HUT KE-19 SMP NEGERI 1 MAPIA TENGAH: MISA SYUKUR DAN PERBERKATAN GEDUNG BARU TANDAI SEMANGAT PENDIDIKAN BERKARAKTER
KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Sukacita mewarnai perayaan HUT ke-19 SMP Negeri 1, Mapia Tengah yang dirayakan pada Selasa, 02 Juni 2026. Selain merayakan 19 tahun pengabdian, seluruh warga sekolah juga bersyukur atas pembangunan gedung baru, yang selama ini menjadi kerinduan bersama.
Sejak pagi, para siswa dan guru sudah menyiapkan pesta syukur dengan tradisi bakar batu. Asap dan kehangatan api menjadi tanda kerja bersama dan kebersamaan warga pegunungan.
Sesudah siap, barulah perayaan diawali dengan Misa Syukur yang dipimpin Pastor Paroki Kristus Penebus Timeepa, Pastor Yeskiel Tawakidua Dole Belau Pr., di ruang kelas dan dihadiri para siswa, guru, dan komite sekolah.
Dalam homilinya, imam mengangkat Injil Mrk 12:13-17 tentang “Berilah kepada Kaisar apa yang menjadi hak Kaisar, dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah”, inti sari bacaan Injil hari ini.
“Manusia itu seperti koin. Berharga karena ada ‘gambar Allah’ di dalamnya. Tugas sekolah adalah mengasah akal untuk ‘Kaisar’, dan mengasah hati untuk ‘Allah’. Di sinilah nilai pendidikan Katolik,” tegasnya.
Usai homili, suasana menjadi hening dan penuh syukur saat imam memimpin doa perberkatan. Satu per satu sarana yang sudah dibangun dan dipakai dipersembahkan kepada Tuhan: gedung baru, ruang-ruang kelas yang selama ini dipakai belajar, perumahan guru, serta seluruh lingkungan sekolah.
Semuanya diperciki dengan air berkat, lalu lanjutkan dengan doa umat dan ritus Ekaristi.
Misa ditutup dengan makan bersama hasil bakar batu. Di atas daun, guru dan siswa duduk melingkar, berbagi lauk dan cerita. Tidak ada sekat “guru-murid” saat itu, hanya ada keluarga besar SMPN 1 Mapen Tenga yang bersyukur.
Pembawa acaa mewakili seluruh warga sekolah menyampaikan terima kasih atas kerja keras semua pihak yang membuat pembangunan dan perayaan ini terlaksana. “19 tahun ini bukan akhir, tapi pijakan baru. Dengan gedung baru, kami siap mendidik generasi yang takut Tuhan dan cinta tanah airnya,” ujarnya.
Perayaan HUT ke-19 ini menjadi bukti: pendidikan yang baik lahir dari kerja keras, doa, dan rasa syukur yang dirayakan bersama-sama. *** P. YESKIEL BELAU, PR





