KUNJUNGAN PASTORAL USKUP TIMIKA DI ILAGA: MENEGUHKAN IMAN, MEMPERKUAT PENDIDIKAN, DAN MENYERUKAN PERDAMAIAN
Selama empat hari (29 Mei–1 Juni 2026), Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA mengunjungi Paroki Santo Petrus Ilaga, memimpin penerimaan Sakramen Krisma, berdialog dengan umat, meninjau pelayanan pastoral, serta menyampaikan pesan perdamaian dan perhatian terhadap pendidikan di Kabupaten Puncak.
KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Paroki Santo Petrus Ilaga mendapat rahmat dan sukacita besar melalui kunjungan Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA, dalam rangka perayaan pemberian sakramen Krisma dan Kunjungan perdana sebagai gembala utama Keuskupan Timika, yang berlangsung selama empat hari.
Kunjungan pastoral ini menjadi kesempatan penting bagi umat untuk mempererat iman, mengalami langsung situasi umat dalam kondisi konflik, memperkuat pelayanan Gereja, serta memperdalam kebersamaan antara gembala dan umat di wilayah paroki.
Kunjungan Bapa Uskup diawali pada tanggal 29 mei dengan penjemputan di bandar Udara Gordon – Larson Amigaru sekitar pukul 08.15. Kehadiran Bapa Uskup disambut dengan penuh sukacita oleh umat Paroki Santo Petrus Ilaga. Setibanya bandar udara, Bapa Uskup disambut dengan tarian tradisional suku Lani dan Loma yang dibawakan oleh umat Allah dengan penuh semangat dan antusias. Suasana penyambutan terasa meriah dan hangat, mencerminkan kegembiraan umat atas kedatangan gembala mereka.
Meskipun di tegah situasi yang seringkali menjadi rawan Ketika konflik TPNPB vs TNI-Polri mengakibatkan trauma mendalam secara psikologi berkepanjangan kerap dilanda konflik bersenjata, sehingga pesan perdamaian disampaikan bagi umatnya di Puncak, sekaligus melihat kondisi pendidikan anak-anak di Ilaga.
Ada beberapa agenda kunjungan Bapa Uskup di paroki St. Petrus Ilaga yaitu, Penerimaan Skaramen Krisma, (80 umat) Kujungan di stasi – stasi di Wilayah Ilaga dan berakhir dengan makan Bersama Umat sekaligus menyampaikan harapan-harapan umat tentang pembangunan sekolah berpola Asrama, mendatangkan para suster biara, pengaktifan sekolah Yayasan katolik YPPK, situasi konflik, mendirikan sd yppk di stasi wuloni dan beberapa hal tambahan.
1. Kegiatan di Pusat Paroki.
Setelah penyambutan, pada malam hari dilaksanakan acara diskusi Bersama bapa Uskup didampingi Pastor Dekan Moni – Puncak dan Pastor Paroki, yaitu presentasi situasi dan pelayanan dari pastor paroki kepada Mgr. Acara berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, diiringi ungkapan syukur dan harapan dari umat yang diwakili oleh Tim Pastoral dan pengurus stasi pusat atas kelanjutan pelayanan pastoral di paroki
2. Kegiatan di Stasi st Stefanus kago.
Kegiatan di stasi ini dimulai pada tanggal 29 mei. Dalam kunjungan ini di wakili oleh Pastor Dekan Moni – Puncak (Yance Yogi,Pr ) dan Pastor Paroki (Febronius Angelo, Pr) mewakili Dinas Pendidikan Kab Puncak serta di undang juga para guru, intelektual,tokoh , pewarta akolit. Dalam rangkah Lokakarya strategi di bidang Pendidikan dengan mengusung tema: “Membangun relasi kemitraan antara Gereja-Yayasan dan Pemerintah serta dinas Pendidikan Kab Puncak”.
Selain itu juga, Dekan juga memberi saran dan nasihat kepada para pengurus stasi untuk mendengarkan perkembangan kehidupan iman umat serta memberikan arahan pastoral bagi pertumbuhan Gereja di wilayah tersebut. Acara di stasi diakhiri dengan rama tama gembira pada siang.
3. Selama bapa uskup berada di Pusat Paroki
Pada tanggal 29 hingga 31 mei, Bapa Uskup melanjutkan kegiatan dengan melakukan pengecekan buku-buku administrasi paroki. Diskusi bersama ini menjadi kesempatan untuk membahas berbagai hal terkait kehidupan pastoral, pelayanan Gereja, serta perkembangan karya misi di wilayah paroki.
4. Puncak kegiatan
kunjungan Kanonik di pusat Paroki berlangsung pada tanggal 31 mei melalui perayaan Ekaristi meriah di Gereja Katolik bertepatan dengan Perayaan “HR Tritunggal Maha Kudus”. Dalam perayaan ini dilaksanakan penerimaan sakramen krisma berjumlah 80 orang umat. Krismawan/ti ini berasal dari gereja katolik stasi Mundidok, Wuloni, Kago dan Gome. Perayaan ini dihadiri oleh umat di pusat paroki yang begitu banyak. Setelah perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama antara Bapa Uskup, para imam, para suster, Tamu Undangan serta seluruh umat yang hadir di lingkungan paroki. Kebersamaan ini menjadi kesempatan yang indah untuk mempererat relasi dan membangun rasa persaudaraan dalam keluarga besar di paroki.
5.pesan dan seruan dari Altar suci
mealui suara Gembalah Umat menyerukan Perdamaian dan harus mengedepankan Doa. Dalam Homil bapa Uskup mengutip perintah Allah melalui Nabi Musa di Gunung sinai lo batu dan hukum Cintah kasih yang sangat relevan dengan situasi yang ada saat ini: sala satunya, jangan membunuh!
“Dalam situasi saat ini, suasana kesedihan tetap menjadi bagian dari kami. Kami merindukan ke depannya tidak ada konflik lagi di Ilaga. Begitu juga di seluruh daerah pegunungan ini, semoga selalu damai. Kami akan selalu mendukung dengan doa,” ungkap Uskup.
Bapa Uskup berharap pemerintah, aparat keamanan, gereja, hingga kelompok TPNPB dapat bersinergi untuk menciptakan kedamaian.
“Kita harus memiliki satu tujuan, yaitu kebahagiaan dan sukacita. Oleh karena itu, mohon supaya kita semua saling memperjuangkan perdamaian, kebersamaan, dan cinta kasih. Itu harus menjadi cita-cita kita semua,” harapnya.
Ia menegaskan bahwa perdamaian, persaudaraan, dan kekeluargaan adalah kunci utama untuk mengatasi konflik saat ini. Uskup juga mengingatkan agar konflik tidak dijadikan alat atau komoditas kepentingan kelompok tertentu.
“Konflik harus diselesaikan dengan jalan damai. Jangan dijadikan alat untuk mencapai tujuan apa pun, karena konflik itu memakan korban. Kalahkan segala kejahatan dengan selalu berdoa,” tegas Uskup menutup pesannya.
Di tempat yang sama, Ketua Dekanat Moni Puncak Keuskupan Timika, P. Yance Yanuarius Yogi, PR., yang mendampingi Uskup, menyatakan kesiapan yayasan untuk bersinergi.
“Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan berharap bisa berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak sekolah. Yayasan berkomitmen penuh mendukung pengaktifan kembali sekolah YPPK yang ada,” ujar Pastor Yance.
Menanggapi hal tersebut, Ferry Laheba yang mewakili Bupati Puncak menyambut baik rencana kolaborasi ini.
“Kemarin kita sudah berdiskusi bersama terkait yayasan (YPPK) dan pemerintah untuk mencari jalan keluar bagi pendidikan anak-anak di Kabupaten Puncak. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami bersama Dinas Pendidikan telah bersepakat untuk membuat telaahan staf guna disampaikan langsung kepada Bapak Bupati,” jelas Ferry.
6. Penutup dengan pesta Babi/Makan Bersama
Pengunjung akhir rangkaian kegiatan pada tanggal 01 juni, panitia mengadakan bakar batu untuk makan bersama seluruh umat dan jemaat tetangga sebagai tanda ucapan syukur kepada Allah karena selama Mgr beserta rombongan telah hadir di paroki ilaga memberikan kehangatan dan kegembiraan tersendiri. selain mempersatukan, peneguhan datang dari pastor dekan dan pastor Paroki dengan harapan – harapan kepada umat tentang program pastoral kedepan.
Melalui kunjungan kanonik selama empat hari ini, umat Paroki Santo Petrus Ilaga sungguh merasakan kehadiran gembala yang dekat dengan umatnya. Kehadiran Bapa Uskup tidak hanya membawa sukacita, tetapi juga meneguhkan iman, mempererat persaudaraan, dan memberikan semangat baru bagi perkembangan Gereja di wilayah paroki St. Petrus Ilaga. *** (EKES WAKERKWA)




