MAHASISWA STK “TOUYE PAAPAA” DEIYAI: MEMBACA BANYAK UNTUK MENJADI PENULIS HEBAT
KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Di Sekolah Tinggi Katolik (STK) “Touye Paapaa,” setiap hari Jumat dilaksanakan kegiatan ekstrakurikuler bersifat edukatif yang menjadi program Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Pada Jumat, 21 Februari 2025, BEM mengadakan kegiatan bertajuk “Cara Menulis yang Baik dan Benar.” Dalam kegiatan ini, salah satu materi disampaikan oleh Dosen Marius Goo, S.S., M.Fil., dengan tema “Menengok Sebentar ke Dunia Tulis-Menulis.”
Materi “Menengok Sebentar ke Dunia Tulis-Menulis” ini berlangsung selama dua jam, dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIT. Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para peserta, yakni seluruh mahasiswa-mahasiswi STK “Touye Paapaa.”
Dalam pemaparannya, pemateri menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu menulis. Ia menggambarkan hubungan antara mahasiswa dan dunia tulis-menulis seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. “Seperti mata uang, jika salah satu sisinya dihilangkan, nilai uang itu pun hilang. Demikian pula dengan mahasiswa, jika tidak bisa menulis, maka fungsinya sebagai mahasiswa menjadi tidak berarti,” jelasnya.
Selain itu, pemateri menjelaskan bagaimana cara memulai menulis. Menurutnya, menulis bukan hanya susah-susah gampang, tetapi juga gampang-gampang susah. Oleh karena itu, kunci utama untuk menjadi penulis yang baik adalah dengan banyak membaca. “Tanpa menjadi pembaca yang baik, seseorang tidak akan pernah menjadi penulis yang hebat,” tegasnya. Dengan membaca secara luas dan memiliki wawasan yang kaya, seseorang akan lebih mudah memulai kebiasaan menulis hingga akhirnya terbiasa.
Sebagai penutup, pemateri berharap setiap mahasiswa mampu menulis karena menulis merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan akademik. “Mahasiswa yang tidak tahu atau tidak bisa menulis akan tersiksa dengan aneka tugas yang diberikan oleh dosen,” ujarnya. Lebih dari itu, menulis juga dapat menjadi sarana untuk menyalurkan perasaan dan mengatasi tekanan batin melalui ungkapan tertulis, dalam bentuk apa pun.
Kegiatan belajar tulis-menulis ini diakhiri dengan sesi tanya jawab. Diskusi berlangsung sangat dinamis dengan empat sesi tanya jawab, menunjukkan semangat baru dalam diri para mahasiswa untuk mulai menulis. *** MARIUS GOO





