Rekolekai Staf dan Karyawan Keuskupan Timika : Dipanggil Dalam Kesederhanaan, Dikuatkan Untuk Melayani Mengikuti Teladan Bunda Maria

KEUSKUPAN TIMIKA.ORG, Kuala Kencana – Jumat, 2 Oktober 2026 — Staf dan karyawan-karyawati Kantor Keuskupan Timika mengikuti rekoleksi rutin yang dilaksanakan di Kuala Kencana, Timika, Jumat (2/10/2026). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi seluruh peserta untuk menyegarkan kembali kehidupan iman sekaligus mempererat persaudaraan dan semangat pelayanan dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Rekoleksi tersebut dihadiri oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, bersama para staf dan karyawan-karyawati Kantor Keuskupan Timika.

Materi rekoleksi disampaikan oleh Sr. Agnita Degei, SRM. Dalam refleksinya, Sr. Agnita mengajak para peserta untuk melihat kembali iman sebagai pusat dari kisah panggilan Bunda Maria.

Bunda Maria dipanggil Allah dalam kesederhanaan hidupnya. Ia memiliki hati yang terbuka terhadap kehendak Allah dan bersedia menerima tugas yang dipercayakan kepadanya. Sikap Maria tersebut menjadi teladan bagi setiap orang beriman dalam menjalani kehidupan, keluarga, pekerjaan, dan pelayanan.
Para peserta juga diajak merenungkan bagaimana Maria menerima kabar sukacita dengan penuh iman. Jawaban Maria terhadap panggilan Allah sebagaimana dikisahkan dalam Lukas 1:38 menunjukkan sikap penyerahan diri dan kesediaan untuk menjalankan kehendak Tuhan.
Selain itu, peserta diajak belajar dari keteguhan Maria dan Yosef dalam menghadapi situasi sulit sebagaimana dikisahkan dalam Matius 1:18-25. Dalam berbagai tantangan kehidupan, iman menuntun seseorang untuk tetap percaya, bertahan, dan mengambil langkah berdasarkan kehendak Allah.
Melalui permenungan tersebut, para staf dan karyawan-karyawati diajak untuk membawa satu komitmen bersama: meneladani Bunda Maria dalam kesederhanaan, keterbukaan kepada Allah, kemurahan hati, keteguhan iman, dan kesediaan untuk melayani.
Doa Rosario di Goa Bunda Maria

Usai mengikuti materi rekoleksi, seluruh peserta melanjutkan kegiatan dengan berziarah dan berdoa di Goa Bunda Maria. Dengan membawa lilin, para peserta berjalan bersama sambil mendaraskan doa Rosario.
Suasana doa menjadi kesempatan bagi seluruh peserta untuk menyerahkan kehidupan, keluarga, pekerjaan, serta pelayanan kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi di Gereja Betlehem, Kuala Kencana. Misa Kudus dipimpin oleh Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, bersama Sekretaris Jenderal Keuskupan Timika, Pastor Andreas Madya, SCJ. Perayaan Ekaristi menjadi puncak dari rangkaian kegiatan rohani sekaligus menjadi kesempatan bagi seluruh peserta untuk memperbarui semangat iman dan pelayanan.
Mempererat Persaudaraan melalui Rekreasi
Setelah rangkaian kegiatan rohani, para peserta mengikuti berbagai perlombaan yang disiapkan sebagai bagian dari rekreasi dan kebersamaan. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Sr. Ingatia, KSEL, Sr. Agnita Degei, SRM, bersama panitia dan rekan-rekan lainnya.

Berbagai perlombaan berlangsung dalam suasana penuh kegembiraan. Para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan untuk memperoleh hadiah, tetapi juga membangun kebersamaan, mempererat persaudaraan, dan menciptakan suasana kekeluargaan di antara staf dan karyawan-karyawati Keuskupan Timika. Setelah seluruh perlombaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang.
Rekoleksi sebagai Penyegaran Rohani
Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Pastor Andreas Madya SCJ, dan dilanjutkan dengan berkat penutup oleh Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA.
Rekoleksi staf dan karyawan-karyawati Kantor Keuskupan Timika merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan dan penyegaran rohani bagi para karyawan-karyawati dalam menjalankan tugas pelayanan.
Melalui rekoleksi, para karyawan-karyawati diharapkan terus memperoleh kekuatan rohani untuk menjalankan pekerjaan bukan sekadar sebagai kewajiban, tetapi sebagai bagian dari panggilan untuk melayani Tuhan dan umat.
Semangat Bunda Maria yang sederhana, terbuka terhadap kehendak Allah, murah hati, dan teguh dalam menghadapi tantangan menjadi inspirasi bagi seluruh staf dan karyawan-karyawati Keuskupan Timika untuk terus bekerja dengan iman, kasih, tanggung jawab, dan semangat pelayanan.
Komsos









