KOMBAS SANTO FRANSISKUS ASISI DIGIKAIMANI ISI PERSIAPAN HARI RAYA PELINDUNG DENGAN REKOLEKSI
DIGIKAIMANI, KEUSKUPANTIMIKA.ORG — Umat Kombas Santo Fransiskus Asisi Digikaimani, Paroki Santo Petrus Mauwa, mempersiapkan perayaan Hari Raya Pelindung Kombas dengan kegiatan rohani berupa rekoleksi umat dan ibadah Requiem, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi umat untuk memperdalam iman, mempererat persaudaraan, sekaligus merefleksikan kembali panggilan sebagai murid Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Rekoleksi umat diisi dengan empat materi yang disampaikan oleh dua pemateri, yakni Diakon Markus Auwe dan Yulianus Tebai.
Keempat materi tersebut mengajak umat untuk semakin memahami kehidupan dan ajaran Yesus Kristus, tugas perutusan sebagai murid, serta pentingnya membangun persaudaraan dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.
Materi-materi tersebut juga dikaitkan dengan semangat dan spiritualitas Santo Fransiskus Asisi. Umat diajak untuk tidak berhenti pada pemahaman iman secara pribadi, tetapi mewujudkannya melalui kehidupan bersama yang ditandai dengan persaudaraan, pelayanan, kedamaian, kesederhanaan, dan kepedulian terhadap sesama.
Setelah rekoleksi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ibadah Requiem sebagai bentuk doa dan penghormatan bagi anggota keluarga serta saudara-saudari yang telah meninggal dunia.
Ibadah Requiem dipimpin oleh Diakon Markus Auwe dengan Bacaan I dari Kitab Ayub 42:1-3, 5-6, 12-16 dan bacaan Injil dari Matius 10:17-24.
Dalam ibadah tersebut, Ibu Martina Pigome bertugas membacakan bacaan Kitab Suci, sedangkan Pewarta Marten Dogomo menyampaikan kotbah.
Melalui Sabda Tuhan dan renungan, umat diajak untuk melihat kembali kehidupan manusia dalam penyelenggaraan Allah. Penderitaan, kehilangan, dan kematian menjadi bagian dari perjalanan hidup manusia yang perlu dihadapi dalam iman dan pengharapan kepada Tuhan.
Doa bersama dalam ibadah Requiem juga menjadi ungkapan iman umat dalam mengenang mereka yang telah mendahului serta menyerahkan kehidupan mereka kepada kerahiman Allah.
Seluruh rangkaian kegiatan menjadi bagian dari persiapan umat menyambut Hari Raya Pelindung Kombas Santo Fransiskus Asisi. Momentum tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk merayakan pesta pelindung, tetapi juga menghidupkan kembali semangat yang diwariskan Santo Fransiskus Asisi.
Santo Fransiskus Asisi dikenal melalui kehidupan yang sederhana, semangat persaudaraan, pelayanan kepada sesama, kecintaan terhadap kedamaian, serta penghormatan terhadap seluruh ciptaan Tuhan.
Melalui rekoleksi dan ibadah Requiem, umat Kombas Santo Fransiskus Asisi Digikaimani diharapkan semakin diteguhkan dalam iman dan mampu menghadirkan semangat Injil dalam kehidupan keluarga, lingkungan, dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan ini menjadi momentum bagi umat untuk memperkuat iman, mempererat persaudaraan, mengenang mereka yang telah mendahului, sekaligus mempersiapkan hati menyambut Hari Raya Pelindung Kombas Santo Fransiskus Asisi dengan sukacita dan pengharapan dalam Kristus.***(Penulis: D. MARKUS AUWE/Editor: JIMMY/KOMSOS).




