Majalah Gaiya

KUASA YESUS MENYELAMATKAN: MENGAPA DIPERTANYAKAN?

(Bil. 24:2–7.15–17; Mzm. 25:4–5.6–7.8–9; Mat. 21:23–27)

KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Pertanyaan tentang otoritas Yesus dalam melakukan karya penyelamatan menjadi pokok permenungan. Para imam kepala dan tua-tua Yahudi mempertanyakan kuasa Yesus, meskipun karya-Nya nyata membawa keselamatan, pemulihan, dan belas kasih bagi manusia.

Yesus Kristus sebagai Mesias dan Penyelamat dunia menjadi pusat peristiwa. Para imam kepala dan pemuka Yahudi tampil sebagai pihak yang mempertanyakan-Nya. Umat beriman diajak mengambil peran sebagai pengikut Kristus yang setia dan rendah hati.

Peristiwa ini terjadi dalam pelayanan publik Yesus di Yerusalem. Renungan ini dihidupi secara khusus pada Pekan Adven III (Gaudete), masa sukacita dalam penantian akan kedatangan Tuhan.

Yesus mengajar di Bait Allah Yerusalem, pusat kehidupan religius bangsa Yahudi, sekaligus tempat di mana otoritas keagamaan sering dipertarungkan.

Kuasa Yesus dipertanyakan karena kebaikan dan karya penyelamatan-Nya dianggap mengganggu kenyamanan, otoritas, dan kepentingan para pemuka agama. Kebaikan yang tulus sering kali menyingkap kepicikan, kecemburuan, dan ketakutan akan kehilangan pengaruh.

Yesus menanggapi pertanyaan itu dengan kebijaksanaan dan ketenangan, bukan dengan pamer kuasa. Ia mengajukan pertanyaan balik yang membongkar ketidakjujuran batin para penanya. Sikap ini mengajarkan bahwa kebenaran tidak perlu dibela dengan kemarahan, melainkan dengan keutuhan hidup dan buah perbuatan baik.

Pesan Iman

Bacaan pertama menampilkan Bileam yang, karena imannya, menerima Roh Allah dan menubuatkan: “Sebuah bintang terbit dari Yakub” (Bil. 24:17). Bintang ini digenapi dalam diri Yesus, Sang Terang sejati. Pemazmur menegaskan bahwa Tuhan membimbing orang yang rendah hati dan bersahaja (Mzm. 25:8–9).

Penegasan Pastoral

Dalam masa Adven, umat beriman diajak untuk tidak goyah ketika iman dan perbuatan baik dipertanyakan. Kuasa sejati tidak diukur dari pengakuan manusia, melainkan dari buah kasih, keadilan, dan belas kasih yang dihasilkan. Mengikuti Yesus berarti hidup dalam kerendahan hati, keteguhan iman, dan keterbukaan pada kebenaran.

Penutup

Yesus adalah Bintang dari Yakub yang menerangi kegelapan dunia. Siapa yang percaya kepada-Nya dan hidup dalam kebaikan akan berjalan dalam terang kasih Allah yang tak berkesudahan.

Selamat menjalani hari dalam sukacita Adven. Tuhan memberkati.

(RP. FF. Arso Kota – Senin, Pekan Adven III/A/II, 15 Desember 2025)

Allo
Author: Allo

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button