DARI MEJA SABDA KE LINGKARAN ROSARIO, UMAT TIMEEPA TUTUP BKSN DAN BUKA BULAN ROSARIO
DIOUDIMI, KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Paroki Kristus Penebus Timeepa, Dekenat Kamuu-Mapia, Keuskupan Timika, menggelar Perayaan Ekaristi untuk menutup Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 sekaligus membuka Bulan Rosario di Stasi Santo Yohanes Pembaptis Dioudimi, Kamis, 1 Oktober 2026. Perayaan yang dimulai pukul 09.00 WIT tersebut bertepatan dengan Peringatan Wajib Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus, Perawan dan Pelindung Misi.
Perayaan ini diikuti umat dari tujuh stasi se-Paroki Timeepa, Dewan Paroki, para ketua kelompok umat basis (Kombas), Orang Muda Katolik (OMK), serta anggota Komisi Kitab Suci dan Katekese Paroki. Ketiga momentum tersebut dipadukan dalam satu perayaan untuk memperteguh iman umat melalui pendalaman Kitab Suci, doa Rosario, dan semangat perutusan.
Dalam homilinya, Pastor Paroki, P. Yeskiel Belau, Pr mengangkat bacaan Injil Lukas 10:1–12 tentang pengutusan 72 murid. Ia menjelaskan bahwa setiap orang yang telah dibaptis dipanggil untuk menjadi murid yang diutus mewartakan kasih dan damai sejahtera Allah. Semangat perutusan tersebut juga tercermin dalam teladan Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus yang menjalankan misi melalui doa dan pengorbanan kecil, meskipun tidak pernah meninggalkan biara di Lisieux.
Menurut Pastor, semangat misioner tidak selalu diwujudkan dengan perjalanan jauh atau karya besar. Umat dapat menjalankan misi dari rumah dan lingkungan masing-masing melalui doa, pengorbanan, serta tindakan kasih kepada sesama. Semangat tersebut sangat relevan bagi umat di wilayah pegunungan yang memiliki keterbatasan akses dan sarana.
Selain menjadi murid yang diutus, umat juga diajak membaca, merenungkan, dan melaksanakan Sabda Tuhan. Hal ini sejalan dengan tujuan BKSN 2026 yang mengangkat tema “Yesus, Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius.” Pendalaman Kitab Suci selama bulan September diharapkan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Pastor juga menegaskan bahwa doa Rosario merupakan salah satu cara umat merenungkan misteri kehidupan Yesus bersama Bunda Maria. Rosario bukanlah devosi yang terpisah atau bertentangan dengan Kitab Suci, melainkan doa yang membantu umat semakin dekat dengan Kristus melalui permenungan atas peristiwa-peristiwa Injil.
“Jika tiga hal ini kita laksanakan, maka perlindungan dan berkat Tuhan akan kita rasakan secara nyata, bukan sebagai teori,” tegas Pastor dalam homilinya.
Salah satu bagian menarik dalam perayaan tersebut terjadi setelah homili. Sebelum melanjutkan Perayaan Ekaristi dengan doa umat dan bagian liturgi berikutnya, Pastor memimpin doa Rosario bersama sebagai tanda pembukaan Bulan Rosario. Lima ujud doa dipanjatkan dengan merenungkan peristiwa-peristiwa Rosario, sehingga Sabda Tuhan yang telah didengarkan dalam liturgi semakin dihayati melalui doa bersama.
Usai Perayaan Ekaristi, Komisi Kitab Suci dan Katekese Paroki melanjutkan kegiatan dengan Lomba Cerdas Cermat Kitab Suci sebagai bagian dari penutupan BKSN 2026. Sebanyak 14 kelompok, masing-masing terdiri atas tiga orang, mengikuti perlombaan tersebut. Dengan demikian, total peserta yang terlibat mencapai 42 orang.

Perlombaan berlangsung dengan sistem pengawasan untuk menjaga objektivitas. Para peserta menjawab 16 pertanyaan seputar Kitab Suci dan materi BKSN 2026. Pertanyaan mencakup tema BKSN, lembaga yang menyiapkan tema, Injil yang menjadi fokus pendalaman, serta struktur lima khotbah besar dalam Injil Matius.
Hasil perlombaan menunjukkan persaingan yang cukup ketat. Nilai tertinggi mencapai 885, sementara kelompok yang menempati posisi berikutnya memperoleh nilai dengan selisih tipis. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk menguji pemahaman sekaligus memperdalam pengetahuan tentang Kitab Suci.
Namun, puncak kegiatan bukan hanya pengumuman hasil perlombaan. Ketua Komisi Kitab Suci dan Katekese Paroki mengajak setiap kelompok menyampaikan komitmen iman untuk terus membaca, merenungkan, dan melaksanakan Sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Perwakilan kelompok maju satu per satu untuk menyatakan komitmen mereka agar semakin setia mendalami Kitab Suci dan menghidupi ajaran Tuhan demi memperoleh berkat dalam kehidupan sekarang serta keselamatan kelak.
Hadiah bagi para pemenang dijadwalkan akan diserahkan pada penutupan Bulan Rosario, 31 Oktober 2026. Dengan demikian, kegiatan BKSN dan Bulan Rosario menjadi bagian dari rangkaian pembinaan iman umat yang saling berhubungan.
Keterlibatan umat dari tujuh stasi menunjukkan semangat kebersamaan dalam kehidupan menggereja di Paroki Kristus Penebus Timeepa. Perayaan ini menjadi ruang perjumpaan umat dari berbagai lingkungan untuk berdoa, belajar, dan memperteguh komitmen iman bersama.
Penggabungan penutupan BKSN, pembukaan Bulan Rosario, dan peringatan Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus juga mengingatkan umat bahwa kehidupan iman memiliki keterkaitan antara mendengarkan Sabda, berdoa, dan menjalankan perutusan. Ketiganya menjadi bekal bagi umat untuk menghadirkan damai sejahtera di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat.
Dalam konteks kehidupan umat di wilayah Mapia, pesan Injil tentang pengutusan para murid mengajak setiap orang untuk membawa damai sejahtera ke rumah-rumah dan membangun hubungan yang penuh kasih dengan sesama. Perutusan dapat dimulai dari hal sederhana, termasuk keberanian menyapa, mengunjungi, mendengarkan, dan membantu orang lain.
Pastor Paroki menyampaikan rasa syukur atas keterlibatan umat dari seluruh stasi dalam perayaan tersebut.
“Saya bersyukur atas pelaksanaan Misa ini yang melibatkan umat dari semua stasi. Semoga perayaan ini menguatkan iman, persatuan, dan menambah semangat untuk membaca Kitab Suci dan berdoa Rosario, yang tentu saja akan mendatangkan kelimpahan berkat Tuhan kini dan keselamatan kelak,” ungkapnya.
Dari Stasi Dioudimi, umat Paroki Kristus Penebus Timeepa menutup rangkaian BKSN 2026 dan memulai Bulan Rosario dengan satu semangat: Sabda Tuhan yang telah didengarkan hendaknya terus dihidupi dan diwujudkan dalam doa, persaudaraan, serta pelayanan kepada sesama. ***(Penulis: P.YESKIEL BELAU, PR/Editor: ALO WELAFUBUN)




