Gaya HidupWarta Paroki

UMAT IDAKEBO SAMBUT USKUP TIMIKA, GUA MARIA DIHARAPKAN JADI RUMAH DOA DAN PERDAMAIAN

IDAKEBO, KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Ribuan umat Katolik Paroki Santa Maria Ratu Rosario Idakebo, Dekenat Kamuu Mapia, menyambut kedatangan Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA, dengan penuh sukacita, Selasa (6/10/2026).

Mengenakan busana adat suku Mee, umat telah menanti kedatangan gembala mereka di halaman Paroki Santa Maria Ratu Rosario Idakebo. Wajah-wajah penuh kegembiraan terlihat ketika rombongan Uskup Timika tiba di tengah umat.

Kunjungan tersebut menjadi istimewa karena Mgr. Bernardus datang untuk memimpin rangkaian kegiatan pastoral, termasuk pemberkatan Gua Maria yang baru dibangun dan peralatan liturgi dan gedung gereja baru Paroki Idakebo.

Rombongan Uskup Timika berangkat dari Timika pada Selasa pagi menggunakan pesawat Association Mission Aviation (AMA) menuju Moanemani. Mgr. Bernardus didampingi Sekretaris Jenderal Auxilier Keuskupan Timika, Pastor Beni Magai Pr.

Bapa Uskup Timika, Mgr. Bernardus B. Baru OSA saat disambut di bandara Moanemani, Selasa (6/10/26). Foto: JIMMY/Komsos.

Setibanya di Moanemani, rombongan disambut Bupati Dogiyai Yudas Tebai, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Dogiyai, panitia, serta umat Katolik dari Paroki Idakebo dan wilayah sekitar Moanemani.

Dari Moanemani, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Paroki Santa Maria Ratu Rosario Idakebo.

Di Idakebo, penyambutan berlangsung meriah. Mewakili umat, Ketua Dewan Paroki Santa Maria Ratu Rosario Idakebo, Yohanis Agapa, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Uskup Timika dan rombongan.

Salah satu momen perarakan rombongan Bapa Uskup ke Idakebo, Selasa (6/10/2026). Foto: JIMMY/Komsos.

Suasana semakin hangat ketika Pastor Paroki Idakebo, Pastor Richardus Buanglela Pr, menyematkan noken kepada Mgr. Bernardus sebagai tanda penerimaan dan penghormatan umat kepada gembala Keuskupan Timika.

Dalam homilinya berdasarkan Injil Lukas 10:38-42 tentang Maria dan Marta, Mgr. Bernardus mengingatkan umat bahwa kehidupan membutuhkan keseimbangan antara bekerja dan berdoa.

Menurut dia, Marta menggambarkan manusia yang sibuk dengan berbagai pekerjaan, sementara Maria memilih duduk dekat kaki Yesus dan mendengarkan sabda-Nya.

“Keduanya penting. Kita perlu bekerja, tetapi kita juga perlu menyediakan waktu untuk berdoa dan mendengarkan sabda Tuhan,” ujar Mgr. Bernardus.

Mgr. Bernardus Bofirwos Baru OSA, memberkati Gua Maria yang baru di Paroki Santa Maria Ratu Rosario Idakebo, Dekenat Kamu Mapia, Keuskupan Timika, Selasa (6/10/26). Foto: JIMMY/Komsos.

Ia mengatakan, pembangunan Gua Maria hendaknya tidak berhenti sebagai pembangunan sebuah tempat atau bangunan fisik. Lebih dari itu, gua tersebut harus menjadi tempat umat membangun kehidupan rohani dan memperbarui hubungan dengan Allah.

“Landasan pembangunan ini adalah doa. Doa harus menjadi landasan dalam keluarga, pemerintahan dan kehidupan kita bersama,” katanya.

Mgr. Bernardus juga mengingatkan umat bahwa banyaknya tempat ibadah atau banyaknya aktivitas keagamaan tidak dengan sendirinya menjamin seseorang memiliki kehidupan yang baik.

Karena itu, doa harus membawa perubahan dalam kehidupan nyata.

“Kita berdoa untuk apa? Yesus mengajarkan kepada kita doa Bapa Kami. Doa bukan hanya meminta, tetapi juga belajar melakukan kehendak Tuhan,” katanya.

Ia mengajak umat belajar dari Bunda Maria yang menyediakan waktu untuk mendengarkan sabda Tuhan dan menyerahkan hidupnya pada kehendak Allah.

“Viat voluntas tua—jadilah kehendak-Mu. Kita belajar menyelaraskan rencana hidup kita dengan kehendak Tuhan,” ujar Mgr. Bernardus.

Mgr. Bernardus berharap Gua Maria yang diberkati tersebut tidak hanya ramai pada hari peresmian atau pemberkatan, kemudian kembali sepi.

Ia mengajak umat menjadikan tempat tersebut sebagai ruang doa bersama, rekoleksi, dan perjumpaan dengan Tuhan.

“Semoga gua Maria ini tidak hanya ramai satu atau dua hari, kemudian sepi. Gunakan tempat ini untuk doa kelompok dan rekoleksi,” katanya.

Umat saat mengikuti ibadah pemberkatan Gua Maria Ratu Rosario Idakebo, Selasa (6/10/2026). Foto: JIMMY/Komsos.

Ia juga berharap Gua Maria dapat menjadi tempat bagi umat, termasuk mereka yang bekerja di pemerintahan dan lembaga legislatif, untuk datang berdoa dan membangun kembali kehidupan rohani.

Bagi Mgr. Bernardus, doa juga memiliki hubungan erat dengan perdamaian.

Ia berharap kehadiran Gua Maria dan gereja baru di Paroki Idakebo menjadi tempat perjumpaan antara manusia dan Allah sekaligus menjadi sumber perdamaian bagi masyarakat di Dekenat Kamu.

“Banyak berdoa. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Ke depan akan ada perdamaian di tempat ini. Bunda Maria, Ratu Damai, doakanlah agar tercipta kedamaian di tempat ini,” katanya.

Pemberkatan Gua Maria dan peralatan liturgi tersebut menjadi bagian dari kunjungan kanonik Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA ke Paroki Santa Maria Ratu Rosario Idakebo.

Tampak Gereja Katolik Paroki Santa Maria Ratu Rosario Idakebo yang akan diresmikan oleh Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA pada Rabu (7/10/2026). Foto: JIMMY/Komsos.

Selain pemberkatan Gua Maria dan peralatan liturgi, Uskup Timika dijadwalkan memberkati gedung gereja baru Paroki Idakebo pada Rabu (7/10/2026), bertepatan dengan Peringatan Wajib Bunda Maria Ratu Rosario.

Pemberkatan gua Maria tersebut didampingi Pastor Richardus Buanglela Pr selaku Pastor Paroki Idakebo dan Pastor Beni Magai Pr.

Bagi umat Idakebo, kehadiran Uskup Timika bukan sekadar kunjungan seorang pemimpin Gereja. Penyambutan dengan busana adat, penyematan noken, dan antusiasme ribuan umat menjadi tanda sukacita sekaligus harapan agar gereja dan Gua Maria yang baru hadir dapat menjadi pusat kehidupan iman umat.

Dari Idakebo, umat berharap tempat doa tersebut tidak hanya menjadi sebuah bangunan yang indah, tetapi benar-benar menjadi rumah doa, tempat perjumpaan dengan Allah, dan sumber perdamaian bagi masyarakat di Dekenat Kamu.***(Penulis/Editor: JIMMY/KOMSOS)

Admin Komsos 1
Author: Admin Komsos 1

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button