Warta Paroki

REKOLEKSI OMK PAROKI K3 DAMABAGATA: MEMBANGUN, MENGHAYATI DAN MENGHIDUPI KEUTAMAAN TEOLOGAL GEREJA KATOLIK

KEUSKUPANTIMIKA.ORG – Sabtu, 15 November 2025, dalam rangka pembinaan lanjutan, komisi kepemudaan Paroki Kristus Kebangkitan Kita (K3) – Damabagata mengadakan rekoleksi dengan tema “Membangun, Menghayati dan Menghidupi Keutamaan Teologal Gereja Katolik”. Rekoleksi yang dimulai sejak pukul 9.00 – 13.00 WP ini dilaksanakan di aula paroki dengan menghadirkan Frater Aris Yeimo sebagai pemateri. Rekoleksi ini dihadiri oleh para pembina dan seluruh OMK yang ada di 9 stasi.

Beberapa topik penting yang diajukan sebagai bahan diskusi dan pendalaman yaitu menyangkut siapa itu orang muda, beberapa aspek perkembangan orang muda, masalah-masalah yang terjadi seputar orang muda dan bagaimana orang muda Katolik menjadikan keutamaan teologal sebagai fondasi dalam merespons situasi.

Rekoleksi berlangsung melalui beberapa metode antara lain pemaparan materi, sesi tanya jawab, diskusi kelompok, nonton film serta refleksi singkat. Peserta diberikan ruang untuk berbagi pengalaman dan pemahaman, sehingga suasana kegiatan menjadi interaktif dan inspiratif. Kegiatan ini dipandu oleh MC dan moderator sehingga berjalan lancar dan terarah.

Dalam kata pembukanya, Frater Yeimo menjelaskan bahwa rekoleksi ini bertujuan mengajak para OMK untuk membuka hati pada karya Roh Kudus yang senantiasa membimbing perjalanan hidup manusia.

“Situasi Papua, khususnya di Deiyai, semakin hari semakin berbahaya. Situasi ini bisa cepat dapat menjerumuskan banyak OMK ke dalam berbagai penyakit sosial. Karena itu, kita diharapkan mendarah-dagingkan keutamaan teologal: iman, harapan dan kasih sambil terus terbuka pada karya Roh Kudus. Melalui rekoleksi ini, kita diajak untuk memperdalam hubungan kita dengan Allah, sesama, leluhur dan alam, agar kita semakin teguh melangkah menjadi murid Kristus” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam pemaparan materinya, Frater Yeimo menjelaskan bahwa keutamanaan teologal tidak hanya bersifat pribadi (personal) tetapi juga bersama (komunal). Ia harus hidup dan berkembang di dalam dan melalui komunitas OMK.

“Iman meneguhkan langkah dan menuntun arah hidup kita. Harapan selalu membakar semangat kita walaupun sering kita mengalami kegagalan, ketakutan, kecemasan dan kerapuhan diri. Kasih menjadi daya gerak yang mendorong kita untuk melayani, peduli dan menghadirkan wajah Kristus bagi sesama” jelasnya.

Sebagai kesimpulan, Frater Yeimo memberi semacam penegasan terakhir kepada OMK dengan mengajak mereka untuk selalu menjadikan keutamaan teologal sebagai dasar dalam bersikap dan bertindak; mengandalkan doa dan dukungan spiritual baik secara pribadi maupun bersama di gereja; menjadi pribadi yang kritis atas masalah yang terjadi di tengah masyarakat; merenungkan pengalaman hidup sehari-hari dalam terang ajaran Gereja untuk menemukan makna dan arah hidup; terbuka dan mau dialog, menceriterakan segala hal yang dialami, dirasakan dan digumuli; dan terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan OMK baik di tingkat stasi, paroki, dekenat maupun keuskupan untuk mempererat persahabatan, menguatkan kebersamaan dan bertumbuh dalam iman.

Hans Doo, Ketua OMK Paroki, menilai bahwa kegiatan rekoleksi ini sangat bermanfaat. Menurutnya, dari 5 paroki yang ada di dekenat Tigi, OMK Paroki K3 Damabagata adalah salah satu yang paling aktif dan kreatif dalam menyukseskan berbagai kegiatan yang dipercayakan oleh Dekenat dan Paroki.

“Kalau soal kegiatan fisik, dalam sekejap saja kami kerja dan pekerjaan selesai. Namun, kami juga sangat membutuhkan pembinaan-pembinaan iman seperti rekoleksi dan merenungkan Kitab Suci bersama”, ujarnya.

Sementara itu, Saverius Doo, selaku Pembina OMK, sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, OMK adalah tulang punggung Gereja. Hidup matinya gereja ada di pundak OMK.

“Sebelum menggabunggkan diri menjadi pembina OMK, saya banyak melalangbuana di berbagai kota, dari Jawa hingga Papua. Selama itu, saya banyak belajar, merenung dan merefleksikan tentang berbagai persoalan. Pada titik itu, saya menyadari bahwa OMK adalah potensi yang Gereja dan masyarakat miliki saat ini. Saya punya banyak pengalaman yang selalu saya bagikan kepada adik-adik OMK. Harapan saya adalah melalui berbagai kegiatan pengembangan iman dan potensi OMK yang ditata secara terstruktur akan sangat membantu adik-adik OMK dalam menatap masa depan mereka”, harapnya.

Kegiatan ini kemudian ditutup dengan menyusun agenda OMK selanjutnya, doa, makan dan rekreasi bersama. *** FR. ARIS YEIMO

Admin Komsos 1
Author: Admin Komsos 1

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button