Warta Paroki

KEGIATAN KMKI SE-DEKENAT PANIAI RESMI DITUTUP, KAUM MUDA DIAJAK MENGHIDUPI KOMITMEN IMAN

KOMOPA, KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Kegiatan Karya Misi Kepausan Indonesia (KMKI) se-Dekenat Paniai resmi ditutup pada Minggu, 1 November 2026, bertepatan dengan Hari Raya Semua Orang Kudus. Penutupan berlangsung melalui Perayaan Ekaristi di Gereja Paroki Kristus Jaya Komopa dan dihadiri peserta KMKI dari delapan paroki serta umat setempat.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Yosef Setiadi, didampingi Frater Domi Wakerkwa. Dalam homilinya, Pastor Yosef mengajak umat, khususnya kaum muda Katolik, untuk menjaga kekudusan hidup dan menjalani kehidupan dengan tulus serta sederhana. Ia menegaskan bahwa menjadi pribadi kudus bukan berarti harus menjadi orang lain, melainkan berani melakukan kebaikan dan menjalani hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.

Pastor Yosef Setiadi saat memberikan homili pada Perayaan Ekaristi Penutupan Kegiatan KMKI se-Dekenat Paniai di Komopa. Foto: Komsos Dekenat Paniai.

Antusiasme umat terlihat dari penuhnya gedung gereja, bahkan sebagian umat mengikuti perayaan dari luar. Salah satu kegiatan yang mewarnai penutupan KMKI ialah pembuatan Pohon Komitmen oleh peserta dari delapan paroki. Setiap kelompok menampilkan pohon dengan bentuk dan pesan yang berbeda sebagai ungkapan komitmen serta pedoman hidup yang ingin mereka jalani setelah mengikuti kegiatan tersebut.

Meskipun diungkapkan melalui bentuk dan pesan yang beragam, seluruh komitmen peserta mengarah pada tujuan yang sama, yakni membentuk generasi muda Katolik yang semakin baik, bertanggung jawab, dan mampu menghargai nilai setiap pribadi di hadapan Tuhan dan sesama. Setelah Perayaan Ekaristi, para peserta mengabadikan kebersamaan melalui foto bersama, kemudian melanjutkan kegiatan dengan santap siang dalam suasana persaudaraan.

Penutupan KMKI se-Dekenat Paniai bukan sekadar akhir dari sebuah kegiatan, melainkan awal untuk mewujudkan komitmen dalam kehidupan sehari-hari. Bertepatan dengan Hari Raya Semua Orang Kudus, para peserta diajak terus bertumbuh dalam iman, menjaga kekudusan hidup, serta menjadi pribadi yang membawa kebaikan bagi Gereja dan masyarakat. Semangat kegiatan ini dirangkum dalam pesan: “Berbeda dalam bentuk dan komitmen, tetapi satu tujuan: menjadi pribadi yang baik, kudus, dan berharga.” ***(Penulis: P. Yosef Setiadi/ Komsos)

Admin Komsos 1
Author: Admin Komsos 1

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button