Warta Paroki

UMAT PAROKI SANTA MARIA DIANGKAT KE SURGA BIAK BUKA BULAN ROSARIO DENGAN PERARAKAN DAN MISA

BIAK, KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Ratusan umat Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Biak mengawali Bulan Rosario dengan perarakan arca Bunda Maria dan Misa Kudus, Kamis (1/10/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 17.00 WIT itu diikuti umat dari berbagai wilayah dan komunitas basis gerejawi (Kombas).

Perarakan diawali dari halaman Gereja Santa Maria Diangkat ke Surga Biak. Umat membawa arca Bunda Maria dan panji-panji sambil mendaraskan doa Rosario sebagai ungkapan iman dan penghormatan kepada Bunda Maria.

Sebelum perarakan, Pastor Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Biak, Pastor Sebastianus Ture Liwu, Pr., mengajak umat mengenang tradisi doa Rosario yang erat dengan pewartaan Santo Dominikus.

Umat paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Biak pada upacara pembukaan Bulan Maria, Kamis (1/10/26). Foto: Dok. Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Biak.

Dalam refleksinya, Pastor Sebastianus menjelaskan bagaimana Rosario dipahami dalam tradisi Gereja sebagai salah satu bentuk doa yang membantu umat merenungkan kehidupan, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus bersama Bunda Maria.

Umat kemudian mengikuti reli Rosario dengan merenungkan Peristiwa Terang, yakni pembaptisan Yesus di Sungai Yordan, mukjizat di Kana, pewartaan Kerajaan Allah dan seruan pertobatan, transfigurasi Yesus, serta penetapan Ekaristi.

Doa Rosario yang didaraskan bersama mengiringi langkah umat dalam perarakan. Suasana tersebut menjadikan halaman dan lingkungan kompleks gereja sebagai ruang doa bersama yang diwarnai kebersamaan, sukacita, dan pengharapan.

Arca bunda Maria yang diarak pada pembukaan Bulan Rosario di paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Biak, Kamis (1/10/26). Foto: Dok. Santa Maria Diangkat ke Surga Biak.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi. Dalam homilinya, Pastor Sebastianus mengajak umat untuk meneladani sikap sederhana dan penuh kepercayaan kepada Allah, sebagaimana seorang anak yang menyerahkan dirinya kepada ibunya.

Ia juga mengingatkan umat untuk menjadikan Bunda Maria sebagai teladan dalam mengikuti Kristus. Devosi kepada Maria, menurutnya, tidak berhenti pada penghormatan kepada Bunda Maria, tetapi harus membawa umat semakin dekat dan setia kepada Yesus Kristus.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam pembukaan Bulan Rosario. Doa Rosario tidak hanya dipandang sebagai rangkaian doa yang diulang, tetapi sebagai kesempatan bagi umat untuk merenungkan karya keselamatan Kristus dan memperbarui kehidupan iman.

Pelaksanaan perarakan dan Misa Pembukaan Bulan Rosario juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan umat paroki. Kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama Pastor Paroki, Dewan Paroki, seksi katekese, seksi sarana dan prasarana, seksi keamanan, misdinar, Orang Muda Katolik (OMK), seksi multimedia, para ketua wilayah, Kombas, serta seluruh umat.

Melalui pembukaan Bulan Rosario tersebut, umat Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga Biak diajak untuk menjadikan doa Rosario sebagai bagian dari kehidupan iman sepanjang bulan Oktober. Doa tersebut diharapkan membantu umat semakin tekun berdoa, meneladani iman Maria, dan semakin dekat dengan Kristus.

Bulan Rosario pun diawali dengan semangat kebersamaan dan doa, sekaligus menjadi kesempatan bagi umat untuk memperbarui komitmen iman dan pelayanan di tengah kehidupan sehari-hari.***(Penulis: P. Bastian, Pr./Editor: Jimmy/KOMSOS)

Admin Komsos 1
Author: Admin Komsos 1

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button