SD YPPK MAUWA AWALI TAHUN AJARAN BARU 2025/2026 DENGAN MISA KUDUS: ANAK-ANAK DIAJAK JADI CAHAYA HARAPAN BAGI PAPUA
KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Dalam semangat iman dan pendidikan, SD YPPK Mauwa membuka tahun ajaran baru 2025–2026 dengan perayaan Misa Kudus bersama di Gereja Paroki Santo Petrus Mauwa, Dekenat Kamuu-Mapia, Keuskupan Timika, pada Rabu pagi (30/7).
Sejak pukul 07.30 WIT, halaman gereja mulai dipenuhi para siswa-siswi SD YPPK Mauwa yang datang dengan seragam merah-putih. Wajah polos penuh semangat dan binar harapan tampak dari anak-anak yang dengan antusias mempersiapkan diri mengikuti Misa pembukaan tahun ajaran.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Paroki St. Petrus Mauwa, P. Bennyamin Magay, Pr, yang juga menjabat sebagai Ketua PSW Dekenat Kamuu–Mapia, Keuskupan Timika. Misa dimulai pukul 09.00 WIT.
Dalam homilinya, Pastor Benny mengajak para siswa untuk meneladani Musa yang hatinya suci dan bersinar ketika berjumpa dengan Tuhan di Gunung Sinai, seperti dikisahkan dalam Bacaan Pertama (Kel. 34:29-35). “Seperti seragam kalian yang putih, hati kalian juga harus putih. Tuhan akan berdiam jika kita menjaga hati kita tetap bersih,” ujar Pastor Benny.
Ia juga menekankan pentingnya ketekunan dalam belajar dan ketaatan kepada guru serta orang tua, merujuk pada Injil hari ini (Mat. 13:44–46) tentang “Perumpamaan Harta Terpendam dan Mutiara Berharga”. “Kalau kalian ingin jadi pastor, suster, dokter, pilot, atau apa pun, jangan malas. Rajin belajar, rajin berdoa, dan jangan melawan guru atau orang tua,” tegasnya.
Setelah Misa, mewakili dewan guru, Ibu Maximilia Tebai menyampaikan terima kasih atas kehadiran Pastor Paroki dan Frater yang telah memimpin misa. Ia juga mengumumkan bahwa para siswa akan kembali ke sekolah untuk mengikiti lomba-lomba dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-80.
Dalam kesempatan itu, sejumlah guru membagikan pengalaman mereka mengajar di tengah situasi konflik sosial yang belum sepenuhnya pulih di Dogiyai. Tidak sedikit guru memilih meninggalkan tempat tugas, namun masih ada yang tetap setia mengabdi demi generasi masa depan.
“Pendidikan di wilayah konflik seperti Dogiyai bukan hal mudah. Tapi kita bersyukur karena masih ada guru-guru yang tidak patah semangat untuk meneruskan misi pendidikan,” ujar salah satu guru, Eugeneus Tebai.
Perayaan Misa ditutup dengan sesi foto bersama. Pastor Benny dan Frater Siorus Ewainaibi Degei, yang baru memulai masa Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Paroki Mauwa, memberikan sapaan dan penguatan bagi para siswa dan guru sebelum kembali ke aktivitas masing-masing.
Misa pembukaan tahun ajaran ini menjadi momentum penuh makna yang menyatukan semangat iman, pendidikan, dan harapan akan masa depan Papua yang lebih terang. *** FR. SIORUS E. DEGEI




