PERESMIAN ASRAMA PARA FRATER KEUSKUPAN TIMIKA OLEH MGR. BERNARDUS, DISAMBUT SUKACITA OLEH UMAT

KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Peresmian gedung asrama bagi calon imam Projo Keuskupan Timika di Jayapura pada Jumat 22 Agustus 2025 membawa sukacita besar bagi umat. Gedung yang baru berdiri ini menjadi tanda harapan agar lahir imam-imam muda yang tangguh, rendah hati, dan dekat dengan umat kecil.
Peresmian dilakukan oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA, disaksikan oleh umat, para frater, serta para donatur yang mendukung pembangunan asrama ini.
Gedung asrama yang diberi nama Mgr. Jhon Philip Saklil ini didedikasikan untuk menghormati mendiang Uskup pertama Timika, akan menjadi tempat tinggal dan formasi bagi para calon imam Projo Keuskupan Timika yang menempuh studi di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Jayapura.
Dalam homilinya, Mgr. Bernardus menegaskan bahwa asrama ini adalah buah doa dan kerja sama banyak pihak.
Kita berharap dari tempat ini lahir imam-imam yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga matang dalam spiritualitas dan dekat dengan umat,” katanya.
Selanjutnya pesan uskup kepada para frater Keuskupan Timika agar, tempat ini harus digunakan untuk mencari tuhan, melalui hidup doa, relasi dengan sesama dan hidup studi agar menemukan Kristus yang sejati sehingga kelak dapat melaksanakan tugas perutusan sebagai seorang imam.
Tempat ini bukan tempat untuk mabuk, isap rokok, melainkan tempat untuk doa, studi dan kontemplasi. Semoga anda menemukan Tuhan di rumah ini, melalui relasi dengan sesama konfrater yang sekarang, besok dan untuk selama-lamanya berguru pada guru uang sejati yaitu Yesus,”
Iman dan keyakinan akan campur tangan Tuhan. Semua umat dan semua orang terlibat. Tuhan adalah aktor utama. Manusia percaya dan laksanakan apa yang dijanjikannya.
Harapan yang sama datang dari umat Katolik yang hadir. Mama Fransiska Abugau seorang perwakilan umat, menyampaikan harapannya pada saat upacara pembukaan tirai papan nama Wisma.
“Rumah ini sebagai tempat pendidikannya calon pastor. Tanah Papua sedang tidak baik-baik saja untuk itu kami berpesan yaitu jadilah imam yang baik karena satu-satunya tempat kami berlindung adalah di Pastoran, di Gereja, di Pastor, di Uskup. Jadilah dan imam karena kami membutuhkan, ini harapan saya wakili mama Papua.” ungkapnya.
Seorang frater yang akan menempati asrama baru juga menyampaikan rasa syukur.
“Kami berterima kasih kepada umat dan para donatur. Kami akan belajar dengan sungguh-sungguh agar kelak bisa melayani dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Dengan berdirinya gedung asrama frater Projo Keuskupan Timika di Jayapura, umat menaruh harapan besar agar Gereja terus menumbuhkan imam-imam yang siap melayani. Gedung ini bukan hanya simbol fisik, tetapi ruang yang melahirkan doa, persaudaraan, dan harapan bagi masa depan Gereja di tanah Papua.
Acara peresmian ini juga dirangkaikan dengan syukuran ulang tahun Mgr. Bernardus yang pada hari ini genap berusia 56 tahun sekaligus juga merayakan ulang tahun Pastor Theo Makai, Pr., pastor pertama suku Mee dan juga imam senior di Keuskupan Timika yang ke 76 tahun.
Acara syukuran ulang tahun ini dirayakan dengan acara pemotongan kue ulang tahun dan pemberian kado dari Tim Pastoral Keuskupan Timika yang diwakilkan oleh Sekjen Keuskupan Timika, Pastor Andreas Srijanto Madya SCJ dan perwakilan para frater kepada Mgr. Bernardus dan Pastor Theo. Mgr. Januarius Natopai You, Uskup Keuskupan Jayapura juga turut mendampingi pemotongan kue ulang tahun.***JIMMY RAHADAT




