Majalah Gaiya

PEMUDA KATOLIK DAN KERUKUNAN KATOLIK SUKU MEE TIMIKA SERAHKAN BANTUAN KEMANUSIAAN UNTUK PENGUNGSI DI PUNCAK DAN INTAN JAYA

KEUSKUPANTIMIKA.ORG — Wujud kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Mimika bersama Kerukunan Katolik Suku Mee Timika. Pada Selasa (10/6), kedua kelompok ini secara resmi menyerahkan bantuan bahan makanan dan kebutuhan pokok lainnya kepada Keuskupan Timika untuk selanjutnya disalurkan kepada para pengungsi di Kabupaten Puncak dan Intan Jaya yang terdampak konflik bersenjata.

Bantuan kemanusiaan tersebut meliputi beras, mi instan, makanan kaleng, minyak goreng, telur, gula, biskuit, pakaian layak pakai, sepatu, selimut, tikar, terpal, kelambu, sabun mandi dan sabun cuci, serta alat tulis untuk anak-anak. Bantuan ini dikumpulkan melalui Posko Kemanusiaan yang dipusatkan di Kapel Tilemans, Paroki Katedral Tiga Raja Timika sejak 30 Mei hingga 7 Juni 2025.

Ketua Pemuda Katolik Komcab Mimika, Noris Letsoin, menjelaskan bahwa seluruh bantuan merupakan hasil sumbangan pribadi dan keluarga umat, serta hasil dari penggalangan dana yang dilakukan Pemuda Katolik di beberapa titik lampu merah di Timika.

“Melalui aksi penggalangan dana di jalanan, kami berhasil mengumpulkan dana sekitar 64 juta rupiah. Dana ini kami gunakan untuk membeli bahan makanan dan kebutuhan pokok lainnya yang hari ini kami serahkan kepada Keuskupan,” ujar Noris.

Sementara itu, Yulius Kayame dan John Dimi, tokoh muda Suku Mee yang juga mewakili Kerukunan Katolik Suku Mee Timika, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu, baik melalui donasi langsung maupun melalui penggalangan dana. Bantuan ini sangat berarti bagi saudara-saudari kita yang sedang mengungsi,” ungkap Yulius.

Menanggapi aksi solidaritas ini, Pastor Marthen Ekowaibi, Koordinator Tim Kemanusiaan Keuskupan Timika, menyampaikan rasa terima kasih sekaligus apresiasi atas inisiatif anak-anak muda Katolik di Mimika.

“Kami sungguh tersentuh melihat semangat solidaritas dan kepedulian dari Pemuda Katolik dan Kerukunan Katolik Suku Mee. Bantuan ini bukan hanya soal logistik, tapi juga menjadi tanda bahwa para pengungsi tidak sendiri. Ada yang peduli, ada yang berjalan bersama mereka,” ujar Pastor Marthen.

Ia menambahkan bahwa Keuskupan Timika akan segera menyalurkan bantuan ini melalui jaringan pastoral dan para relawan di lapangan, yang selama ini telah mendampingi para pengungsi di sejumlah titik di wilayah pegunungan.

“Situasi di lapangan memang masih sangat sulit dan akses terbatas, tapi kami akan berupaya agar bantuan ini bisa sampai tepat sasaran, terutama kepada anak-anak dan lansia yang sangat membutuhkan,” tambahnya.

Para pengungsi dari Kabupaten Puncak dan Intan Jaya diketahui meninggalkan kampung halaman mereka akibat eskalasi konflik bersenjata yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Keuskupan Timika bersama berbagai elemen masyarakat sipil terus berupaya memberikan dukungan baik secara material maupun spiritual.*** KOMSOS TIMIKA (JIMMY & ALO)

Keuskupan Timika
Author: Keuskupan Timika

Official WEB Keuskupan Timika di kelola oleh Komisi Komunikasi Sosial

Keuskupan Timika

Official WEB Keuskupan Timika di kelola oleh Komisi Komunikasi Sosial

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button