SYUKUR 100 TAHUN PELAYANAN FCH DI INDONESIA MENGGEMA DI TIMIKA, USKUP BERNARDUS: BERAKAR PADA SUMBER AIR KEHIDUPAN
TIMIKA, KEUSKUPANTIMIKA.ORG — Suasana syukur dan sukacita memenuhi perayaan 100 tahun karya pelayanan Kongregasi Suster-Suster FCh (Franciscan Sisters of the Holy Cross) di Indonesia yang dirayakan di Keuskupan Timika, Jumat (7/8/2026) pukul 16.00 WIT.
Perayaan Ekaristi syukur dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, dan dihadiri para imam, biarawan-biarawati, umat, serta keluarga besar pelayanan kesehatan dan pendidikan di Timika.
Dalam homilinya, Uskup Bernardus menyampaikan pesan mendalam kepada para Suster FCh agar senantiasa membangun hidup panggilan yang berakar dan bermuara pada sumber air kehidupan, yakni Kristus sendiri.
“Doa pribadi dan doa bersama, kontemplasi dan meditasi, membaca bacaan rohani, merayakan Ekaristi setiap waktu, serta melayani dan membagikan kasih kepada sesama dalam tugas perutusan harus menjadi napas hidup para suster. Tuhan adalah sumber mata air utama yang mengalir tanpa henti, tidak pernah putus, dan selalu menawarkan diri kepada mereka yang haus dan lapar,” ungkap Uskup Bernardus.

Uskup juga menegaskan bahwa perutusan para Suster FCh ke Tanah Papua bukanlah sebuah kebetulan atau sekadar keputusan manusia melalui almarhum Uskup Pertama Timika, Mgr. John Philip Saklil. Menurutnya, perutusan itu adalah kehendak dan karya Tuhan sendiri.
“Tuhan Yesus, Sang Matahari Sejati dan Sumber Air Abadi, yang mengutus para Suster FCh ke Timika, ke Tanah Papua, ke ufuk timur, untuk berjumpa dengan Sang Fajar Timur, yaitu Kristus sendiri,” tegasnya.
Dalam refleksinya, Uskup Bernardus menyebut Tanah Papua sebagai negeri matahari terbit, sebuah simbol bahwa Allah lebih dahulu memancarkan kasih-Nya kepada manusia. Karena itu, para suster diutus ke Timur untuk membawa buah-buah kasih, harapan, dan pelayanan agar dapat ditanam dan dibagikan kepada saudara-saudari di Papua.
Sebagai penyambung harapan umat Allah di Tanah Papua, khususnya di Keuskupan Timika, Uskup berharap perayaan 100 tahun ini menjadi momentum untuk melangkah lebih dalam lagi dalam panggilan dan perutusan.
“Duc in altum — bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu. Semoga para Suster FCh semakin berani mewartakan Kerajaan Allah dan memberi bobot yang lebih besar dalam membangun Kerajaan Allah, terutama di dunia kesehatan,” katanya.

Harapan khusus juga disampaikan bagi pelayanan para Suster FCh di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika. Uskup menginginkan agar perayaan seabad pelayanan ini membawa pembaruan yang lebih mendalam bagi karya kesehatan Gereja di Mimika.
“Semoga 100 tahun ini membawa para suster untuk menghasilkan buah yang lebih banyak dan memberi bobot baru bagi RSMM ke depan. Semoga ada pembaruan yang lebih dalam lagi dalam semangat pelayanan, kasih, dan pengabdian,” ujarnya.
Perayaan di Timika memiliki makna khusus karena Kongregasi Suster FCh turut mengambil bagian dalam karya pastoral Keuskupan Timika, baik di RSMM maupun dalam pelayanan asrama dan pendampingan umat di Paroki Maria Bintang Laut Kokonao.

Momen syukur ini juga diisi dengan ungkapan terima kasih dari perwakilan kongregasi dan umat yang merasakan langsung buah pelayanan para suster. Kehadiran Suster FCh dinilai bukan hanya membantu kebutuhan jasmani, tetapi juga menghadirkan penghiburan, doa, dan harapan bagi banyak keluarga di Mimika.
Perayaan 100 tahun pelayanan FCh di Indonesia di Timika menjadi peneguhan kembali bahwa hidup bakti dipanggil untuk terus mengalir dari Kristus sebagai sumber kehidupan, dan dari sana menghadirkan kasih Allah bagi masyarakat Papua melalui pelayanan yang setia, rendah hati, dan penuh harapan.(JIM)




