sosialisasi kedua dilaksanakan pada Kamis (3/9/2026) di Paroki Santo Petrus Mauwa, tepatnya di Kombas Santo Mikael Dadiyai.

Sosialisasi tersebut dihadiri Koordinator Devosi Kerahiman Ilahi Dekenat Kamapi, Yulita Tigi, yang hadir di tengah umat untuk memperkenalkan lebih jauh mengenai Devosi Kerahiman Ilahi sekaligus mengajak umat menghayati kasih dan kerahiman Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam penyampaiannya, umat diajak tidak hanya mengenal Devosi Kerahiman Ilahi sebagai bentuk doa dan praktik kesalehan, tetapi juga memahami bahwa kerahiman Allah harus diwujudkan melalui sikap hidup: mengampuni, peduli terhadap sesama, membantu mereka yang mengalami kesulitan, serta menghadirkan kasih Kristus dalam keluarga dan lingkungan masyarakat.

Kegiatan sosialisasi mendapat dukungan dari Pembina Devosi Kerahiman Ilahi Dekenat Kamapi, Diakon Markus Auwe. Ia memberikan kesempatan pada sesi pengumuman dalam Ibadah Kombas sehingga tim Devosi Kerahiman Ilahi dapat menyampaikan informasi dan memperkenalkan devosi tersebut secara langsung kepada umat.

Bagi umat Katolik, Devosi Kerahiman Ilahi berakar pada pewartaan tentang kasih Allah yang dinyatakan secara istimewa melalui Yesus Kristus. Devosi ini semakin dikenal luas melalui pengalaman rohani Santa Faustina Kowalska, seorang biarawati Polandia yang dalam catatan rohaninya menuliskan pengalaman pewahyuan tentang kerahiman Yesus.

Salah satu ungkapan yang sangat dikenal dalam devosi ini adalah seruan “Yesus, Engkaulah Andalanku” (Jezu, ufam Tobie). Devosi ini juga dikenal melalui doa Koronka kepada Kerahiman Ilahi, penghormatan terhadap gambar Yesus yang Maharahim, serta perayaan Minggu Kerahiman Ilahi yang dirayakan Gereja Katolik pada Minggu II Paskah.

Pesan utama dari devosi tersebut adalah bahwa manusia dipanggil untuk semakin percaya pada kerahiman Allah sekaligus menjadi pembawa kerahiman itu bagi sesama.

Dalam konteks kehidupan umat di Papua, spiritualitas kerahiman memiliki relevansi pastoral yang kuat. Kerahiman tidak berhenti pada doa, tetapi dapat diwujudkan dalam kehidupan komunitas melalui budaya saling membantu, mengampuni, berdamai, memperhatikan orang yang lemah, serta membangun persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

Sosialisasi di Kombas Santo Mikael Dadiyai menjadi bagian dari upaya Devosi Kerahiman Ilahi Dekenat Kamapi untuk mendekatkan devosi ini kepada umat di tingkat basis. Kehadiran tim devosi di tengah Kombas menjadi penting karena kehidupan menggereja tidak hanya bertumbuh melalui perayaan liturgi di pusat paroki, tetapi juga melalui komunitas-komunitas umat yang hidup dan berdoa bersama di wilayah masing-masing.

Perkembangan Devosi Kerahiman Ilahi di Dekenat Kamapi juga menunjukkan pentingnya keterlibatan umat awam dalam mengambil bagian dalam kehidupan dan pelayanan Gereja. Melalui sosialisasi, umat diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi perlahan dapat menjadi pelaku yang menghidupi spiritualitas kerahiman dalam keluarga, Kombas, stasi, dan masyarakat.

Koordinator Devosi Kerahiman Ilahi Dekenat Kamapi, Yulita Tigi, berharap pengenalan devosi ini dapat semakin mendorong umat untuk mendekatkan diri kepada Yesus Kristus dan menjadikan kerahiman sebagai cara hidup.

Sementara itu, dukungan para pelayan pastoral seperti Diakon Markus Auwe menjadi bagian penting agar gerakan devosi dapat berkembang secara terarah dan tetap berjalan dalam semangat kehidupan Gereja.

Melalui sosialisasi ini, umat Paroki Santo Petrus Mauwa diharapkan semakin mengenal, mencintai, dan menghayati Kerahiman Allah. Lebih dari sekadar sebuah devosi, kerahiman diharapkan menjadi spiritualitas yang membentuk cara umat memperlakukan sesama.

Pada akhirnya, pesan yang hendak dihidupkan sederhana: umat yang mengalami kerahiman Allah dipanggil untuk menjadi saksi kerahiman Allah bagi orang lain.

Dengan semangat tersebut, Devosi Kerahiman Ilahi Dekenat Kamapi terus melangkah dari komunitas ke komunitas, agar semakin banyak umat mengenal Yesus yang Maharahim dan menjadikan kasih-Nya nyata dalam kehidupan sehari-hari.***(D. MARKUS AUWE)

Admin Komsos 1
Author: Admin Komsos 1

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button