TAHBISAN IMAM PERDANA DI MASA KEPEMIMPINAN MGR. BERNARDUS: DUA PUTRA KEUSKUPAN TIMIKA DITAHBISKAN
KEUSKUPANTIMIKA.ORG — Dalam suasana penuh sukacita dan syukur, Gereja Keuskupan Timika kembali menorehkan sejarah iman yang indah. Untuk pertama kalinya sejak ditahbiskan menjadi Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA, memimpin Tahbisan Imam Perdana dengan menahbiskan dua putra terbaik Keuskupan Timika, Diakon Modestus Mametapare dan Diakon Yohanes Kayame, menjadi imam Katolik.
Perayaan Ekaristi Tahbisan berlangsung khidmat di Gereja Santo Petrus Karang Senang SP3, Sabtu, 18 Oktober 2025, dan dihadiri oleh umat dari berbagai paroki, tarekat, komunitas religius, serta keluarga dan sahabat dari kedua imam baru. Kehadiran umat yang memadati gereja menjadi ungkapan syukur dan dukungan atas rahmat panggilan imamat yang dianugerahkan Tuhan bagi Gereja lokal Timika.
Uskup: Imam Adalah Pribadi Doa dan Pelayan Kasih
Dalam homilinya, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA menegaskan bahwa seorang imam dipanggil bukan untuk mencari kehormatan, melainkan untuk menjadi pribadi doa dan pelayan kasih di tengah umat. Ia mengingatkan kedua imam baru untuk senantiasa menimba kekuatan dari doa dan menjaga kesetiaan pada Tuhan yang telah memanggil mereka.
“Harus memperkuat hidup dengan doa pribadi dan doa bersama. Jangan lalai untuk berdoa. Sediakan waktu, walau hanya sepuluh menit, untuk bertemu dengan Tuhan. Dialah yang mencari dan memanggil kita dari sudut gunung, lembah, dan rawa di Tanah Papua ini untuk menjadi imam,” pesan Uskup.
Mgr. Bernardus juga menekankan pentingnya retret pribadi secara berkala selain retret tahunan, lectio divina, dan sakramen tobat sebagai bentuk perawatan spiritual. Ia mengingatkan agar para imam selalu menjaga keseimbangan hidup rohani dan jasmani.
“Jaga diri dengan istirahat yang cukup, makan teratur, dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” tambahnya.
“Kalau terjadi krisis dalam diri, jangan lari ke alkohol. Mintalah nasihat dari sesama imam, para senior, atau uskupmu, agar menemukan solusi yang benar.”
Nasihat-nasihat tersebut disampaikan dengan kehangatan seorang bapa yang menuntun anak-anaknya untuk melangkah dengan bijaksana dalam perjalanan imamat yang baru dimulai.

Dua Imam Baru, Dua Semangat Perutusan
Pada kesempatan itu, Sekretaris Jenderal Keuskupan Timika, Pastor Andreas Srijanto Madya, SCJ, membacakan Surat Keputusan Uskup Timika tentang penugasan bagi kedua imam baru.
Pastor Modestus Mametapare, Pr., yang memilih moto tahbisan “Pergilah dan beritakanlah” (Mat. 10:7a), ditugaskan sebagai Pastor Rekan di Paroki Salib Suci, Madi, Dekenat Paniai.
Pastor Yohanes Kayame, Pr., dengan moto tahbisan “Inilah aku, utuslah aku” (Yes. 6:8), ditugaskan sebagai Pastor Rekan di Paroki Bunda Maria, Serui, Dekenat Teluk Cenderawasih.
Keduanya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan serta seluruh umat yang telah mendukung perjalanan panggilan mereka hingga mencapai hari tahbisan. “Kami ingin mempersembahkan hidup kami sepenuhnya untuk Tuhan dan umat-Nya,” ujar Pastor Modestus penuh haru.

Sukacita Gereja Lokal Timika
Perayaan tahbisan berlangsung meriah dan penuh makna. Nyanyian, tarian liturgis, dan doa umat mengiringi kedua imam baru yang kini diutus untuk melayani. Bagi Keuskupan Timika, tahbisan ini menjadi tanda pertumbuhan iman dan harapan baru akan semakin banyaknya panggilan imam lokal di tanah Papua.
“Kita patut bersyukur karena Tuhan terus menumbuhkan panggilan di tengah kita. Semoga para imam baru ini menjadi gembala yang rendah hati dan penuh kasih,” ungkap salah seorang umat Paroki Karang Senang seusai perayaan.
Dengan ditahbiskannya Pastor Modestus Mametapare dan Pastor Yohanes Kayame, Keuskupan Timika menatap masa depan dengan optimisme baru. Keduanya diharapkan menjadi saksi kasih Kristus yang hadir di tengah umat — melayani dengan hati, berjalan bersama umat, dan mewartakan Injil hingga ke pelosok Tanah Papua. *** JIMMY & ALLO









