Majalah GaiyaWarta Paroki

USKUP TIMIKA RESMIKAN GEREJA BARU PAROKI SANTO YOHANES PEMANDI UGAPUGA, TANDAI SYUKUR 75 TAHUN PEWARTAAN IMAN

UGAPUGA, KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Suasana sukacita dan syukur menyelimuti umat Katolik di Paroki Santo Yohanes Pemandi Ugapuga, Dekenat Kamuu–Mapia, ketika Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, meresmikan dan memberkati gedung gereja yang baru, bertepatan dengan perayaan 75 tahun masuknya iman Katolik di wilayah tersebut pada Rabu, (24/6/2026) bertepatan dengan peringatan Santo Yohanes Pembabtis.

Perayaan bersejarah ini diawali dengan perarakan Bapa Uskup dan para imam beserta umat dari pastoran lama. Selanjutnya, Uskup Bernardus melakukan pemotongan pita dan membuka pintu gereja sebagai tanda resmi dimulainya penggunaan gedung gereja yang baru sebagai pusat kehidupan iman umat.

Dalam ritus pemberkatan, Uskup memberkati altar, tabernakel, mimbar sabda, serta seluruh bangunan gereja yang akan menjadi tempat umat berjumpa dengan Tuhan dalam doa, perayaan sakramen, dan berbagai kegiatan pastoral.

Bapa Uskup Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA, memberkati altar pada upacara pemberkatan gereja Paroki Santo Yohanes Pemandi Ugapuga, Rabu (24/6/2026). Foto: Jimmy Rahadat

Perayaan ini menjadi semakin bermakna karena dilaksanakan dalam rangka syukur 75 tahun pewartaan Injil di Ugapuga. Umat diajak mengenang perjalanan iman para misionaris yang telah menanamkan benih Injil di tanah Papua sekaligus meneladani semangat Santo Yohanes Pembaptis sebagai pelindung paroki.

Misa Kudus syukur dipimpin oleh Uskup Timika bersama para imam dari Dekenat Kamuu–Mapia. Turut hadir umat Katolik dari berbagai paroki yang datang untuk merayakan momentum bersejarah tersebut.

Dalam homilinya, Mgr. Bernardus menegaskan bahwa kedatangan para misionaris ke Tanah Papua merupakan bagian dari rencana Allah bagi orang Mee dan seluruh masyarakat Papua.

“Hari ini adalah perayaan iman, perayaan cinta kasih, dan perayaan pengharapan,” ungkapnya.

Uskup juga mengusulkan agar tanggal 22 Mei dikenang sebagai Hari Misi Katolik Masuk Tanah Papua sebagai bentuk penghormatan terhadap karya para pewarta Injil yang telah menghadirkan kabar keselamatan bagi masyarakat Papua.

Mengambil inspirasi dari kehidupan Santo Yohanes Pembaptis, Uskup mengajak umat merenungkan nilai-nilai penting yang perlu dihidupi dalam kehidupan beriman.

Bapa Uskup mengatakan, Yohanes hadir bukan karena kebetulan, melainkan bagian dari rencana Allah. Demikian pula setiap manusia diciptakan dan diutus untuk suatu misi khusus. Karena itu, Uskup menegaskan pentingnya menghargai dan melindungi kehidupan sejak dalam kandungan.

Ia juga mengatakan, kisah kelahiran Yohanes menunjukkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Kehamilan Elisabet yang telah lanjut usia dan peristiwa Maria yang mengandung karena karya Roh Kudus mengajarkan umat untuk tetap percaya kepada Tuhan sekalipun menghadapi situasi yang tampak mustahil menurut ukuran manusia.

Bapa Uskup Timika, Mgr. Bernardus memimpin perayaan ekaristi di Paroki Ugapuga, Rabu (24/6/2026). Foto: Jimmy Rahadat.

Uskup kemudian menyoroti pentingnya kehidupan doa. Menurutnya, kekuatan iman tidak lahir dari kemegahan bangunan, melainkan dari hati yang terus dibentuk melalui doa dan kedekatan dengan Tuhan.

“Gedung gereja dan pastoran bisa dibangun dengan baik, tetapi membangun manusia beriman jauh lebih sulit. Karena itu umat harus terus berdoa dan membangun relasi yang hidup dengan Tuhan,” pesannya.

Sebagai pewarta pertobatan, Santo Yohanes Pembaptis juga mengajak umat untuk kembali menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan. Secara khusus, Uskup mengundang kaum muda untuk membangun kehidupan doa melalui devosi, adorasi, doa Rosario, dan Doa Kerahiman Ilahi.

Menurutnya, tantangan kehidupan saat ini hanya dapat dihadapi dengan kekuatan doa yang tekun dan berkelanjutan. Ia bahkan mendorong terbentuknya kelompok-kelompok doa di lingkungan umat agar api iman terus menyala dalam keluarga-keluarga Katolik.

Selain itu, Uskup meminta agar pelayanan Sakramen Tobat dilaksanakan secara rutin di setiap paroki. Umat diajak tidak hanya berpartisipasi dalam Perayaan Ekaristi, tetapi juga menghidupi seluruh sakramen Gereja sebagai sarana pertumbuhan iman dan kekuatan melawan dosa.

Pada bagian akhir homilinya, Mgr. Bernardus mengingatkan umat akan keberanian Santo Yohanes Pembaptis yang menegur Raja Herodes demi membela kebenaran. Dalam konteks kehidupan saat ini, umat Katolik dipanggil untuk berani bersuara melawan berbagai bentuk kejahatan, krisis moral, kekerasan, dan pelanggaran terhadap martabat manusia.

“Kita dipanggil menjadi Yohanes-Yohanes yang baru, berani menyuarakan kebenaran, hidup sederhana, dan setia pada kehendak Tuhan,” tegasnya.

Peresmian gereja baru Paroki Santo Yohanes Pemandi Ugapuga bukan hanya menjadi perayaan pembangunan fisik sebuah gedung, tetapi juga momentum pembaruan iman bagi seluruh umat. Dalam semangat 75 tahun pewartaan Injil, umat diajak untuk terus melanjutkan warisan iman para misionaris dengan menjadi saksi Kristus yang hidup di tengah masyarakat Papua.

Usai perayaan ekaristi dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun dan menyalakan 75 lilin di monumen injil masuk Ugapuga oleh Bapa Uskup timika.(JIMMY & ALLO)

Admin Komsos 1
Author: Admin Komsos 1

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button