SEMARAK BKSN 2026, ANAK-ANAK ASRAMA SALUS POPULI TIMIKA IKUTI LOMBA KITAB SUCI
TIMIKA, KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Dalam rangka memeriahkan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026, Asrama Salus Populi Timika menggelar berbagai perlombaan Kitab Suci bagi anak-anak asrama, Sabtu, 26 September 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 13.00 WIT ini dilaksanakan dalam suasana penuh keakraban, kekeluargaan, sukacita, dan antusiasme.
Perlombaan diikuti oleh anak-anak asrama yang dibagi berdasarkan kamar masing-masing. Dengan demikian, setiap kamar membentuk satu kelompok yang kemudian berkompetisi dalam beberapa jenis lomba yang telah disiapkan oleh pembina asrama.
Adapun perlombaan yang dilaksanakan meliputi Cerdas-Cermat Kitab Suci, Baca Kitab Suci, dan Mazmur.

Pada lomba Cerdas-Cermat Kitab Suci, setiap kelompok terdiri atas tiga orang peserta. Perlombaan berlangsung dalam tiga babak, yakni pertanyaan wajib, pertanyaan lemparan, dan pertanyaan rebutan. Ketiga babak tersebut membuat suasana perlombaan semakin hidup karena setiap kelompok berusaha memberikan jawaban terbaik dan mempertahankan perolehan nilai kelompoknya.

Selain Cerdas-Cermat Kitab Suci, masing-masing kelompok juga mengutus satu orang untuk mengikuti lomba Baca Kitab Suci dan satu orang untuk mengikuti lomba Mazmur.
Suasana perlombaan tampak semarak. Anak-anak mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian dan kegembiraan. Sorak-sorai dan dukungan dari teman-teman kamar terdengar ketika peserta berhasil menjawab pertanyaan maupun saat tampil membaca Kitab Suci dan membawakan Mazmur.
Meskipun sebagian peserta masih memiliki keterbatasan dalam penguasaan materi dan keberanian tampil di depan orang lain, mereka tetap berusaha memberikan yang terbaik. Keberanian anak-anak untuk maju, menjawab pertanyaan, membaca Kitab Suci, dan menyanyikan Mazmur menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian selama kegiatan berlangsung.
Pembina Asrama Salus Populi, Suster Agnita Degei, SRM, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mengisi Bulan Kitab Suci Nasional 2026 dengan kegiatan yang melibatkan anak-anak secara langsung.
“Kegiatan ini kami laksanakan dalam rangka mengisi Bulan Kitab Suci Nasional. Kami ingin anak-anak tidak hanya mendengar tentang Kitab Suci, tetapi juga semakin dekat, membaca, memahami, dan mencintai Sabda Tuhan,” ujar Suster Agnita.
Menurutnya, perlombaan bukan semata-mata untuk mencari siapa yang menjadi juara, melainkan menjadi sarana pembelajaran bersama bagi anak-anak asrama.
“Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak berani tampil, belajar bersama, saling mendukung, dan semakin mengenal Kitab Suci. Menang atau kalah itu bagian dari proses. Kami berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan kecintaan mereka terhadap Kitab Suci dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Salah satu anggota tim juri, Frater Alex Wetipo, yang saat ini menjalani tahun karya di Paroki Katedral Tiga Raja Timika, mengapresiasi antusiasme anak-anak dalam mengikuti perlombaan.
“Anak-anak sangat antusias. Ada yang terlihat percaya diri, ada juga yang masih gugup, tetapi mereka berani tampil. Bagi saya, keberanian untuk maju dan mencoba adalah bagian penting dari proses pembentukan mereka,” katanya.
Frater Alex juga menilai bahwa kegiatan semacam ini dapat menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar Kitab Suci dengan cara yang menyenangkan.
“Melalui lomba seperti ini, anak-anak belajar bukan hanya untuk menghafal, tetapi juga memahami dan mencintai Sabda Tuhan. Semoga kegiatan ini terus dikembangkan sehingga Kitab Suci semakin dekat dengan kehidupan anak-anak,” tambahnya.
Hal senada disampaikan salah seorang peserta. Ia mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut bersama teman-teman dari kamar lainnya.
“Saya senang bisa ikut lomba bersama teman-teman. Awalnya saya merasa gugup, tetapi teman-teman memberikan semangat. Dari kegiatan ini saya belajar untuk lebih berani dan lebih rajin membaca Kitab Suci,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk membangun kebersamaan antarkamar. Persaingan dalam perlombaan berlangsung secara sehat, sementara dukungan dan semangat kekeluargaan tetap terlihat sepanjang kegiatan.

Selain Frater Alex Wetipo, tim juri dalam kegiatan tersebut juga melibatkan Alo Welafubun dan Jimmy Rahadat, yang merupakan timpas Keuskupan Timika dan berkarya di lingkungan Komisi Keuskupan Timika.
Seluruh rangkaian perlombaan berlangsung dengan baik dan lancar hingga selesai pada pukul 13.00 WIT. Kegiatan ditutup dalam suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan.
Melalui kegiatan BKSN 2026 ini, Asrama Salus Populi Timika tidak hanya mengajak anak-anak untuk mengenal Kitab Suci, tetapi juga membangun keberanian, persaudaraan, kerja sama, dan semangat untuk menjadikan Sabda Tuhan sebagai bagian dari kehidupan mereka sehari-hari.*** (Penulis: ALO WELAFUBUN/ Editor: JIMMY RAHADAT)




