PENAMATAN 34 SISWA SD YPPK GOODIDE: MENUNTUT ILMU UNTUK KEMBALI MEMBANGUN KAMPUNG HALAMAN
KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Sebanyak 34 siswa-siswi SD YPPK St. Yohanes Pemandi Goodide mengikuti acara penamatan yang diawali dengan Ibadat Sabda pada Jumat (5/6). Ibadat tersebut dipimpin oleh pewarta setempat, Rafael Goo, dan berlangsung dalam suasana khidmat serta penuh rasa syukur.
Dalam homilinya, Pewarta Rafael Goo mengangkat tema, “Aku pergi, tetapi Aku akan datang kepadamu” (Yohanes 14:28). Ia mengajak para siswa yang akan menyelesaikan pendidikan dasar untuk berani melangkah mencari ilmu, tetapi tidak melupakan kampung halaman mereka.
“Kepada 34 siswa-siswi yang akan tamat dan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, pergilah untuk menuntut ilmu. Namun, ingatlah untuk kembali. Ilmu yang kalian peroleh hendaknya dibawa pulang dan dipergunakan untuk membangun kampung halaman sendiri,” pesannya.
Selain memberikan motivasi kepada para siswa, Pewarta Rafael Goo juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka.
“Orang tua harus menjadi pondasi yang kuat bagi anak-anak. Mereka bekerja keras mencari nafkah dan menjaga kehidupan keluarga agar anak-anak dapat belajar dengan aman dan mencapai cita-citanya,” ujarnya.
Usai Ibadat Sabda, acara dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Kelulusan oleh Kepala Sekolah SD YPPK St. Yohanes Pemandi Goodide. Dalam sambutannya, ia mengajak para siswa untuk tetap semangat dalam menempuh pendidikan di jenjang yang lebih tinggi.
“Anak-anak yang akan melanjutkan studi ke tingkat berikutnya harus tetap semangat dan tidak mudah putus asa. Di zaman sekarang banyak pengaruh negatif yang dapat mengganggu masa depan kalian. Karena itu, tetaplah fokus belajar agar kelak menjadi pribadi yang sukses dan mampu menggantikan kami untuk membangun daerah ini,” tuturnya.
Kepala sekolah juga kembali menegaskan makna tema penamatan yang diangkat pada kesempatan tersebut.
“Seperti Yesus yang pergi tetapi kembali, demikian pula kalian. Pergilah untuk belajar dan meraih masa depan, tetapi jangan lupa kembali. Ketika kembali, bawalah sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat dan tanah kelahiran kalian. Penamatan ini juga merupakan bagian dari perutusan,” tambahnya.
Acara penamatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan makan bersama sebagai ungkapan syukur, persaudaraan, serta semangat kebersamaan dalam memajukan pendidikan di wilayah tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan ini para guru SSH (Sekolah Sepanjang Hari) yang sedang menjalankan program Pemerintah Provinsi, serta para guru praktik lapangan (PKL) yang diutus dari Sekolah Tinggi Teologi (STT).
Perayaan penamatan ini menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sekaligus mengingatkan mereka akan tanggung jawab untuk kembali mengabdi dan membangun kampung halaman di masa depan.*** MARIUS GOO




