DIALOG INTERAKTIF PARA FRATER KEUSKUPAN TIMIKA BERSAMA SKPKC FRANSISKAN PAPUA DI JAYAPURA
KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Pada Sabtu, 19 Oktober 2024, Sekretariat Keadilan Perdamaian Keutuhan Ciptaan (SKPKC) Fransiskan Papua bersama para KonFrater Keuskupan Timika mengadakan dialog interaktif di Jayapura terkait situasi Hak Asasi Manusia (HAM) di Tanah Papua, khususnya di wilayah Keuskupan Timika.
Sesi pertama diawali dengan doa oleh Fr. Saverius Bida Badii, kemudian dilanjutkan dengan pengantar dari SKPKC. Mereka memaparkan sejarah organisasi yang dimulai pada tahun 1990 oleh Keuskupan Jayapura dan Uskup Herman Muninghof, OFM, untuk mendorong perubahan dan perdamaian di Papua. Setelah sempat fakum, SKPKC kembali aktif di tahun 2000 dan kini berkomitmen mengupayakan keadilan di seluruh Keuskupan di Tanah Papua.
Isu-isu Urgen yang Dibahas:
- Deforestasi Hutan Papua
- Pesan “Laudato Si” dari Paus Fransiskus dan pentingnya kebiasaan serta tradisi yang baik
- Potensi Tambang Blok Wabu Intan Jaya
- Investasi: Berkat atau Kutukan bagi Papua
- Suara Mama-Mama Papua di Sorong
- Korupsi di Tanah Papua
- Kesehatan masyarakat Papua
- Konflik Bersenjata dan dampaknya pada pengungsi internal
- Peningkatan militerisasi di sekolah-sekolah
- Teror bom terhadap Kantor Jubi sebagai ancaman terhadap media yang menyuarakan kebenaran
- Tantangan HAM di bawah kepemimpinan Presiden Indonesia yang baru
- Cap “Makar” bagi masyarakat Papua: Motif baru dari pemerintah
- Peran Gereja sebagai tempat perlindungan terakhir bagi umat

Dialog berlangsung dengan membahas semua topik secara holistik. Diskusi berpusat pada ajaran sosial Gereja, di mana cinta kasih menjadi dasar yang penting. Salib Kristus menjadi simbol keberpihakan terhadap keadilan, martabat manusia, solidaritas, serta tanggung jawab menjaga alam.
Para peserta diskusi berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan, mempertajam iman baik secara sains maupun spiritual, serta terlibat aktif dalam menjaga martabat kemanusiaan di Tanah Papua. Mereka mengingatkan pentingnya membawa damai dalam setiap tindakan, sesuai ajaran Yesus Kristus, dan menghayati semangat “Orang Samaria yang Baik Hati.”
Dialog ini diakhiri dengan momen refleksi melalui puisi tentang HAM oleh Fr. Aldo Mote, diikuti dengan doa penutup dan makan malam bersama yang dipimpin oleh Fr. Vilan. *** FR. SEBEDEUS MOTE






